Bacterial Vaginosis

Bacterial Vaginosis adalah infeksi pada area Miss V yang disebabkan oleh bakteri. Pada Miss V ada bakteri yang tumbuh namun itu hal normal. Jika bakteri yang tumbuh melebihi batas normal, akan menyebabkan infeksi. Mengapa bakteri ini dapat tumbuh melebihi batas normal masih belum diketahui penyebabnya. Namun, berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko terjangkitnya infeksi ini. Gejala yang muncul biasanya berupa gatal-gatal di area sekitar Miss V dan muncul cairan berwarna keabu-abuan yang mengeluarkan bau amis. Untuk mengatasinya, konsultasikan ke dokter dan biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkannya.
source: http://www.prevention.com/health/bacterial-vaginosis-facts

Vaginismus

Vaginismus adalah keadaan abnormal pada otot-otot Miss V dan sekitarnya. Jadi, MIss V akan merasa tegang ketika kemasukan sesuatu atau bahkan hanya sedikit rangsangan dan sentuhan di sekitarnya. Vaginismus merupakan salah satu disfungsi seksual pada wanita. PEnyebabnya banyak, bisa disebabkan adanya gangguan pada selaput dara, infeksi daerah sekitar Miss V yang menyebabkan luka, dan lainnya. Untuk mengatasinya, konsutasikan dengan ahli ginekologi karena pada umumnya wanita yang mengalami gangguan ini memerlukan terapi fisik dan psikologis. Melakukan senam Kegel juga bermanfaat untuk melemaskan otot-otot sekitar Miss V.

Varises Vagina

Varises tak hanya terjadi di kaki saja, Miss V juga bisa mengalaminya. Varises vagina (vulvar varicosity) terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah di area vagina dan sekitarnya. Gejalanya berupa tonjolan berwarna kebiruan serta rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Hal ini biasanya dialami oleh ibu hamil (terutama pada kehamilan kedua), karena berat uterus bertambah serta volume darah juga meningkat sehingga menyebabkan adanya tekanan pada pembuluh darah vena. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan berenang. Berenang dapat mengurangi tekanan dari uterus pada pembuluh vena serta meningkatkan sirkulasi darah. Jika kondisi masih berlanjut setelah melahirkan atau mengalami varises vagina meskipun tidak hamil, segera konsultasikan ke dokter.

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh organisme parasit yang disebut Trichomonas vaginalis. Meskipun pria juga dapat tertular penyakit ini, wanita lebih rentan mengalaminya. Gejala yang muncul berupa adanya cairan berwarna kekuningan dari vagina yang disertai bau amis, iritasi di sekitar area Miss V. Namun terkadang penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Biasanya dokter akan memberi antibiotik pada pasien yang menderita ini dan pasangannya, untuk menghentikan penyebaran.
source: http://clickinfo.com.ng/?p=1117

Vulvodynia

Merupakan rasa nyeri yang timbul di area sekitar Miss V yang tidak disebabkan karena bakteri atau kelainan medis lainnya. Kemungkinan penyebabnya antara lain karena adanya inflamasi, kelainan hormon, atau kelainan saraf di sekitar Miss V. Hal ini dipicu oleh penggunaan pakaian dan pakaian dalam yang terlalu ketat, berolahraga terlalu berat dan bahkan hubungan intim. Jika mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter dan dokter akan menyarankan apa yang harus kamu lakukan untuk mengurangi rasa sakit tersebut atau mengatasinya.

Benjolan

Adanya benjolan pada Miss V dapat terjadi karena ingrown hair. Hal ini disebabkan karena metode mencukur atau waxing yang dilakukan kurang tepat sehingga menyebabkan adanya rambut tumbuh ke dalam. Namun, benjolan pada Miss V juga dapat menjadi indikator adanya kista Bartholin. Pada vagina terdapat 2 kelenjar Bartholin yang memproduksi cairan pelumas. Jika saluran kelenjar ini tersumbat akan membengkak sehingga timbul benjolan. Segera hubungi dokter untuk ketentuan lebih lanjut.