Menurunkan Kesuburan

Penelitian yang pernah dilakukan di Korea pada tahun 2013, menyimpulkan bahwa wanita yang tidur selama 7 hingga 8 jam sehari memiliki tingkat fertilitas yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur selama 9 hingga 11 jam perhari. Namun meskipun demikian, belum diketahui hubungan sebab akibat yang pasti. Menurut seorang endokrinologi reproduksi Dr. Evan Rosenbluth yang dikutip dari huffingtonpost.com, kebiasaan tidur dapat mengubah ritme sirkadian, sekresi hormon, dan siklus menstruasi.
source: http://www.huffingtonpost.com/2015/02/16/sleeping-too-much-health_n_6672274.html
We know that sleep habits can certainly alter circadian rhythms, hormone secretions and menstrual cycles.
source: http://www.huffingtonpost.com/2015/02/16/sleeping-too-much-health_n_6672274.html

Risiko Obesitas

Tak hanya kurang tidur saja yang dapat menyebabkan obesitas, kelebihan tidur juga dapat memicu kenaikan berat badan. Penelitian di Quebec menunjukkan bahwa orang dewasa yang kurang atau lebih banyak waktu tidurnya, mengalami kenaikan jumlah berat badan lebih banyak selama 6 tahun, daripada mereka yang tidur 7 hingga 8 jam perhari.
source: http://www.huffingtonpost.com/2015/02/16/sleeping-too-much-health_n_6672274.html
People who slept nine to 10 hours each night were 25 percent more likely to have gained 5 kilograms over the study period, even after controlling for food intake and physical activity.
source: http://www.huffingtonpost.com/2015/02/16/sleeping-too-much-health_n_6672274.html

Risiko Penyakit Jantung

Penelitian yang dilakukan di Amerika pada tahun 2012 membuktikan bahwa tidur selama 8 jam atau lebih dapat meningkatkan risiko gangguan jantung seperti angina (chest pain) dan gangguan arteri koroner. Angina adalah adanya rasa nyeri di sekitar dada hingga leher yang disebabkan karena kurangnya pasokan darah bersih mengandung oksigen yang mengalir ke otot jantung.
source: http://www.businessinsider.com/heath-hazards-of-oversleeping-2012-10?IR=T&r=US&IR=T#oversleeping-increases-the-risk-of-heart-disease-6
The study was performed by researchers at the Chicago Medical School. They studied data from a survey given to 3,019 patients over the age of 45. The data showed that people who overslept were twice as likely to have chest pain and 1.1 times more likely to have coronary heart disease.
source: http://www.businessinsider.com/heath-hazards-of-oversleeping-2012-10?IR=T&r=US&IR=T#oversleeping-increases-the-risk-of-heart-disease-6

Memperparah Depresi

Tak hanya insomnia, kelebihan tidur juga dapat menyebabkan depresi, lho. Jika kamu sedang mengalami depresi dan terlalu banyak tidur, maka hal ini dapat membuat tingkat depresimu semakin buruk. Oleh sebab itu, tidurlah secara teratur untuk memperbaiki mood.
source: http://manxmarche.com/2014/10/24/this-thing-called-rumination-how-to-do-it-better/
Need another reason not to overdo the ZZZs when you're blue? In certain instances, sleep deprivation can have a temporary antidepressant effect.
source: http://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/physical-side-effects-oversleeping?page=

Sakit Punggung

Tidur terlalu lama dapat menyebabkan otot punggung terasa kaku. Ditambah dengan posisi tidur yang salah, maka rasa kaku atau bahkan kram otot dapat berlangsung lebih lama. Jika kamu memiliki riwayat sakit punggung sebelumnya, maka tidur terlalu lama akan memperburuk kondisi sakit punggungmu. Hal ini disebabkan karena ketika kita tidur, punggung akan tertekan dan semakin lama punggung tertekan akan semakin kaku ketika kita bangun tidur.
source: http://www.livestrong.com/article/345732-stretches-for-upper-back-pain-relief/