Bagi sebagian orang, saat-saat paling nyaman bagi pasangan suami istri adalah saat keduanya terlelap tidur di dalam pelukan pasangan. Namun bagi sebagian orang, kondisi ini merupakan sesuatu yang dihindari. Karena tak semua pasangan memiliki kebiasaan tidur yang sama dan bisa toleransi dengan kebiasaan tidur pasangannya. Banyak kasus istri tak bisa tidur karena pasangannya yang mendengkur. Kebiasaan di saat tidur juga bisa menjadi faktor pengaruh, misalnya lampu harus dalam keadaan mati dan tidak ada suara berisik sama sekali.
source: http://www.rolereboot.org/sex-and-relationships/details/2013-04-my-husband-and-i-sleep-in-separate-beds
Terlepas dari itu semua, manusia membutuhkan tidur yang berkualitas untuk menjaga kestabilan emosional dan kesehatan jasmani sehari-hari. Jika suami istri tak bisa tidur dengan baik saat tidur bersamaan, ahli pskilogi menyarankan untuk tidur secara terpisah. Kisah beberapa wanita di bawah ini merupakan beberapa cerita dari pasangan yang memutuskan untuk tidur terpisah.

Pasangan Dengan Kebiasaan Berbeda

Suami Tori memiliki kebiasaan tidur dengan TV dan lampu menyala, sedangkan dirinya tak bisa tidur jika ada suara berisik atau cahaya lampu menyala. Sempat mengalami insomnia, kedua pasangan ini terlibat pertengkaran akibat kebiasaan tidur yang berbeda. Kini, mereka tidur di ruangan yang berbeda dan tetap meluangkan waktu untuk menjaga kemesraan sebelum tidur. Tori merasa hubungannya dengan suaminya lebih baik dibandingkan dulu.

Suami yang Mendengkur dan Istri Mudah Terbangun

Laura mudah terbangun jika mendengar suara di saat tidur. Sebaliknya, sang suami selalu tidur sambil mendengkur. Apalagi kini mereka memiliki anak dan Laura sering merasa lelah karena mengurus anak serta tak mendapat tidur yang cukup. Setelah tidur terpisah, Laura mengaku memiliki hubungan yang lebih baik dan merasa lebih bahagia dengan keluarganya.

Jam Kerja Suami yang Tak Menentu

Tak semua orang memiliki jam kerja yang teratur. Pada kasus yang dialami Mary, suaminya kerap pulang pada jam yang tidak teratur. Tak jarang, suaminya harus pulang jam 2 pagi dan membuatnya terbangun. Kalau sudah terbangun, Mary sulit tidur kembali. Setelah memutuskan tidur terpisah, Mary tak harus terbangun di tengah malam saat suaminya baru pulang kerja. Bahkan, terkadang anaknya ikut tidur bersamanya.

Sisi Positif

Mari kita lihat dari sisi positifnya terlebih dulu. Jika seseorang tak bisa tidur dengan cukup, tentu tubuh akan terasa lemas dan kurang energi keesokan harinya. Tak hanya itu, mood juga akan mudah berubah-rubah. Padahal dalam rumah tangga yang harmonis, suami istri harus dapat menyikapi segala macam permasalahan dengan kepala yang dingin.
source: http://www.huffingtonpost.com/2013/08/07/sleep-study_n_3721615.html
Tidur pisah ranjang, atau bahkan pisah kamar bisa menjadi hal yang menguntungkan kedua belah pihak. Apalagi jika kebiasaan tidur salah satu pihak dapat merugikan kenyamanan tidur pasangan. Dengan tidur secara terpisah, kedua pihak dapat melakukan kebiasaan mereka tanpa mengganggu pasangannya. Selain itu, kedua belah pihak tentu akan mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Sisi Negatif

Tidur terpisah dari pasangan dapat berpotensi membuka pintu pada berbagai macam masalah. Apalagi keintiman pasangan berisiko menjadi berkurang secara signifikan. Hubungan suami istri biasanya dimulai ketika kedua pasangan bercengkerama secara dekat. Namun jika pasangan tidur terpisah, kesempatan untuk mempererat hubungan akan hilang.
source: https://quotesgram.com/lack-of-sleep-funny-quotes/
Belum lagi, tidur terpisah umumnya dipandang negatif oleh keluarga dan teman-teman karena identik dengan hubungan yang tidak harmonis. Walaupun awalnya hubungan terasa harmonis, ada kemungkinan kedekatan di antara pasangan suami istri semakin berkurang sehingga menimbulkan pertengkaran.

Solusi yang Menguntungkan Kedua Pihak

Apakah kamu juga sedang mengalami permasalahan tidur seperti pasangan-pasangan di atas? Sebelum kamu khawatir akan anggapan negatif orang lain, simak kembali permasalahanmu. Apakah kamu bisa tidur lebih baik setelah memutuskan tidur terpisah dari suami? Apakah suamimu memiliki kualitas tidur yang sama baiknya denganmu? Apakah keintiman kalian berkurang?

Jika kamu memiliki kualitas tidur yang lebih baik setelah tidur terpisah dari suami, bisa jadi faktor kenyamanan dalam tidur berperan besar dalam kesehatanmu. Namun sebaliknya, cek pula bagaimana keadaan suamimu. Jika kalian berdua sama-sama memiliki kualitas tidur yang lebih baik, jangan pedulikan anggapan orang lain. Karena yang terpenting adalah keharmonisan hubungan bersama pasangan dan kesehatan tubuh kita.
source: http://www.telegraph.co.uk/men/relationships/10669745/Sleeping-in-separate-bedrooms-is-paradise.html