Selain keindahan pantainya, Lombok memiliki berbagai adat unik yang menjadi akar dari tradisi dan nilai masyarakat asli. Selain itu, adat tersebut juga dipertunjukkan untuk menarik wisatawan lokal dan luar negeri untuk berkunjung ke Lombok. Yuk, cari tahu adat unik apa saja yang ada di Lombok yang menarik untuk disaksikan.

Rebo Bontong/Rabu Bontong
Salah satu adat unik dari Lombok yang terkenal adalah Rebo Bontong. Rebo Bontong ini merupakan upacara adat yang diadakan masyarakat Pringgabaya di Pantai Ketapang Pringgabaya setiap tahun. Tujuannya adalah untuk menolak bala atau malapetaka.
 
Oleh pemerintah, upacara Rebo Bontong dijadikan sebagai festival wisata tahunan di Pantai Tanjung Menangis dan Pantai Ketapang di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Upacara adat ini biasanya diadakan pada hari Rabu terakhir, tepatnya minggu terakhir di bulan Safar.

Periseian/Peresean
Jika Anda melihat dua orang yang sedang bertanding menggunakan sebilah rotan yang dilapisi dengan pecahan kaca yang halus dan juga aspal di festival budaya Lombok, artinya Anda sedang menyaksikan adat Periseian atau Peresean.

Periseian atau Peresean adalah tradisi kesenian bela diri yang telah ada sejak zaman kerajaan di Lombok. Pada awalnya bela diri ini merupakan latihan perisai dan pedang untuk para prajurit yang akan berangkat ke medan perang.

Selain sebagai ajang untuk menguji keberanian dan ketangguhan kaum lelaki, festival tahunan ini juga digunakan sebagai salah satu daya tarik wisatawan lokal dan luar negeri untuk berkunjung ke Kabupaten Lombok Timur.

Perang Topat/Ketupat
Adat unik lainnya yang jangan sampai dilewatkan ketika berkunjung ke Lombok adalah Perang Topat atau Ketupat. Adat ini merupakan simbol perdamaian yang menunjukkan kebersamaan dan persatuan antara umat Islam dan umat Hindu yang ada di Pulau Lombok.

Perang Topat ini diadakan di Pura Lingsar, Kabupaten Lombok. Setiap bulan purnama ketujuh menurut penanggalan Suku Sasak, perang topat ini diadakan. Pada sore hari setelah salat asar, puncak perayaan perang ini terjadi.
 
Dua umat yang memiliki perbedaan kepercayaan melakukan prosesi yang disebut upacara Puja Wali. Tujuannya adalah sebagai wujud rasa syukur atas limpahan berkah yang diberikan oleh Tuhan.

Bau Nyale

Festival Bau Nyale merupakan pesta perburuan cacing laut yang diadakan setiap tahun. Nyale sendiri merupakan cacing yang hidup di dasar laut, terutama di lubang batu karang. Festival ini dilakukan setiap tanggal dua puluh pada bulan kesepuluh menurut penanggalan Sasak. Biasanya festival ini diadakan pada bulan Februari atau Maret.

Bau Nyale memiliki nilai tradisi yang tinggi buat Suku Sasak. Adapun kisah Bau Nyale berawal dari cerita seorang Putri yang bernama Tonjang Baru. Putri cantik ini dipanggil Putri Mandalika. Banyak pangeran yang meminangnya karena terpesona dengan kecantikannya.

Putri Mandalika tidak bisa menerima atau menolak salah satunya karena akan mengakibatkan peperangan. Saat itulah, pada tanggal 20 bulan kesepuluh Putri Mandalika memutuskan untuk menceburkan dirinya ke laut. Bagi masyarakat Sasak, Nyale ini merupakan perwujudan dari Putri Mandalika.
 
Bagaimana, menarik bukan adat unik di Lombok? Yuk, jadi saksi secara langsung keunikan festival tahunan adat budaya di Lombok. Rencanakan liburan Anda bersama keluarga ke sana dengan melakukan booking tiket pesawat ke Lombok melalui Airy. Dapatkan juga harga murah tiket Citilink untuk ke Lombok dan rute penerbangan ke seluruh wilayah Indonesia.
 
Anda bisa memesan tiket pesawat di situs web Airy, android app, dan iOS app. Dapatkan juga kemudahan dalam cara pembayaran. Untuk mendapatkan informasi yang lebih detail, hubungi Customer Care Airy di 0804 111 2479.