Apakah Wax Aman Dilakukan di Rumah?

Jika kamu melakukan semuanya sesuai prosedur, maka waxing dapat dilakukan secara aman di rumah. Namun ingat, lakukan percobaan terlebih dahulu untuk mengetahui alergi tidaknya kulitmu. Jika lapisan kulitmu ada yang robek ketika menarik wax kamu bisa mengalami risiko infeksi atau luka.
source: http://www.gracenglamour.com/waxing-at-home/

Kulit Menjadi Lebih Sensitif

Setelah proses waxing, kulit menjadi lebih sensitif, terutama oleh suhu panas. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari kegiatan berjemur atau bermain di pantai di siang hari terlalu lama, dan juga mandi sauna. Hindari juga mengeksfoliasi kulit terlalu keras dengan scrub kasar karena akan melukai kulit sensitifmu.

Kulit Kering Membuat Bulu Juga Kering

Sebelum melakukan wax, pastikan kulitmu dalam keadaan lembab. Jika kulitmu kekurangan air, maka hal yang sama juga terjadi pada bulu-bulu halusmu. Bulu-bulu halus yang cenderung kering rawan patah ketika di-wax. Kamu tidak mau rambutmu tumbuh kembali lebih cepat, bukan? Oleh sebab itu, pastikan kulitmu selalu ternutrisi dengan baik agar hasil wax juga memuaskan.
source: http://www.propermoose.com/blog/

Numb Cream Mengurangi Rasa Sakit

Mengoleskan numb cream setengah jam sebelum proses waxing dilakukan dapat mengurangi rasa sakit. Rasa sakit ketika waxing juga dapat diminimalisir jika dilakukan dengan prosedur yang benar dan penarikan yang sangat cepat.

Waxing Lebih Ampuh Dibanding Mencukur

Mencukur akan membuatmu bebas dari bulu halus namun ia akan tumbuh kembali dalam beberapa hari. Waxing memang tidak dapat menghilangkan bulu secara permanen, namun bulu halus baru mulai tumbuh sekitar 2 minggu kemudian. Lebih lama dibandingkan mencukur, bukan?
source: http://healthnbodytips.com/waxing-vs-shaving-one-better.html/

Terkadang Muncul Reaksi yang Berlebihan

Paska waxing, biasanya akan muncul iritasi pada kulit karena kulit menjadi lebih sensitif. Ini adalah reaksi wajar dan bisa diatasi dengan aloe gel. Namun, jika sampai muncul jerawat kecil berisi nanah di sekitar area paska waxing, itu tandanya folikel rambutmu mengalami inflamasi. Gejala ini disebut folikulitis. Folikulitis bisa terjadi karena adanya bakteri ketika waxing sehingga menimbulkan infeksi. Jika kamu mengalaminya, segeralah mengunjungi ahli dermatologi.
source: http://www.niwproject.eu/proj/acneniw/11978-pimples-down-there-after-waxing-lemon-treatment-juice/

Semakin Sering Wax Semakin Sedikit Bulu yang Tumbuh

Waxing dapat merusak folikel rambut, sehingga semakin sering kamu melakukan waxing maka folikel akan berhenti memproduksi rambut. Oleh sebab itu, bulu-bulu halus yang tumbuh menjadi jarang. Hal ini tentu saja tidak berlangsung instan, namun perlu waktu hingga beberapa tahun lamanya. Yang jelas, setiap kali kamu melakukan waxing, rambut yang tumbuh akan lebih sedikit dari sebelumnya.

Pori-Pori Menjadi Terbuka

Pori-pori kulit juga menjadi lebih terbuka setelah melakukan waxing sehingga rawan terkena infeksi. Oleh sebab itu, kamu harus menjaga kebersihan di area ini.

Apakah Waxing Menimbulkan Rasa Sakit?

Waxing menimbulkan rasa sakit, namun seberapa besar sakitnya berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Jika kamu termasuk yang memiliki tipe kulit sensitif, mungkin akan terasa sakit. Jika kamu ingin melakukan waxing pada bulu-bulu di sekitar wajah namun wajahmu berjerawat, sebaiknya hindari waxing untuk kemungkinan terburuknya. Pilihlah metode laser agar lebih aman. Sebaiknya juga konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli dermatologi.
source: http://www.medicinenet.com/common_food_allergy_triggers_pictures_slideshow/article.htm

Harga Lebih Terjangkau Dibanding Metode Laser

Harga perawatan waxing jauh lebih terjangkau dibanding metode laser karena metode laser mampu menghilangkan bulu secara permanen, sedangkan waxing tidak. Meskipun demikian, seperti yang telah disebutkan di atas bahwa waxing dapat mengurangi tumbuhnya intensitas bulu-bulu halusmu secara bertahap, maka tidak ada salahnya mencoba waxing.