1. Buat Agar Luka Dapat Bernafas

Hindari mengoleskan krim, minyak, atau vitamin E kapsul untuk menutupi daerah yang terluka apalagi jika luka masih basah. Karena zat-zat ini memiliki tekstur oklusif yang dapat menghambat penyembuhan di tahap awal. Pada tahap ini, kulit sedang berusaha untuk menjalankan proses penyembuhan pada lukamu. Cairan yang dikeluarkan oleh kulit pada saat terjadi luka sudah cukup untuk menyembuhkan luka selama beberapa hari.
source: http://www.answers.com/article/1275676/six-topical-medication-vehicles-and-their-purpose

2. Hindari Kontak Dengan Air

Usahakan agar luka tidak terkena air selama beberapa waktu. Jika luka berada dalam keadaan basah untuk waktu yang lama, hal ini dapat menghambat proses pembentukan sel kulit baru di area sekitar luka. Saat mandi, lindungi lukamu dengan plastik agar tidak terkena cipratan air.
source: https://www.healthtap.com/topics/how-to-prevent-nose-sweating

3. Selalu Jaga Kebersihan Luka

Jagalah selalu kebersihan daerah yang terjadi luka agar tidak terkontaminasi oleh bakteri dan menyebabkan infeksi. Kamu bisa menggunakan gentle cleanser untuk membersihkannya, tapi jangan terlalu sering. Hindari melakukan scrubbing pada area yang terluka.
source: http://www.allure.com/beauty-trends/blogs/daily-beauty-reporter/2012/11/how-to-use-face-wipes.html

4. Hindari Plester yang Terlalu Tebal

Setelah luka dibersihkan, selalu tempel dengan plester yang tipis. Pilihlah jenis plester yang breathable sehingga luka bisa bernafas dan mendapatkan sirkulasi udara yang baik untuk mempercepat proses penyembuhan.
source: http://biyo-geka.jp/shimi/co2fractional/

5. Gunakan Cairan Antiseptik

Jika kamu khawatir terjadi infeksi, gunakan cairan antiseptik yang dapat dibeli di apotek. Kamu juga bisa menggunakan plester yang sudah mengandung antiseptik untuk menjaga kulit di sekitar luka dalam keadaan lembab dan bebas bakteri.
source: http://lukagangren.com/tips-perawatan-luka-gangren-diabetik-agar-sembuh-total-tanpa-bekas-luka/

6. Manfaatkan Antioksidan

Antioksidan dapat merangsang produksi kolagen untuk kulit yang berguna untuk proses penyembuhan luka. Jika luka sudah mulai mengering, oleskan lotion atau serum yang mengandung antioksidan tipis-tipis. Kamu juga bisa mengoleskan krim yang berkhasiat untuk menyamarkan bekas luka.
source: http://www.baldwins.co.uk/beauty/face/moisturisers

7. Hindari Sinar Matahari

Sinar matahari dapat membuat bekas luka menghitam dan menjadi sulit hilang. Hindari mengoleskan sunscreen pada daerah yang terluka karena dapat mengandung bahan-bahan yang menyebabkan iritasi. Saat keluar ruangan, pastikan kamu mengenakan pakaian yang dapat menutupi lukamu dari paparan sinar matahari.
source: http://www.sheknows.com/beauty-and-style/articles/1015517/fashion-advice-how-to-layer-your-clothes

8. Ganti Plester Secara Berkala

Gantilah plestermu setiap malam dan setelah mandi untuk menjaga kebersihan dan kelembapan kulit di sekitar luka. Jika kulit di sekitar lukamu terlihat kering dan terasa gatal, oleskan pelembab dengan kadar ringan secara tipis-tipis. Menjaga agar kulit di sekitar luka tetap lembab dapat membantu proses penyembuhan. Namun perlu diingat, jangan sampai luka menjadi basah dan berair.
source: http://theeverydaygospel.com/2013/03/02/scars-pt-2/

9. Hindari Iritasi pada Kulit

Saat terjadi luka, kulit di sekitar luka akan ikut mengalami peradangan. Jadi hindari melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit seperti mencukur, waxing, atau mencabut bulu di sekitar luka.
source: http://www.goodhousekeeping.com/beauty/anti-aging/tips/a20754/mistakes-shaving-your-legs/

10. Perhatikan Kandungan Body Lotion

Hindari menggunakan body lotion yang mengandung bahan-bahan penyebab iritasi pada luka seperti pewangi yang terlalu kuat (buatan maupun alami), alkohol, peppermint, menthol, citrus, euycalyptus, cengkeh, kamper, dan berbagai jenis mint. Perhatikan komposisi body lotion sebelum menggunakannya pada kulit di sekitar lukamu.
source: http://www.findhomeremedy.com/effective-home-remedies-for-sunburns/