1. Benjolan di Pantat

Mungkin kamu menduga benjolan pada pantatmu adalah jerawat, tapi sebenarnya bukan. Benjolan ini disebabkan karena folikel rambut yang mengalami iritasi akibat gesekan oleh pakaian yang terlalu ketat. Bakteri juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.
source: http://www.skincare-univ.com/article/000342/
Solusi: Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat seperti legging saat berolahraga maupun skinny jeans. Gunakanlah celana yang lebih longgar di bawah pinggang untuk memperlancar sirkulasi udara di daerah pantat. Disarankan juga untuk menggunakan celana pendek yang memiliki cukup ruang untuk sirkulasi udara. Segera mandi dengan sabun antibakteri setelah berolahraga untuk mencegah benjolan timbul kembali. Kalau masih belum berhasil, temui ahli dermatologis untuk pemeriksaan dan rekomendasi antibiotik yang cocok.

2. Keringat Berlebih

Masalah ini bisa menyerang siapa saja yang disebabkan oleh faktor genetik. Daerah seperti telapak tangan, kaki, ketiak, bahkan wajah bisa menjadi sasaran dan mengeluarkan keringat secara berlebihan.
source: http://www.livestrong.com/article/538416-do-physically-fit-women-sweat-more/
Solusi: Selalu gunakan baju dengan bahan yang dapat menyerap keringat dengan baik. Gunakan juga deodorant yang berkualitas dan cocok untuk kulitmu. Jika deodorant yang dijual di pasaran tidak cukup baik, kamu dapat meminta dokter untuk memberikan resep deodorant yang khusus. Kalau keringat dirasa sangat mengganggu, suntikan botox juga bisa menghentikan permasalahan ini selama beberapa bulan.

3. Bulu Pada Puting

Semua orang memiliki bulu pada puting, namun hanya 30% dari populasi wanita yang bulunya terlihat jelas. Umumnya hal ini disebabkan oleh faktor genetik, namun pada kasus yang langka bisa juga disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.
source: http://totalcareclinic.com/blog/
Solusi: Umumnya bulu yang tumbuh hanya beberapa helai sehingga lebih baik dibiarkan. Kamu juga bisa menggunting maupun mencabutnya. Tapi hindari waxing karena bisa membuat daerah sensitif tersebut menjadi iritasi.

4. Bau Kaki

Kaki memiliki 250.000 kelenjar keringat yang dapat menyebabkan kakimu berkeringat. Walaupun keringat pada kaki umumnya tidak memiliki bau, lain cerita jika keringat bertemu dengan bakteri.
source: http://www.popsugar.com/fitness/Mosquitoes-Attracted-Smelly-Feet-18299138
Solusi: Cuci kakimu dengan sabun antibakteri setiap hari, pastikan untuk menggunting kuku kaki secara teratur, dan keringkan kaki dengan benar setiap selesai mandi. Pilihlah jenis sepatu yang dapat dilalui udara dengan baik dan bubuhkan baking soda di dalam sepatumu untuk menyerap bau serta membunuh bakteri. Pastikan kamu mencuci dan menjemur kaos kaki dengan bagian dalam menghadap keluar agar bakteri penyebab bau kaki hilang.

5. Pantat Gatal

Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya kebersihan. Namun membersihkan pantat dengan sabun yang terlalu keras atau tisu basah yang mengandung parfum juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.
source: http://netallica.yahoo.co.jp/news/20150723-00004910-skincare
Solusi: Pastikan kamu membersihkan daerah pantat setiap hari dengan sabun yang dapat menjaga keseimbangan pH dalam daerah kewanitaanmu. Hindari menggunakan produk-produk yang mengandung parfum atau pewangi buatan untuk membersihkan pantat seperti tisu, sabun, maupun tisu basah.

6. Jamur Pada Lipatan Payudara

Daerah yang lembab bisa menjadi tempat berkembangbiaknya jamur. Apalagi, semakin besar payudara yang kamu miliki, semakin besar resiko terkena jamur pada lipatan payudara. Kenapa? Karena jamur suka hidup di tempat yang gelap seperti pada lipatan payudaramu. Jika kulit di bawah lipatan payudaramu terlihat merah dan terasa gatal, besar kemungkinan kamu mengalami masalah ini.
source: https://antenna.jp/clipbook/1095616/
Keringkan seluruh tubuhmu termasuk lipatan payudara hingga tuntas setiap selesai mandi. Jika kamu sering berkeringat, oleskan juga bedak anti jamur untuk mencegah jamur tumbuh pada lipatan payudaramu.