Asam

Beberapa produk perawatan yang dirancang khusus untuk mengelupaskan sel-sel kulit terkadang dapat memberikan dampak negatif. Asam salisilat, kandungan yang biasanya dipakai untuk mengatasi jerawat dan kulit berminyak, merupakan salah satu penyebab munculnya reaksi alergi pada kulit di sebagian orang.
source: http://mimiyori-girls.com/article/3250
Selain asam salisilat masih ada beberapa jenis asam lainnya seperti retinoid topikal, yang membantu menormalkan pematangan sel kulit dan menstimulasi kolagen; asam glikolat, asam alfa hidroksi larut air yang merupakan bahan aktif di sebagian besar produk chemical peeling. Produk dengan kandungan tersebut jika digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi, kulit kering, kemerahan atau adanya sensasi terbakar pada kulit.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit dan ikuti petunjuk penggunaan secara hati-hati untuk produk dengan kandungan asam salisilat atau retinoid. Mulailah dengan menggunakan sedikit produk pada saat pertama kali pengaplikasian dan kemudian tambahkan jumlahnya sedikit-demi sedikit untuk mengetahui kadar yang dapat ditoleransi oleh kulit.

Aluminium

source: http://weheartit.com/entry/204262021/search?context_type=search&context_user=baghimien_&query=laying+down+in+grass
Jika ketiakmu mengalami kemerahan atau mengelupas setiap dioleskan deodorant atau antiperspirant, hal ini berarti kamu alergi terhadap kandungan aluminium yang biasanya terdapat di dalamnya. Aluminium banyak ditemukan pada produk deodorant dan antiperspirant karena dapat mengurangi keringat. Namun kandungan tersebut juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit berupa rasa gatal, kemerahan, dan bahkan terjadi pembengkakan. Pilihlah produk deodorant memiliki kadar aluminium lebih sedikit atau yang hanya menggunakan bahan alami di dalamnya.

Emollient

Kandungan yang satu ini cukup banyak ditemukan di berbagai produk kecantikan seperti lipstk, lotion, dan produk kosmetik lainnya. Emmolient atau biasa disebut juga dengan istilah moisturizer dapat menjaga kulit agar tetap lembab dan kenyal dengan menciptakan perlindungan khusus.
source: http://www.popsugar.co.uk/beauty/Body-Lotion-beauty-survery---how-often-do-you-use-body-moisturiser-1784366
Beberapa kandungan yang termasuk ke dalam emollient antara lain lanolin, coconut butter, cocoa butter, isopropyl palmitate, isostearyl isosterate, dan myristyl lactate. Meskipun kandungan ini dapat memberikan sensasi nyaman di kulit, emmolient dapat menjadi pemicu breakout pada jenis kulit yang rentan berjerawat. Bagi pemilik kulit sensitif atau cenderung berjerawat, sebaiknya pilihlah pelembab yang water-based dan non-comodogenic, yang akan membantu kulit mempertahankan kadar air tanpa menyumbat pori-pori.

Pewangi

Kandungan pewangi atau yang sering disebut dengan fragrance merupakan salah satu pemicu terjadinya alergi pada kulit. Fragrance yang dimaksud bukan mengacu pada produk minyak wangi atau parfum, melainkan senyawa kimia yang memberikan aroma pada produk.
source: http://www.coralswithblues.com/dos-and-donts-while-using-a-perfume/
Menurut penilitian yang dilakukan di University of Washington, lebih dari 20% populasi di Amerika rentan terhadap iritasi yang disebabkan oleh bahan pewangi sintetis. Selain itu, kandungan pewangi di dalam produk dapat menyebabkan ruam pada kulit, bahkan sakit kepala, batuk, sesak napas, dan gangguan pernapasan lainnya. Jika kamu merupakan salah satu orang yang sensitif terhadap wewangian, sebaiknya hindari produk yang tertera kata "fragrance" pada label, dan pilihlah produk yang bertuliskan "fragrance-free" sebagai alternatif.

Phthalate

source: http://weheartit.com/entry/206144102/search?context_type=search&context_user=InesFerreiraXXVIII&query=nail+polish
Sebuah bahan plasticizing yang biasanya dikategorikan sebagai DBP atau dibutyl phthalate ini paling sering digunakan di dunia kecantikan sebagai bahan dasar cat kuku agar teksturnya lembut dan tidak mudah rapuh. Penggunaan kandungan ini sudah dilarang di Eropa karena dianggap sebagai karsinogen dan kemungkinan penyebab cacat lahir, alergi berupa ruam dan eksim. Selalu perhatikan label kandungan pada saat membeli cat kuku, pilihlah produk yang berlabel "Phthalate-free formula" Beberapa produk cat kuku telah mengganti formula mereka guna menghindari penggunaan phthalate.

Sulfat

source: http://stylecaster.com/beauty-high/how-often-should-i-wash-my-hair/
Sodium laureth sulfate atau sodium lauryl sulfat merupakan deterjen yang digunakan di berbagai produk sampo, body wash, hingga sabun bayi. JIka kamu mengalami iritasi mata atau kulit yang cukup serius setelah pemakaian, mungkin sudah saatnya mengganti produk tersebut. Selain dapat menimbulkan reaksi alergi seperti ruam dan munculnya noda pada kulit, kandungan ini juga dapat menyebabkan kulit dan rambut kering.