1. Jerawat Disebabkan Oleh Wajah yang Kotor

Banyak orang mempercayai jerawat disebabkan oleh kulit wajah yang kotor. Mitos ini menyebabkan orang-orang merasa paranoid dan justru membersihkan wajah terlalu sering, bahkan dengan bahan-bahan yang terlalu keras. Padahal, hal ini bisa menyebabkan kulit menjadi iritasi, kering, dan kasar. Hati-hati karena terlalu sering membersihkan wajah justru dapat membuat kulit kering, lebih berminyak, bahkan timbul komedo akibat penyumbatan pori-pori.
source: http://www.examiner.com/article/oily-skin-don-t-strip-it-control-it-steps-to-control-oily-skin
Cukup bersihkan wajah 2 kali dalam sehari, di pagi dan malam hari. Penting untuk menjaga kebersihan wajahmu sebelum tidur dan tidak dilakukan secara berlebihan. Yang penting, gunakan pembersih wajah dan produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulitmu.

2. Cokelat Menjadi Penyebab Jerawat

Ini bisa menimbulkan salah persepsi yang membuat orang-orang menghindari cokelat. Padahal biji cokelat mengandung kadar antioksidan tinggi yang justru baik bagi kecantikan kulitmu. Biasanya orang-orang memakan milk chocolate dengan kadar gula dan lemak hewani yang tinggi serta dicampur dengan berbagai jenis kacang-kacangan. Inilah yang bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat.
source: http://allweightlossinfo.net/images/Does%20Chocolate%20Cause%20Acne?%20A%20Top%20Dermatologist%20Gives%20Us%20...
Jika kamu ingin makan cokelat, pilihlah dark chocolate dengan kadar kakao tinggi untuk memperoleh manfaatnya bagi kecantikan kulit. Hindari konsumsi milk chocolate dengan kadar gula tinggi karena justru tidak baik bagi kecantikan kulitmu.

3. Makanan Berminyak Bisa Memicu Jerawat

Bertentangan dengan kepercayaan orang banyak, memakan makanan berminyak tidak berpengaruh langsung pada produksi minyak (sebum) pada wajah. Memang kulit mengambil asam lemak dari makanan yang kita makan untuk memproduksi asam lemak sendiri, tetapi mengkonsumsi makanan yang mengandung asam lemak tidak membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak. Asam lemak berlebih di dalam tubuh yang tidak digunakan bukan dikeluarkan melalui pori-pori wajah, tapi akan disimpan dalam tubuh atau dikeluarkan secara alami saat pembuangan.
source: http://www.lazada.co.th/fry-king-fr-15-304395.html
Lingkungan, perubahan hormon, dan gaya hidup turut andil dalam memproduksi minyak dan bakteri yang menjadi pemicu timbulnya jerawat. Tentu saja kamu perlu membatasi konsumsi makanan yang digoreng, tapi tidak akan berdampak signifikan pada berkurangnya jerawat.

4. Produk Susu Adalah Dalangnya Jerawat

Banyak orang terbukti mengalami peningkatan pada kulitnya setelah mengurangi konsumsi susu, keju, dan yoghurt. Penelitian telah membuktikan bahwa hormon yang terkandung di dalam susu secara alami memang mempengaruhi keseimbangan hormon di dalam tubuh kita yang dapat menjadi pemicu jerawat. Hal ini memang terjadi pada sebagian orang. Tapi belum tentu semua orang mengalami hal yang sama.
source: http://www.express.co.uk/life-style/health/523130/Why-you-should-give-up-milk-and-dairy
Cobalah lakukan eksperimen sendiri dengan cara mengurangi atau menghentikan sama sekali konsumsi susu, keju, yoghurt dan produk makanan yang mengandung susu. Lanjutkan selama 4-6 minggu dan lihat hasilnya. Jika memang tidak timbul jerawat, berarti memang produk susu berpengaruh pada hormon di dalam tubuhmu. Tapi jika tidak ada perubahan, berarti produk susu tidak mempengaruhi hormon di dalam tubuhmu.

5. Pasta Gigi Bisa Menyembuhkan Jerawat

Banyak sekali cara menyembuhkan jerawat dengan ramuan rumahan, salah satunya dengan menggunakan pasta gigi yang dipercaya dapat mengeringkan jerawat dalam semalam. Tapi, membiarkan pasta gigi menempel pada wajahmu semalam tidak baik untuk kulitmu. Kebanyakan pasta gigi mengandung menthol yang dapat menyebabkan rasa gatal dan radang pada kulit. Saat kamu menempelkan pasta gigi pada jerawat, tentu akan terasa sensasi dingin yang menyegarkan, tapi sebenarnya ini bukanlah pertanda pasta gigi sedang bekerja mengeringkan jerawat.
source: http://www.bustle.com/articles/62836-does-toothpaste-for-acne-really-work-7-kinda-crazy-home-remedies-for-pimples-plus-how-effective-each
Jika kamu tetap ingin menggunakan cara ini, pastikan pasta gigi yang kamu gunakan tidak mengandung bahan-bahan yang keras pada kulit seperti menthol. Jangan biarkan pasta gigi menemel pada jerawat selama semalaman, cukup tempelkan selama 20 menit agar tidak menimbulkan iritasi pada kulitmu.

6. Memencet Jerawat Dapat Mempercepat Penyembuhan

Banyak orang kerap kali memencet jerawat agar lebih cepat kering dan sembuh. Padahal sebenarnya tidak! Memencet jerawat justru dapat mengakibatkan iritasi, infeksi pada kulit, dan bekas jerawat susah hilang. Saat kamu memencet jerawat, itu berarti kamu memaksa bakteri-bakteri yang berada di dalam pori-pori wajah masuk ke dalam folikel kulit yang menyebabkan infeksi. Walaupun isi jerawat terlihat keluar, kenyataannya kamu justru membuat bakteri-bakteri di dalamnya menyebar lebih jauh ke dalam lapisan kulitmu.
source: http://www.healthxchange.com.sg/healthyliving/SkinBeauty/Pages/What-Causes-Acne-and-Pimples-in-Teenagers.aspx
Memencet jerawat bisa menyebabkan kulitmu memerah, bahkan menjadi kista jika keadaan kulitmu sudah parah. Sebelum semuanya terlambat, selalu jauhkan tanganmu dari wajah saat berjerawat dan jangan pernah memencet jerawat.

7. Membiarkan Jerawat

Mungkin kamu percaya jerawat akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu dilakukan sesuatu. Padahal kamu bisa mencegah jerawat bertambah parah dan meninggalkan bekas permanen jika dilakukan treatment di langkah awal. Merawat kulit wajah seperti biasa seperti saat jerawat tidak ada juga bisa memperparah keadaan, padahal kulitmu membutuhkan lebih dari itu.
source: http://makeupandbeauty.com/10-quick-ways-to-treat-acne/
Saat jerawat mulai muncul, segera lakukan spot-treatment yang dapat mencegah jerawat menjadi meradang. Saat jerawat sudah mulai mengering, tetap lakukan treatment hingga bekas jerawat benar-benar menghilang. Cara ini terbukti dapat mencegah bekas jerawat membandel yang sulit hilang.
Itulah beberapa mitos tentang jerawat yang sering kita dengar. Apakah kamu juga mempercayai salah satu mitos di atas?