Akhir-akhir ini banyak sekali produsen kosmetik pendatang baru yang muncul di pasaran dengan berbagai macam iming-iming ini dan itu. Hal ini membuat tak sedikit orang tergoda untuk mencobanya, dengan harapan mendapatkan kulit yang sempurna seperti model iklan kosmetik tersebut. Masing-masing produk memiliki keunggulan dengan kandungan bahan yang menjadi andalannya. Namun, tahukah kamu bahwa tak sedikit kandungan kosmetik berbahaya yang dapat memberikan efek jangka panjang, baik dalam bidang kesehatan maupun kecantikan itu sendiri? Untuk itu, kamu perlu tahu kandungan kosmetik apa saja yang sebaiknya dihindari. Berikut kandungan kosmetik yang berpotensi membahayakanmu.

1. Paraben

Paraben ini hampir ada di setiap produk kosmetik. Paraben berfungsi sebagai pengawet untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri pada kosmetik sehingga produk kosmetik dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Paraben terdiri dari 4 jenis, yaitu: etil paraben, metil paraben, butil paraben, dan propil paraben. Paraben dapat meresap melalui sel-sel kulit sehingga akan merembes masuk ke organ tubuh lainnya. Paraben ini bersifat racun dan dapat memicu kanker.
source: http://www.totalbeauty.com/content/gallery/dangerous-ingredients-in-cosmetics
Selain itu, paraben juga dapat meningkatkan kadar esterogen dalam darah sehingga meningkatkan risiko kanker payudara apabila digunakan dalam jangka panjang. Namun, jika digunakan dalam batas wajar, paraben masih dinilai aman karena sangatlah sulit menemukan produk kosmetik yang tidak mengandung paraben.

2. Merkuri

Biasanya merkuri terkandung pada produk skincare yang bersifat memutihkan. Jika produk skincare-mu mampu memberikan hasil kulit putih dalam waktu yang singkat, perlu dicurigai apakah produk tersebut mengandung merkuri atau tidak. Sama seperti paraben, apabila dioleskan ke permukaan kulit, merkuri akan meresap ke pembuluh darah, namun jauh lebih berbahaya daripada paraben.
source: http://shashikallada.com/2013/01/20/minamata-convention-new-legally-binding-mercury-rules/
Merkuri adalah logam berat yang sangat berbahaya bagi tubuh walaupun hanya dalam konsentrasi yang sangat sedikit sekali. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan saraf dan jaringan kulit, iritasi pada kulit, kerusakan organ tubuh lainnya seperti ginjal dan otak. Jika digunakan pada ibu hamil, maka dapat menyebabkan gangguan pada janin.

3. Phthalate

Merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk melunakkan plastik. Dalam bidang kosmetik, ada 3 macam phthalate yang digunakan, yakni:
1. Dibutyl phthalate, kandungan ini dapat kita jumpai pada cat kuku.
2. Diethyl phthalate, kandungan ini biasanya terdapat pada lotion dan parfum.
3. Dimethyl phthalate, pada hair spray.
Phthlate dapat menganggu fungsi kerja endokrin dan dikaitkan dengan kanker payudara, perkembangan payudara dini pada anak perempuan, serta berpotensi menimbulkan cacat pada janin.
source: http://www.chem.info/news/2015/06/use-phthalates-wanes-chemical-companies-race-find-alternatives
Namun sayangnya, sering kali phthalate tidak disebutkan secara jelas pada kandungan kosmetik karena biasanya ditambahkan ke pewangi. Oleh sebab itu, lebih baik menghindari bahan kosmetik yang mengandung pewangi buatan. Biasanya phthalate juga terkandung pada deodoran dan pelembab. Selain itu, phthalate juga dapat menyebabkan gangguan pada lever dan jantung serta penurunan jumlah sperma pada pria.

4. Triclosan

Triclosan adalah antibakteri sintetis yang termasuk pestisida sehingga dapat berisiko tinggi terhadap manusia dan juga lingkungan sekitar. Triclosan diklasifikasikan sebagai krorofenol, yaitu jenis bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker. Proses manufakturnya berpotensi menghasilkan dioksin, yaitu bahan kimia yang bersifat racun dan dapat merusak fungsi kerja hormon. Gangguan fungsi hormon dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan kronis, misalnya mengubah material genetik, menurunkan tingkat kesuburan dan fungsi seksualitas, serta cacat pada janin.
source: http://sites.psu.edu/siowfa15/page/30/
Triclosan biasanya terdapat pada pembersih antibakteri, pasta gigi, sabun, dan produk rumah tangga lainnya.