Facial adalah jenis perawatan kulit yang bertujuan mempercantik kulit sekaligus meremajakan sel-sel kulit di dalamnya. Banyak sekali jenis facial yang bisa dijadikan aktivitas rutin bagi setiap wanita. Namun penerapan metode terkait wajib disesuaikan pada tipe kulit. Sebabnya, setiap orang yang jenis kulit yang berbeda-beda, sehingga jenis facial pun harus disesuaikan pada kondisi kulit. Supaya lebih mudah mengenali tipe-tipe facial yang kini tersedia, yuk bedakan berdasarkan jenis kulit kamu!
Masker untuk Kulit Kering
Jenis kulit ini membutuhkan model perawatan yang berbeda-beda. Kulit yang kering cenderung kekurangan minyak alami, sehingga sangat rentan dehidrasi. Tanda-tanda yang sering nampak pada kulit kering ialah lapisan luar yang mudah mengelupas, bersisik, dan kadang-kadang kusam. Gangguan-gangguan tersebut semakin menyebabkan ketidaknyamanan di kulit wajah. Sedikit-sedikit harus cuci muka atau melapisinya dengan melembab. Selain itu, kulit wajah yang kering akan menyebabkan krisis kepercayaan diri.
Nah, model perawatan yang tepat ialah dengan menerapkan teknik exfoliation. Cara ini menggunakan enzim tertentu pada kulit wajah dengan tujuan mengelupas lapisan yang kering secara lembut. Bentuk konkritnya dengan menggunakan masker kulit wajah yang akan membantu memudahkan kulit wajah menyerap bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proses pengelupasan. Saat masker mulai mengeras, kulit wajah akan terasa lebih segar dan terhidrasi.
Teknik Exfoliation untuk Kulit Berminyak
Masalah kulit berminyak kerap dijumpai, terutama di wilayah tropis. Produksi kelenjar minyak yang berlebihan memicu sejumlah kotoran dari sisa riasan, polusi, debu, dan sebagainya yang kemudian menutup pori-pori. Kotoran-kotoran yang menutup pori-pori kulit wajah akan semakin mengeras seiring waktu dan menyebabkan flek, jerawat, atau gangguan kulit wajah lainnya.
Jenis facial yang disarankan untuk kulit wajah berminyak ini menggunakan teknik exfoliation dengan asam salisilat atau glikolat. Bahan-bahan tersebut akan diresapkan dalam kulit wajah untuk mencairkan tumpukan kotoran yang menutupi pori-pori. Teknik ekstraksi juga bisa membantu menghilangkan semua tumpukan kotoran yang melekat pada pori-pori pada jenis kulit berminyak. Namun teknik tersebut harus dilakukan oleh ahli dan tak boleh dilakukan sendirian di rumah.
Exfoliant untuk Kulit Kering & Berminyak
Kadang, area kulit wajah terbagi pada beberapa bagian yang kering dan berminyak. Jadi, sebuah teknik saja tak akan cukup untuk menerapkan metode facial. Nah, caranya dengan melakukan dua metode berbeda yang disesuaikan berdasarkan masing-masing jenis kulit. Penggunaan enzim atau exfoliant microdermabrasion akan bekerja dengan baik pada jenis kulit wajah ini. Metode ini akan diterapkan pada spa yang terlebih dahulu mengidentifikasi perbedaan jenis di area kulit wajah. Teknik ektraksi juga diterapkan, khususnya di area-area sempit untuk menerapkan proses hidrasi dan mencairkan sel-sel kolagen yang memadat.
Exfoliant untuk Kulit Sensitif
Facial untuk jenis kulit ini harus dilakukan secara hati-hati. Semua area permukaan kulit wajah membutuhkan teknik exfoliant yang bertujuan mengangkat sel-sel yang telah mati. Namun teknik ini harus dilakukan secara lembut supaya tidak menganggu sensitivitas kulit wajah. Pemakaian enzim untuk teknik pengelupasan akan bekerja dengan baik karena tidak akan menimbulkan iritasi. Produk yang akan digunakan juga tak boleh terlalu menyengat baunya supaya tak menimbulkan gangguan terkait iritasi.
Setelah menjalani facial berdasarkan jenis kulit, basuh kulit wajah sekali lagi dengan air segar. Gunakan toner untuk membantu proses pelembaban kulit wajah. Jika terbiasa beraktivitas di luar, gunakanlah produk pelindung kulit dari sinar ultra violet.
[Writer]
3