Penyebab Sebenarnya Bukan Cokelat!

Banyak kasus jerawat yang kabarnya dipicu karena terlalu banyak mengonsumsi cokelat. Padahal sebenarnya pemicu jerawat bukanlah cokelat itu sendiri, namun kandungan gula dan lemak yang terkandung di dalamnya. Sebenarnya buah kakao yang merupakan bahan dasar pembuat cokelat sendiri tidak mengandung rasa manis, bahkan cenderung pahit.
source: http://modernlifestyle.com/top-5-reasons-why-you-should-eat-chocolate/
Karena buah kakao ini sangat pahit dan tidak dapat dikonsumsi begitu saja, maka dicampurkan gula dan kandungan lemak seperti susu untuk membuat rasa yang enak. Kadar pahit dalam cokelat diatur sesuai kandungan gula dan susu yang digunakan agar sesuai dengan selera konsumen. Biskuit dan kue rasa cokelat juga mengandung gula yang memicu datangnya jerawat. Itulah sebabnya muncul pendapat bahwa jerawat bisa timbul akibat mengonsumsi cokelat.

Gula & Lemak dalam Cokelat

Jerawat timbul akibat pori-pori yang tersumbat. Di situlah gula dan lemak berperan. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

1) Menambah Produksi Sebum

Cokelat yang biasa dijual di pasaran rata-rata mengandung banyak gula dan lemak. Selain itu lemak yang terkandung dalam cokelat biasanya terbuat dari unsur hewani. Lemak hewani ini tidak baik bagi tubuhmu, jadi sebaiknya kamu menghindari konsumsi lemak yang satu ini.
source: http://www.ultimatefaceplace.com/what-is-sebum/
Gula dan lemak hewani dalam cokelat ini berpengaruh terhadap kelenjar minyak pada kulit. Akibatnya sebum akan diproduksi berlebihan sehingga pori-pori kulit akan penuh dan tertutup oleh sebum. Pori-pori yang tertutup mudah mengundang bakteri jerawat dan menjadi sarana mereka berkembang biak.

2) Kadar Kolesterol Meningkat & Menghambat Metabolisme

Kandungan gula dan lemak dalam cokelat bisa memicu kenaikan kadar kolesterol. Lemak nabati dalam cokelat mudah memicu naiknya kolesterol dan memberi efek buruk secara keseluruhan bagi tubuh. Naiknya kadar kolesterol akan menghambat aliran darah dan mengganggu metabolisme tubuh.
source: http://johnscreekfamilypractice.com/high-cholesterol/
Metabolisme tubuh yang buruk akan berpengaruh terhadap proses pergantian kulit yang seharusnya terjadi setiap 28 hari sekali. Proses ini akan akan melambat dan membuat sel kulit mati menumpuk. Jadi bukan hanya dari dalam, tapi pori-pori kulitmu akan tertutup dari luar.

Pilih Cokelat Dengan Kandungan Kakao Tinggi

Selain tidak memicu timbulnya jerawat, kakao yang menjadi bahan utama pembuatan cokelat ini mengandung cacao polyphenol yang sangat baik bagi kulit.

1) Lemak Asli Kakao Baik untuk Kulit

Lemak dalam kakao mengandung stearic acid, oleic acid, dan palmitic acid yang merupakan lemak baik serta tidak menimbulkan efek buruk bagi tubuh. Stearic acid berfungsi sebagai anti-bakteri, oleic acid membantu menurunkan kadar kolesterol, dan palmitic acid bisa menstabilkan vitamin A sehingga baik untuk menjaga keseimbangan kulit.
source: http://www.girlsaskguys.com/health-fitness/q1439735-why-do-we-asians-have-such-flawless-skin
Terlalu banyak mengonsumsi lemak memang tidak baik bagi kulit dan bisa menjadi pemicu timbulnya jerawat. Namun kakao yang merupakan bahan utama cokelat ini mengandung lemak baik yang justru baik bagi kulit. Jadi usahakan memilih cokelat dengan kandungan lemak dan gula paling rendah.

2) Kehebatan Cacao Polyphenol

Biasanya cokelat dibuat dari cocoa mass yang dihasilkan dari menumbuk buah kakao. Cacao mass ini kaya akan cacao polyphenol yang mengandung nutrisi penting bagi tubuh. Antara lain serat, kalsium, mineral, zat besi, dan zinc.
source: http://cyrace.com/top-5-heart-healthy-foods/
Polifenol memiliki fungsi anti-bakteri sehingga akan memberikan perlindungan terhadap kulitmu sekaligus bekerja sebagai anti-aging. Serat makanan dalam polifenol akan membantumu terbebas dari keluhan sembelit. Buang air besar secara rutin akan baik bagi kulit dan juga tubuhmu, lho!
source: http://nutrijournal.danone.com/en/articles/stories/how-do-our-emotions-control-our-appetite/
Mengonsumsi cokelat yang kaya akan polifenol ini juga disarankan bagi kamu yang menderita anemia karena kandungan zat besi akan membantumu terhindar dari anemia. Cacao polyphenol juga baik untuk meredakan stres, jadi daripada mengonsumsi kue-kue manis yang bisa memperburuk keadaan, lebih baik pilih cokelat untuk camilan pengusir stres. Namun tidak semua cokelat yang dijual di pasaran mengandung cacao mass, misalnya cokelat putih karena jenis cokelat ini dibuat dari lemak buah kakao.
source: http://royceconfectusa.com/portfolio/chocolatebarwhite/
Milk choco biasanya mengandung cacao mass, namun cenderung menggunakan banyak gula sehingga perlu kamu hindari karena bisa memicu kelebihan sebum. Jadi jika kamu mengalami masalah dengan jerawat, hindari konsumsi white choco dan milk choco, ya. Sebaliknya, pilih dark choco dengan kadar lebih dari 50% dan rasakan semua manfaatnya.