Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat tidak sedikit orang yang terjangkit demam, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Gejala seperti ini sering kali disebut gejala flu atau demam dan keduanya pun juga dianggap sama. Namun, flu dan demam sebenarnya berbeda. Mengapa demikian? Jika diilihat dari gejala penyakit, lama waktu penyebaran, dan efek yang ditimbulkan terhadap tubuh kita, kamu akan tahu perbedaanya.

1. Flu & Demam Disebabkan Oleh Virus

Flu dan demam adalah sama-sama gejala penyakit yang menyebabkan adanya infeksi pada saluran pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Kedua penyakit ini sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenisnya berbeda. Oleh sebab itu, obat untuk demam biasa tidak akan manjur untuk mengatasi flu.
source: http://www.webmd.com/cold-and-flu/ss/slideshow-cold-or-flu
Virus yang menyebabkan demam sangat banyak dikenali, namun yang paling sering adalah virus rhinovirus. Sedangkan untuk influenza atau flu, disebabkan oleh virus tipe A, B, dan C.

2. Gejala yang Ditimbulkan

Demam dan flu sebenarnya memperlihatkan gejala yang berbeda, karena pada dasarnya flu ini lebih berat daripada demam biasa. Jika demam biasa atau masuk angin, mungkin gejala yang timbul hanya sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk. Namun, untuk influenza, gejala yang ditimbulkan lebih serius. Tak hanya sakit kepala dan hidung tersumbat, namun juga tubuh yang menggigil disertai rasa nyeri di sekujur tubuh.
source: http://www.codral.com.au/cold-and-flu-symptoms
Oleh sebab itu, jika seseorang terserang demam, ia masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari, hanya perlu memakai masker. Namun bagi penderita flu, mereka bahkan tidak ingin beranjak dari tempat tidur. Selain itu, rasa letih juga akan dirasakan oleh penderita flu dalam beberapa minggu.

3. Penyebaran Flu & Demam

Karena sama-sama disebabkan oleh virus, maka cara penyebarannya pun juga sama. Ketika seseorang yang memiliki gejala flu atau demam bersin, dia akan mengeluarkan lendir. Lendir ini kemudian akan terbawa oleh angin sehingga menempel kemana-mana. Jika seseorang menghirup udara yang telah terkontanimasi oleh virus ini, maka dia juga bisa tertular. Tak hanya itu, karena virus tersebut juga bisa saja menempel di sembarang tempat, misalkan gagang pintu, maka siapa pun yang memegang gagang pintu tersebut berpotensi tertular virus flu atau demam karena virus yang ada pada gagang pintu berpindah ke tangan orang tersebut. Tak hanya itu, lendir ini juga dapat menular melalui media makanan dan minuman.
source: http://www.dailymail.co.uk/health/article-1092075/Use-tissue-How-just-sneeze-infect-150-people.html
Oleh sebab itu, jagalah kebersihan dengan rajin mencuci tangan sebelum makan, hindari memegang hidung jika tangan dalam keadaan kotor. Yang perlu diketahui, meskipun kamu memakai sabun anti bakteri, bukan berarti kamu bebas dari flu dan demam, karena sabun anti bakteri bekerja melawan bakteri, tidak termasuk virus. Hindari minum atau makan dari tempat yang sama dengan penderita flu atau demam.

4. Masa Berlangsung

Karena flu pada dasarnya lebih berat dari demam biasa, maka masa berlangsungnya juga lebih lama. Flu dapat berlangsung selama beberapa minggu, sedangkan demam hanya berlangsung selama beberapa hari tergantung pada kekebalan tubuh penderita.
source: http://www.huffingtonpost.com/rose-stanley/teleworking-flu_b_2456265.html
Tidak sedikit orang beranggapan bahwa keadaan cuaca dingin dapat memperparah penularan virus flu dan demam namun hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Penyebaran virus pada tubuh seseorang dipengaruhi oleh faktor ketahanan tubuh orang tersebut. Adanya perubahan kondisi suhu dan cuaca dapat berpengaruh terhadap tubuh kita sehingga tubuh akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kondisi perubahan cuaca tersebut. Pada saat inilah tingkat kekebalan tubuh seseorang menurun sehingga rentan terserang penyakit, termasuk demam dan flu.