Penyebab Kuku Rapuh dan Gampang Patah

Kuku yang rapuh atau yang dikenal juga dengan istilah onychorrhexis merupaka kondisi umum yang biasanya dialami oleh para wanita. Hal ini ditandai dengan kondisi kuku yang mudah patah ataupun retak.
source: http://weheartit.com/entry/202534624/search?context_type=search&context_user=kafferepet&query=nails
Kuku akan mudah rapuh seiring dengan bertambahnya usia. Namun selain adanya faktor usia, masih ada faktor lain yang bisa memperngaruhi kesehatan kuku.

Tingkat Kelembaban Kuku

Pada sebagian besar kasus kuku yang mudah patah biasanya disebabkan oleh tingkat kelembaban kuku tersebut. Kegiatan mencuci dan mengeringkan tangan yang dilakukan berulang kali dapat menyebabkan kuku kering. Terlalu banyak pelembab juga dapat menyebabkan kuku menjadi lunak sehingga mudah retak ataupun patah.
Solusi:
Gunakan sarung tangan saat melakukan aktivitas yang membuat kuku terkena atau terendam air dalam waktu yang cukup lama, misalnya pada saat mencuci. Selain itu, disarankan untuk menggunakan lotion atau hand cream dengan kandungan lanolin untuk meredakan kuku yang kering dan rapuh.

Terpapar Bahan Kimia

Bahan kimia, termasuk bahan pembersih rumah tangga, dapat menyebabkan kuku kering. Cat kuku berwarna, bahan perekat yang digunakan untuk glue-on nail, dan nail polish remover dengan kandungan acetone, dapat menyebabkan kerusakan pada kuku.
Bahan acetone memang merupakan bahan yang biasa digunakan dalam produk nail polish remover. Namun, selain menghapus cat kuku, penggunaan acetone juga dapat menghapus minyak alami yang terdapat pada kuku. Hal inilah yang kemudian membuat kuku menjadi kering dan kemudian rapuh.
source: https://intothegloss.com/2015/06/all-natural-soy-nail-polish-remover/
Solusi:
Minimalkan paparan kuku dengan bahan-bahan kimia, seperti produk pembersih rumah tangga. Minasan juga dapat melindungi kuku dengan menggunakan cat kuku bening untuk menghindari kuku terkena bahan-bahan kimia secara langsung.
Untuk nail polish remover, sebaiknya pilihlah acetone-free remover atau soy-based remover, yang lebih ramah untuk kesehatan kuku.

Penggunaan Cat Kuku yang Terlalu Lama

Penggunaan cat kuku secara non-stop atau membiarkannya terlalu lama pada kuku sangat tidak disarankan. Sebagian besar cat kuku mengandung zat pengering yang dapat menurunkan tingkat kelembaban kuku, sehingga kuku rapuh dan mudah patah. Meskipun cat kuku sudah mengering, bukan berarti efek pengeringan pada kuku akan berhenti.
Solusi:
Sebaiknya hapus cat kuku kamu setelah penggunaan selama 5 hari. Setelah itu biarkan kuku beristirahat selama beberapa hari sebelum penggunaan cat kuku kembali.

Memotong Kutikula

Mungkin bagi sebagian orang kutikula kering yang mencuat keluar dapat mengganggu, sehingga tak sedikit juga yang memilih untuk memotongnya. Namun sebenarnya kutikula merupakan pelindung antara kuku dan kulit, yang melindungi kuku dari air, bakteri, dan apapun yang kamu sentuh. Memotong kutikula sama saja dengan menghilangkan perlindungan terhadap air, yang pada akhirnya dapat menyebabkan infeksi pada kuku.
source: http://health.howstuffworks.com/skin-care/nail-care/cuticle/treat-damaged-cuticles.htm
Solusi:
Jika kutikula kering mencuat keluar dan mengganggu, dorong kembali kutikula secara perlahan menggunakan lap atau handuk setelah mandi.

Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi juga dapat memicu rapuhnya kuku. Zat besi membantu tubuh untuk memproduksi hemoglobin, sebuah molekul yang membawa sel darah merah yang kaya akan oksigen ke kuku. Anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dapat menyebabkan kaki dan tangan yang dingin, yang pada akhirnya berpengaruh juga pada kondisi kuku.
Solusi:
Kekurangan zat besi dapat dibantu dengan asupan makanan yang tepat. Perbanyak konsumsi makanan sumber zat besi seperti bayam, kangkung, telur, jagung, aprikot, dll. Jika kondisi kuku kian buruk, mungkin sebaiknya kunjugi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Semoga informasi di atas dapat membantu untuk menjaga agar kuku tetap sehat, ya!