Gangguan Lever, Gejala Penyakit Akibat Bau Badan

Jenis penyakit satu ini paling umum disebabkan oleh infeksi dari sejumlah parasit seperti cacing, amoeba disentri, malaria, atau karena virus. Virus paling jahat ialah hepatitis B dan hepatitis C. Jika sudah sangat parah bisa membuat kegagalan fungsi hati hingga berujung kematian.
Selain itu, pemicu penyakit lever juga bisa disebabkan oleh pola hidup tak seimbang dan pola makan yang tidak sehat. Misalnya suka begadang, makan gorengan, alkohol, daging berlemak, dan sebagainya. Jika kebiasaan buruk tersebut terus berlanjut bisa merusak hati. Perlu diketahui hati merupakan salah satu organ penting dalam tubuh. Hati berfungsi mendetoksifikasi racun, sintesis, membantu mengolah makanan, hormon dan menjadi pusat metabolisme tubuh.
Untuk itu, waspadalah terhadap peyakit kronis satu ini. Terlebih bagi Minasan yang memiliki bau badan tertentu. Ya, sama halnya dengan gejala penyakit akibat bau badan lainnya, aroma tubuh penderita gangguan lever cukup berbeda. Untuk itu, Minasan perlu mengenali tanda-tandanya. Berikut penjelasannya.
1. Aroma Atau Bau Penderita Penyakit Lever
Bau badan penderita penyakit lever umumnya sangat tajam dan menyengat. Ahli medis menyebut baunya seperti uremik dan aseton. Aroma tak sedap itu juga keluar dari mulut penderita. Baunya bisa seperti makanan busuk atau bau asam yang tak lazim. Bersamaan dengan bau tersebut, penderita penyakit lever juga memiliki wajah pucat dan nampak tak sehat.
2. Penyebab Bau Pada Tubuh
Jika metabolisme tubuh mengalami gangguan tentu juga bisa berakibat pada bau badan seseorang. Seperti dijelaskan sebelumnya salah satu fungsi hati adalah mendetoksifikasi racun-racun dalam tubuh, jika fungsinya terganggu tentu tubuh menjadi tidak bisa mengeluarkan racun dengan baik. Kondisi ini yang memunculkan bau tak sedap pada tubuh dan mulut.
Umumnya, penderita penyakit lever kurang menyadari tanda-tanda penyakit karena memang tidak mudah dideteksi. Untuk itu, melihat aroma bau tubuh dan mulut bisa jadi salah satu alternatif mewaspadai gejala penyakit kronis ini.
3. Cara Mengatasinya
Hingga saat ini, penyakit lever atau hati ini juga belum ditemukan obatnya. Umumnya, dokter melakukan perawatan dan perbaikan pada fungsi hati agar kembali bekerja seperti sedia kala. Jika Minasan sudah postif mengidap lever dan mengalami masalah dengan bau badan tak sedap, maka cara mengatasinya ialah dengan melakukan perawatan sesuai anjuran ahli medis.
Untuk mengatasi gejala penyakit akibat bau badan ini biasanya dengan obat-obatan dan anjuran menerapkan gaya hidup sehat, baik dalam pola perilaku atau asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Jika tidak, maka kondisi bisa semakin parah.
Tapi jika Minasan mengalami bau badan dan tak juga hilang dengan wewangian atau menjaga kebersihan, jangan terburu-buru mengklaim jenis penyakit dulu. Konsultasikan masalah ini dengan dokter. Bila memang mengidap gangguan lever, Minasan harus menjalani serangkaian tes untuk memastikannya. Jika positif segeralah melakukan perawatan lever.
Salah satu cara yang cukup efektif mengatasi gejala penyakit akibat bau badan ini ialah mematuhi pantangan makanan tertentu. Hindari gorengan, makanan berlemak, daging, dan ikan. Lebih baik mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Diabetes, Gejala Penyakit Akibat Bau Badan

Selain gangguan lever, diabetes juga adalah salah satu jenis gejala penyakit akibat bau badan. Penyakit yang juga sering disebut kencing manis ini cukup banyak di derita masyarakat di Indonesia. Diabetes juga tergolong penyakit serius yang mematikan sehingga perlu perawatan intensif dari ahli medis. Penyakit ini juga cukup sulit dideteksi jika tidak melewati serangkaian tes dan melihat gejala-gejala yang ditimbulkan.
Diabetes sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat (tidak seimbang) atau faktor keturunan (genetika). Ada kelainan yang menyebabkan proses metabolisme tubuh terganggu ketika terdapat kadar glukosa dalam jumlah banyak yang membuat insulin tidak mampu bekerja dan memecah semuanya.
Penyakit gula darah ini terbagi dalam dua tipe. Tipe 1 insulin tidak bisa memecah glukosa karena sel penghasil insulin hancur dan biasanya disebabkan oleh virus. Sedangan tipe 2 umumnya insulin masih bekerja di pankreas akan tetapi kerjanya tidak stabil dan kondisi ini kerap disebut dengan insulin resistance. Mereka yang terserang diabetes usianya beragam, mulai dari yang masih belasan tahun hingga 40 tahun ke atas.
Jadi, Minasan perlu waspada dengan penyakit ini dengan mengenali tanda-tandanya. Salah satu diantaranya ialah dengan mendeteksi aroma tubuh karena diabetes merupakan salah satu gejala penyakit akibat bau badan. Lebih jelasnya simak ulasan di bawah ini.
1. Aroma Bau Penderita Diabetes
Aroma penderita diabetes pada awalnya seperti manisnya gula, namun lama-kelamaan bau seperti aseton atau buah busuk. Umumnya berbau seperti apel busuk atau mirip pembersih kuteks. Sumber bau biasanya berasal dari asam keton yang diproduksi hati untuk menghasilkan energi. Namun, karena tak berfungsi baik, maka glukosa dalam darah tidak diserap tubuh dan keluar menjadi tanda gejala penyakit akibat bau badan.
Meski demikian, kondisi seperti ini umumnya hanya dialami oleh penderita yang sudah cukup parah hingga komplikasi karena tidak semua penderita diabetes mengeluarkan bau badan. Selain bau yang keluar dari tubuh, penderita diabetes biasanya juga memiliki bau mulut tak sedap. Hal ini biasanya yang paling mengganggu ketika sedang berbicara dengan orang.
2. Penyebab Bau Pada Tubuh
Seperti dijelaskan sebelumnya, bau yang muncul dari penderita diabetes dikarenakan kadar gula darah yang berlebih hingga membuat metabolisme terganggu, satu diantaranya ialah terciptanya asam keton atau aseton yang bisa menjadi bau tak sedap. Pemecahan senyawa dalam tubuh tak berjalan semestinya termasuk dari lemak dan protein.
3. Cara Mengatasinya
Gejala penyakit akibat bau badan bukan hanya mengganggu rutinitas sehari-hari atau lingkungan, tapi juga sangat membahayakan kehidupan dan kesehatan jika tak segera dicari tahu penyebabnya dan mencari solusi mengatasinya. Jika bau badan disebabkan oleh peyakit kronis seperti diabetes, maka cara mengatasinya adalah dengan menyembuhkan sumber penyakitnya terlebih dahulu.
Jika Minasan mengalami bau badan dan terdeteksi mengidap diabetes, cara mengatasinya yaitu dengan melakukan perawatan secara rutin dan berkala. Perawatan tersebut bertujuan mengontrol gula darah berlebih untuk bisa berjalan normal. Bila gula darah normal, umumnya cukup efektif mengatasi masalah bau badan dan mulut.
Jadi, bila Minasan mengalami bau bada seperti aseton, bau apel busuk, atau pembersih kuteks, maka harus lebih waspada. Coba atasi gejala penyakit akibat bau badan ini dengan langkah awal seperti memakai wewangian. Bila masih tetap bau segeralah konsultasikan ke dokter.