Hipertiroidisme, Gejala Penyakit Akibat Bau Badan

Gejala penyakit akibat bau badan juga bisa dikarenakan hipertiroidisme, yakni suatu kondisi kelenjar tiroid jadi terlalu aktif dan banyak menghasilkan hormon tiroksin. Jika terjadi terus-menerus bisa mengganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan. Tiroid sendiri merupakan kelenjar yang ada di bagian leher. Ia befungsi mengendalikan metabolisme dan menjaga tubuh berfungsi normal. Misalnya mengubah makanan jadi energi.
Jika kelenjar tiroid terlalu akif akan mempercepat banyak proses, diantaranya penurunan berat badan yang drastis, banyak keringat, sering gelisah, moody, jantung berdebar kencang, dan sebagainya. Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid juga memicu peyakit lain. Seperti Graves, Hashimoto, kanker tiroid, tiroiditis, dan sebagainya.
Bila Minasan mengalami masalah bau tak sedap, waspadai hipertiroidisme sebagai gejala penyakit akibat bau badan. Pasalnya, cukup banyak masyarakat tak sadar tanda-tanda penyakit ini karena memang tak mudah diidentifikasi. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan tentang salah satu penyakit yang menyebabkan bau badan ini.
1. Tanda-Tanda Penyakit Hipertiroidisme
Ada sejumlah tanda-tanda yang bisa dideteksi apakah seseorang mengidap hipertiroidisme. Namun sayangnya, tanda tersebut bisa memberikan efek, jangkauan, frekuensi dan tingkat keparahan yang berbeda pada tiap-tiap orang. Ini yang membuat gejalanya susah diketahui. Berikut adalah tanda-tandanya.
- Pembengkakan pada leher karena kelenjar tiroid yang membesar
- Denyut jantung cepat atau tidak beraturan
- Otot berkedut dan gemetar
- Rambut rontok tak merata
- Telapak tangan kemerahan, muncul biduran dan ruam
- Hiperaktif dan insomnia
- Siklus menstruasi terganggu
- Mudah emosi dan otot melemah
- Terlalu sering buang air kecil dan air besar
- Berkeringat berlebihan bahkan di cuaca dingin dan tanpa banyak bergerak. Juga sensitif pada suhu panas.
Semua tanda-tanda tersebut belum tentu Minasan alami semua karena efeknya berbeda-beda. Jika Minasan mengalami beberapa diantaranya dan sudah diatasi namun tidak manjur, segeralah konsultasikan ke dokter. Gejala tersebut awalnya memang ringan tapi bisa menjadi parah bila dibiarkan begitu saja.
2. Kenapa Hipertirodisme Menyebabkan Bau Badan?
Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu tanda yang umum dialami penderita hipertiroidisme ialah berkeringat secara berlebihan. Keringat yang keluar tersebut yang memicu bau badan tak sedap dan menyengat, khususnya di area lembap seperti rambut kepala, ketiak, daerah kemaluan dan telapak kaki.
Gejala penyakit akibat bau badan ini umumnya beraroma asam karena kelenjar keringat yang keluar bersinggungan dengan bakteri di kulit. Bakteri tersebut memunculkan bau tajam yang cukup mengganggu pernafasan.
3. Cara Mengatasinya
Untuk mengatasi gejala penyakit akibat bau badan satu ini tentu Minasan perlu berkonsultasi dengan dokter dulu. Jika positif mengaami hipertirodisme, biasanya Minasan harus menjalani terapi dan menekan produksi berlebihan kelenjar tiroid. Terapi tersebut tentu disesuaikan dengan usia Minasan dan penyebab dari gangguan kelenjar tiroid tersebut.
Jenis terapi yang paling umum ialah obat anti tiroid, yodium radioaktif, dan pembedahan. Tergantung kondisinya, mungkin ada yang memerlukan lebih dari satu perawatan. Bila masalah bau dan kelenjar tiroid berlebih sudah bisa diatasi, Minasan tetap harus melakukan kontrol secara rutin dengan dokter. Ini karena hipetiroidisme belum ada obatnya dan hanya bisa diatasi dengan terapi, perawatan serta mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat.
Selain penjelasan di atas, gejala penyakit akibat bau badan hipertioridisme juga bisa muncul karena efek samping obat. Khususnya obat yang mengandung iodine. Untuk itu, perhatikan dengan baik gaya hidup Minasan agar tak memicu penyakit berbahaya.

Gejala Penyakit Akibat Bau Badan Lainnya: Skizofrenia

Siapa yang menyangka bahwa gangguan kepribadian bisa jadi gejala penyakit akibat bau badan. Gangguan tersebut dinamakan skizofrenia, yaitu kondisi seseorang mememiliki kecenderungan menghindar dari aktivitas sosial, baik itu dalam kegiatan maupun berinteraksi. Gangguan ini termasuk tipe penyendiri yang tidak punya keinginan atau keterampilan untuk membentuk suatu hubungan dengan orang lain.
Pengidap skizofrenia biasanya tampil tanpa emosi, kusam, dan tidak ada selera humor. Penderita skizofrenia sangat nyaman jika sendiri, menikmati kehidupannya sendiri meski terkadang merasa kesepian.
1. Penyebab Gangguan Skizofrenia
Belum diketahui dengan pasti penyebab penyakit mental satu ini. Sejumlah ahli memprediksi mereka yang mengidap skizofrenia merupakan hasil komplikasi dari faktor genetika dan lingkungan tumbuh kembangnya. Misalnya orang tua atau keluarga yang memiliki riwayat gangguan kepribadian, pola asuh dan pendidikan yang dingin dan tidak rensponsif, bullying, pelecehan dan perlakuan anti sosial lainnya.
Orang yang mengidap gejala penyakit akibat bau badan ini jika sudah parah akan mengembangkan gangguan skizotipal, delusional, kecemasan berlebih hingga depresi mayor. Kondisi emosional juga mempengaruhi kesehatan tubuh dan perlu Minasan tahu bahwa skizofrenia merupakan salah satu penyakit gangguan mental yang berbahaya.
Secara medis, penderita skizofrenia memiliki kelainan kimiawi pada otak yang mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf. Kondisi tersebut akan menyebabkan kegagalan fungsi otak dalam mengolah informasi dari dan ke panca indera. Ini tanda-tanda dari gejala penyakit akibat bau badan, skizofrenia:
a. Tingkah laku abnormal dan berdasarkan insting,
b. Halusinasi baik dalam bentuk visual, audio, proyeksi ingatan masa lalu dan lain-lain,
c. Komunikasi kacau, tidak terkontrol dan penyendiri,
d. Mengalami delusi
2. Kenapa Bisa Menyebabkan Bau Badan?
Skizofrenia merupakan gejala penyakit akibat bau badan yang tak langsung muncul begitu saja. Tanda-tandanya terjadi secara perlahan hingga akhirnya mempengaruhi metabolisme tubuh. Jika metabolisme mengalami gangguan tentu akan memicu aroma bau yang tak sedap dan berbeda.
Penderita skizofrenia digambarkan memiliki aroma manis seperti buah yang telah matang. Ini karena skizofrenia membuat penderita memiliki komponen yang disebut asam trans-3-metil-2-hexenoic. Menurut sejumlah studi, tikus yang telah terlatih mampu membedakan bau badan dan keringat dari pasien skizofrenia dan orang normal.
3. Cara Mengatasinya
Bila Minasan atau orang terdekat mengalami kondisi seperti disebutkan di atas dan memiliki aroma bau badan yang khas ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Masalah gangguan mental biasanya akan dirujuk langsung untuk ke psikiater terlebih dahulu. Sangat baik jika penderita skizofrenia datang berkonsultasi bersama keluarga atau teman terdekat. Ini bisa membantu dokter mendapatkan cukup informasi dan mendeteksi apakah seseorang mengidap penyakit mental tersebut.
Diskusikanlah segala hal menyangkut masalah, riwayat, gejala, dan solusi tepat untuk kondisi Minasan. Gangguan penyakit akibat bau badan ini biasanya didiagnosis lewat wawancara mendalam. Kemudian membuat statistik dan mengacu pada karakteristik penyakit mental skizofrenia.
Layaknya pengidap penyakit mental lainnya, seseorang mungkin perlu dorongan untuk segera mengatasi masalah skizofrenia. Pemulihan kondisi ini biasanya ditangani dengan obat, terapi bicara atau terapi kelompok. Fungsi obat ialah untuk menekan gejala kecemasan dan depresi pada penderita. Sedangkan terapi berbicara dan kelompok membuat Minasan terbiasa berinteraksi dan memulai kehidupan sosial yang normal.
Dari sebuah studi, gejala penyakit akibat bau badan skizofrenia memicu penderitanya melakukan aksi bunuh diri atau tindak kekerasan pada orang lain di sekitar. Untuk itu, jangan menunda untuk segera mengatasinya.