Mengenal Trimetilamina, Gejala Penyakit Akibat Bau Badan Seperti Ikan Busuk

Bau badan umumnya disebabkan karena keringat yang bercampur dengan bakteri sehingga menimbulkan aroma tidak sedap yang bisa mengganggu orang-orang di sekitar kita. Tetapi dalam kasus beberapa orang, penyebab bau badan adalah efek dari penyakit yang dideritanya. Diketahui ada beberapa penyakit yang bisa menimbulkan bau badan karena tubuh tidak bisa memecah racun dengan baik sehingga keringat berbau busuk. Berikut ini adalah pembahasan mengenai salah satu penyakit langka menyebabkan penderitanya memiliki bau busuk menyengat meski tubuh dalam keadaan bersih.
Apa Itu Trimetilamina?
Kasus penyakit aneh muncul di London ketika ditemukan seorang penyanyi pendatang baru Cassie Graves memiliki kondisi di mana ia berbau seperti daging atau ikan busuk. Graves yang masih berusia 22 tahun sejak kecil sudah mengidap penyakit yaitu Trimetilamina yang menyebabkan ia mengeluarkan bau busuk dari keringat, rambut, dan nafasnya terutama setelah ia mengonsumsi makanan seperti daging dan ikan. Tubuhnya mengeluarkan bau busuk yang bisa tercium hingga ke seluruh ruangan yang akan semakin parah ketika ia tidak mengontrol makanannya. Untuk mengatasi gejala penyakit akibat bau badan ini, ia pun harus menjalankan diet ketat seumur hidupnya agar bau tubuhnya bisa dikurangi.
Trimetilamina atau yang disebut dengan trimethylaminuria (TMA) adalah suatu gejala penyakit akibat bau badan yang disebabkan karena kelainan genetik langka. TMA disebut juga dengan sindrom bau ikan, yaitu tubuh penderitanya mengalami gangguan metabolisme yang tidak bisa menghasilkan FMO3 dengan baik. FMO3 merupakan kandungan yang terdapat pada enzim flavin yang memiliki fungsi untuk memecah TMA yang terkandung pada beberapa makanan seperti daging dan seafood. TMA yang tidak bisa dipecah inilah yang menyebabkan gejala penyakit akibat bau badan dan membuat penderitanya mengeluarkan bau amis ikan busuk pada keringat, mulut, dan urine-nya.
Gejala penyakit akibat bau badan ini baru muncul pertama kali pada tahun 1970an dan jumlah penderitanya hanya berkisar 1:200.000 di Amerika Serikat. Para ahli dan dokter belum bisa memastikan apa yang menyebabkan sindrom ini bisa terjadi pada seseorang namun beberapa pendapat menyatakan TMA bisa disebabkan karena faktor keturunan. Dalam kasus Graves yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah menjalankan diet ketat dengan tidak mengoonsumsi makanan yang banyak mengandung trimetilamina dan mengurangi daging, ikan, dan telur.
Gejala dan Cara Mengatasi Trimetilamina
Karena masih terbilang baru dan langka maka belum banyak penelitian yang bisa menjelaskan mengenai gejala penyakit akibat bau badan Trimetilamina. Dalam kasus Cassie Graves, ibunya baru sadar putrinya terkena sindrom bau ikan ketika Graves berusia 3 tahun dan kakaknya terus mengeluh tubuh adiknya yang bau. Namun secara umum, gejala penyakit akibat bau badan ini bisa ditunjukkan dengan kondisi berikut ini:
a.Cairan tubuh berbau busuk umumnya seperti daging atau ikan busuk
b.Dalam urin dan keringat terdapat trimetilamina
c.Bau akan lebih tajam pada saat sebelum menstruasi, menggunakan pil kontrasepsi, dan masa menopause.
Bau badan yang keluar bisa berbeda-beda intensitasnya tergantung dari faktor hormonal, tingkat stres, dan banyaknya jumlah keringat. Untuk menghindari bau terlalu menyengat, penderita TMA disarankan tidak mengonsumsi telur, kacang-kacangan, daging merah, ikan, dan makanan yang mengandung kolin. Konsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi usus dan gunakan pembersih dengan pH 5,5 hingga 6,5.

Hyperhidrosis, Kondisi yang Bisa Menimbulkan Gejala Penyakit Akibat Bau Badan

Tak hanya bau busuk yang menjadi permasalahan, jumlah keringat yang keluar secara berlebihan pun bisa menjadi penyakit yang dinamakan dengan hyperhidrosis. Penyakit ini bisa menyebabkan gejala penyakit akibat bau badan dan membuat bau badan menjadi menyengat karena keringat yang tercampur dengan bakteri mengeluarkan asam yang berbau.
Klasifikasi Hyperhidrosis
Untuk memahami gejala penyakit akibat bau badan, Minasan harus tahu terlebih dahulu klasifikasi dari hyperhidrosis. Hyperhidrosis bisa disebabkan karena faktor keturunan yang dialami sejak masa kecil atau bisa muncul pada usia dewasa yang dipengaruhi oleh kondisi fisik. Hyperhidrosis pada orang dewasa juga bisa terjadi ketika menderita penyakit diabetes, kelainan kelenjar tiroid tumor, asam urat, menopause, keracunan merkuri, atau karena konsumsi obat-obatan tertentu.
Kelebihan produksi keringat yang menyebabkan beragam gejala penyakit akibat bau badan bisa pada beberapa bagian tubuh saja hingga seluruh permukaan kulit. Umumnya, produksi keringat berlebihan terjadi pada telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan selangkangan karena pada bagian tersebut terdapat kelenjar keringat paling banyak. Meski mengeluarkan banyak keringat, ternyata tidak semua orang dengan kondisi hyperhdirosis memiliki bau badan karena kadang kandungan garam yang tinggi pada keringat tidak bisa ditembus oleh bakteri.
Gejala penyakit akibat bau badan disebabkan oleh bakteri yang mengubah keringat dan keluar menjadi zat asam yang mengeluarkan bau tidak sedap dan dikenal dengan bau keringat. Keringat sendiri sebenarnya tidak berbau. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengurangi bau badan tidak sedap saat berkeringat adalah dengan rajin membersihkan tubuh sehingga jumlah bakteri yang menempel di kulit bisa diminimalisir.
Penyebab hyperhidrosis belum diketahui secara pasti, namun banyak pasien yang mengatakan mereka akan berkeringat lebih banyak ketika berada dalam situasi emosional seperti stres atau gugup. Beberapa makanan dan minuman juga bisa menyebabkan produksi keringat lebih banyak, termasuk juga nikotin dan kafein. Hyperhidrosis bisa menyebabkan gejala penyakit akibat bau badan misalnya tangan yang basah, dehidrasi, bahkan infeksi kulit.
Pengobatan Hyperhidrosis
Jika Minasan mengalami gejala penyakit akibat bau badan di atas, ada beberapa hal yang bisa Minasan lakukan secara medis untuk mengatasi kondisi keringat yang berlebihan. Salah satunya adalah dengan menggunakan antiperspirant gel dengan kandungan alumunium klorida yang lebih tinggi dibanding deodoran biasa dan bisa digunakan pada area ketiak. Terapi khusus untuk mengatasi hyperhidrosis juga sudah ada yang disusun oleh pusat penelitian hyperhidrosis di Kanada.
Selain dengan terapi khusus, hyperhidrosis juga bisa ditangani dengan suntik botoks yang bekerja dengan mengeblok saraf yang memicu kelenjar keringat bekerja dengan terlalu aktif. Suntik botoks ini bisa mengatasi produksi keringat berlebih hingga 3-9 bulan lamanya tergantung pada bagian tubuh mana yang disuntik. Jika ingin lebih permanen, Minasan bahkan bisa berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan operasi pengangkatan kelenjar keringat untuk membatasi produksi keringat.
Demikian adalah 2 jenis gejala penyakit akibat bau badan yang harus diwasdai. Memang gejala penyakit di atas tidak dialami oleh sebagian besar orang, namun perlu diperhatikan tanda-tandanya agar menjadi lebih waspada.