Alergi pada kulit akibat kosmetik tidak selamanya menimbulkan efek kemerahan atau gatal pada wajah. Alergi bisa menimbulkan penyakit yang cukup serius bila tidak segera diatasi. Oleh karena itu, jangan anggap remeh alergi yang muncul. Bila Minasan mengalami gejala-gejala alergi pada kulit segera hentikan pemakain produk kosmetik dan obatilah alergi tersebut. Konsultasikan dengan dokter kulit atau gunakan bahan-bahan alami untuk memperbaiki kulit yang meradang.
Alergi kosmetik terbagi menjadi dua jenis, yang pertama adalah Irritant Contacting Dermatitis (ICD) ini adalah jenis alergi pada kulit, berupa gatal-gatal, kemerahan hingga jerawat yang meradang. Jenis kedua adalah Allergic Contacting Dermatitis (ACD), jenis ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan penyakit dalam seperti pusing, dan mual.
Minasan tentunya tidak ingin terserang alergi jenis apapun. Untuk itu mulailah memilih kosmetik yang Minasan gunakan dengan cermat. Kosmetik di gunakan hampir setiap hari untuk menunjang penampilan, jadi pastikan kosmetik Minasan aman. Bacalah pada bagian belakang kemasan kosmetik sebelum membelinya. Tentunya Minasan akan menemukan begitu banyak sebutan zat kimia yang mungkin tidak familiar bukan? Berikut merupakan beberapa zat-zat berbahaya yang perlu Minasan ingat agar dapat memilih kosmetik yang aman.

Mercury

Mercury atau air raksa banyak di jumpai dalam produk pencerah kulit. Mercury bersifat karsinogen. Bila karsinogen sudah di serap tubuh, zat ini akan mengendap dan merubah asam deoksiribonukleat (DNA). Hal ini mengakibatkan proses biologis terganggu dan memicu timbulnya kanker.
Sekalipun produk yang mengandung mercury tersebut juga memiliki kandungan bahan-bahan alami lain, produk tersebut tetap di katakan berbahaya. Pemakaian kosmetik yang mengandung mercury baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek dapat mengakibatkan alergi, perubahan warna kulit, bintik-bintik hitam, iritasi, muntah-muntah, diare hingga kerusakan permanen pada syaraf otak. Oleh karena itu, lebih baik Minasan tidak membeli produk yang terdapat mercury di dalamnya sekalipun konsentrasinya sedikit, karena resiko yang ditimbulkan bukan hanya alergi pada kulit tapi juga kemungkinan kanker.

Paraben

Paraben banyak terdapat dalam deodoran dan beberapa kosmetik lainnya. Paraben digunakan sebagai pengawet agar produk bertahan lama dan tidak cepat kadaluarsa. Tapi penggunaan paraben ternyata dapat menimbulkan efek merugikan bagi tubuh.
Paraben dapat mengakibatkan kemerahan dan alergi pada kulit. Namun bukan hanya itu saja paraben yang terserap dalam kulit akan dianggap tubuh sebagai hormon esterogen walaupun zat ini adalah buatan manusia, akibatnya kadar esterogen meningkat dan memicu munculnya kista, perubahan suasana hati, depresi, kenaikan berat badan, pengaruh negatif pada organ reproduksi hingga kanker payudara.
source: https://www.google.com/search?q=kosmetik&biw=887&bih=544&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAgQ_AUoA2oVChMIkNz72Kb7xwIVUAiOCh3oWAP0#imgrc=tGZfQXCjoQQ7gM%3A

Hidrokuinon

Hidrokuinon atau dalam bahasa latinnya Hydroquinone adalah jenis obat keras yang dapat larut dalam air. Obat yang satu ini bersifat antioksidan yang dapat mencegah terjadinya melanogenesis yaitu proses pembentukan melanin yang membuat kulit menjadi gelap. Zat yang satu ini banyak dijumpai pada produk perawatan yang berfokus pada proses pemutihan kulit.
Namun demikian, penggunaan hidrokuinon tidak bisa di katakan aman. Dampak buruk dari zat ini lebih merugikan daripada manfaatnya. Dalam dunia industri tujuan penggunaan hidrokuinon adalah sebagai pewarna rambut, cat kuku, pernis, dan bahan bakar minyak. Pemakaian hidrokuinon dapat mengakibatkan beberapa penyakit mulai dari yang tingkatnya ringan yaitu iritasi dan kulit terbakar hingga yang berbahaya seperti Vitiligo yaitu hilangnya pigmen kulit sehingga muncul bercak putih seperti panu, dan Okronosis yang merubah kulit menjadi berwarna hitam atau biru.

Rhodamin B

Rhodamin B adalah jenis zat pewarna yang penggunaannya diperuntukan bagi produksi tekstil dan kertas. Rhodamin B bersifat polar atau mudah larut dalam air, sehingga bila zat ini sudah tercampur akan sulit di hilangkan. Zat ini banyak digunakan dalam kosmetik yang pembuatannya membutuhkan pewarna seperti blush on, eyeshadow, atau lipstick.
Bila Rhodamin B ini mengenai kulit, terhirup, masuk ke dalam mata, dan tertelan, bahaya yang ditimbulkan berupa, gangguan iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada bagian tubuh lainnya seperti kulit, mata dan pencernaan, hingga kasus bahaya yang lebih parah yaitu kanker hati.
source: https://www.google.com/search?q=produk+pelembab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAWoVChMI5oe_1Kb7xwIVDRqOCh2lOwui&biw=887&bih=544#tbm=isch&q=pelembap&imgrc=XHD7LNVNQhMxAM%3A

Cocoamide DEA

Cocoamide atau disebut juga diethylalomine umunya terdapat dalam kandungan sampo, pelembap wajah dan tabir surya. Bahan ini memiliki peran untuk membuat busa dan mengatur tingkat pH. Cocoamide DEA bukan saja berbahaya bagi manusia tapi juga memiliki potensi membahayakan terhadap orgasme air.
Penggunaan produk yang mengandung Cocoamide DEA dapat mengakibatkan iritasi pada mata dan kulit. Melalui penelitian di Uni Eropa, penggunaan zat ini dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan kanker hati karena bersifat karsinogen pada tubuh manusia.

Asam Retinoat

Asam retinoat adalah bentuk asam dari vitamin A. Banyak di temukan dalam produk skincare yang diperuntukan bagi pengobatan kulit terbakar matahari, pencerah kulit, obat jerawat. Asam retinoat berbahaya karena dapat menimbulkan iritasi bagi pemiliki kulit sensitif dan memiliki efek teratogenik yang dapat mengakibatkan janin abnormal hingga cacat bagi ibu hamil.
Bila ingin mengobati jerawat atau kulit yang terbakar lebih baik Minasan menggunakan bahan alami karena kondisi kulit sedang mengalami peradangan dan struktur epidermis kulit rusak. Menggunakan produk berbahan kimia membawa risiko yang cukup besar, bila produk tersebut ternyata tidak cocok dengan jenis kulit, penyakit kulit bisa bertambah parah.
Minasan, ternyata ada begitu banyak zat berbahaya dalam kosmetik yang kita gunakan sehari-hari. Namun demikian, ketika Minasn mengalami alergi pada kulit wajah, itu bukan berarti sepenuhnya karena pemakaian kosmetik yang tidak cocok. Dalam beberapa kasus alergi mungkin di timbulkan oleh pola makan yang tidak teratur, seperti alergi pada jenis makanan tertentu atau alergi yang pemicunya berasal dari luar seperti debu, serpihan kertas, atau rumput liar.
Selain itu, agar alergi tidak menyerang kulit ada baiknya Minasan melakukan beberapa hal berikut ini :
source: https://www.google.com/search?q=free&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAgQ_AUoAmoVChMInpXNhKf7xwIVDE6OCh3P6gIb&biw=887&bih=544#tbm=isch&q=natural+face&imgrc=IDnqgX6atr8DnM%3A
1. Kurangi pemakaian makeup agar pori-pori wajah dapat bernafas.
2. Gunakan produk makeup waterproof (tahan air), jenis ini dapat mengurangi risiko munculnya alergi atau jerawat pada wajah.
3. Uji coba produk kecantikan yang Minasan beli. Bila memungkinkn mintalah sample terlebih dahulu pada penjual kosmetik dan gunakan pada area kulit belakang telinga. Bila dalam 1 x 24 jam tidak terjadi dampak alergi atau iritasi, maka produk tersebut aman untuk Minasan gunakan.
4. Jaga terus kebersihan alat-alat makeup Minasan dan perhatikan tanggal kadaluarsa produk.