Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide merupakan bahan yang digunakan untuk mengatasi jerawat. Bahan ini digunakan di banyak produk anti jerawat yang dijual di pasaran. Benzoyl peroxide digunakan untuk mengurangi inflamasi, membunuh bakteri, dan membuka pori-pori yang tertutup. Benzoyl Peroxide bisa digunakan secara langsung atau dicampur dengan bahan lain. Kadar yang paling aman digunakan dan mudah ditolerir kulit adalah sekitar 2,5 persen.
source: http://www.healthgalleries.com/benzagel-topical
Benzoil peroksida dikembangkan oleh Revlon pada tahun 1920. Bahan ini sebenarnya sangat reaktif dan beracun.
source: http://www.amazine.co/8303/obat-jerawat-pilih-benzoil-peroksida-atau-asam-salisilat/
Efek samping obat jerawat dengan bahan ini adalah dapat menimbulkan kulit kering yang kemudian mengelupas dan menimbulkan iritasi yang disertai rasa panas, gatal, dan kemerahan. Bahkan dikhawatirkan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Bahan ini hanya digunakan untuk pengobatan jerawat yang cukup parah seperti acne vulgaris dan tidak disarankan untuk jerawat ringan karena akan membuat kulit mengelupas kemudian iritasi. Sebagai pengganti bahan ini, asam salisilat dianggap lebih cepat mengeringkan jerawat ringan dan lebih lembut di kulit. Namun tidak cukup efektif untuk jerawat yang parah.

Antibiotik

Antibiotik merupakan salah satu bahan obat jerawat topikal yang sering digunakan bersamaan dengan benzoyl peroxide. Antibiotik ini berperan membunuh bakteri yang dapat menyerang folikel rambut yang tersumbat di pori-pori. Selain itu, antibiotik juga berfungsi untuk mengurangi peradangan yang mungkin ditimbulkan oleh benzoyl peroxide. Efek samping yang ditimbulkan adalah iritasi ringan, kemerahan, kulit yang terasa terbakar, serta kulit mengelupas.
Penggunakan antibiotik secara oral maupun topikal untuk mengurangi jerawat tidak disarankan digunakan oleh wanita yang sedang hamil. Kebanyakan antibiotik dapat menyebabkan masalah perut seperti mual, muntah, diare, hingga gangguan pencernaan lain. Antibiotik juga tidak boleh digunakan oleh mereka yang memiliki alergi kulit karena berisiko mengganggu sistem kekebalan tubuh dan bakteri menjadi lebih kebal terhadap antibiotik itu sendiri. Antibiotik dari merk generik yang memiliki sedikit risiko adalah jenis Mynocycline, namun jenis ini tidak cukup efektif dan sering kali digantikan oleh tetrasiklin yang area penyembuhannya lebih luas dan efek samping yang cukup ringan asalkan tetap di bawah pengawasan dokter.

Retinoid

Retinoid merupakan vitamin A derivatif yang berfungsi untuk mengecilkan pori-pori, meningkatkan kolagen, mengurangi kerutan, serta mempercepat regenerasi sel kulit mati. Tretinoin adalah jenis retinoid pertama yang disetujui FDA, namun sangat keras dan hanya digunakan di bawah pengawasan dokter.
Semakin lama, turunan retinoid pun bermunculan dengan efek samping yang tidak berbahaya seperti tretinoin yang membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari. Turunan-turunan ini seperti retinoic acid yang terdapat pada salep vitacid. Efek samping yang ditimbulkan adalah iritasi kulit ringan yang ditandai dengan kulit gatal, kering, dan perih. Penggunaan retinoid juga tidak dianjurkan digunakan di bawah terik sinar matahari karena sifatnya yang sensitif dan dapat merusak kulit. Maka seringkali kandungan ini digunakan pada malam hari sebelum tidur. Ibu hamil juga tidak disarankan menggunakan bahan ini karena dapat mempengaruhi janin. Retinoid juga tidak boleh diaplikasikan bersamaan atau bersentuhan dengan benzoyl peroxide dan AHA karena kedua bahan itu dapat menetralisir pengaruh retinoid pada kulit.

Pil Kontrasepsi

Pil kontrasepsi atau lebih dikenal dengan pil KB juga sering digunakan dokter untuk mengobati jerawat pasiennya. Pil kontrasepsi ini lebih difungsikan untuk mengatasi masalah jerawat hormonal atau yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih akibat hormon. Konsumsi pil kontrasepsi pun tidak sembarangan karena setiap produk pil kontrasepsi terdiri dari bahan yang berbeda. Sedangkan untuk mengatasi jerawat, pil kontrasepsi yang dibutuhkan adalah yang mengandung kombinasi antara estrogen dan progesteron. Apabila salah satu bahan tidak ada, maka tidak bisa dijadikan untuk mengatasi jerawat hormonal.
source: http://www.acne.org/blog/2011/11/29/birth-control-pills-just-because-its-not-approved-for-acne-doesnt-mean-it-wont-work/
Efek samping ringan yang ditimbulkan seperti mual, kram, kenaikan berat badan, siklus haid yang tidak lancar, serta nyeri pada payudara. Sedangkan efek samping berat yang ditimbulkan antara lain stroke, penyumbatan aliran darah (trombosis), batu ginjal, gangguan emosi, hingga masalah pada hati empedu. Penggunaan obat ini sebaiknya berada di bawah pengawasan dokter dan tidak sembarangan.
Bahan-bahan di atas sering kali dijadikan obat untuk mengatasi jerawat. Baik digunakan secara oral maupun topikal, efek samping obat jerawat di atas tetap harus diperhitungkan mengingat penggunaan jangka panjang yang dapat berdampak pada kematian. Selalu lakukan tes sederhana dengan mengoleskan obat jerawat topikal sedikit di bagian bawah dagu. Jika tidak memberikan efek iritasi kulit, maka penggunaan bisa dilanjutkan. Sedangkan jika terlanjur mengalami masalah kulit yang cukup parah, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.