Kotoran di wajah seperti debu, sisa makeup, dan sel kulit mati sering menyebabkan masalah kulit seperti wajah kusam, kasar, jerawat, dan lain-lain. Facial care bisa menjadi salah satu andalan untuk mengatasi masalah ini. Facial care tidak bisa diaplikasikan untuk semua jenis kulit, lho! Sebelum melakukan facial care, pastikan Minasan mengetahui apa jenis kulit Minasan lebih dulu. Jika Minasan memiliki jenis kulit berminyak atau sensitif, sebaiknya jangan melakukan facial care. Pada dasarnya, facial care cocok bagi jenis kulit kering dan normal. Salah satu tahap facial care yaitu scrubbing. Tahap ini kurang cocok bagi Minasan yang mempunyai jenis wajah berminyak. Scrubbing justru akan membuka pori-pori dan menimbulkan jerawat. Jika jenis wajah Minasan termasuk sensitif, scrubbing akan membuat masalah iritasi.
Minasan yang berusia dibawah 30 tahun masih memiliki masa pergantian kulit yang normal, yaitu sekitar 21-28 hari. Karena itu, masalah kulit yang ditimbulkan sebenarnya tak terlalu serius. Perawatan wajah pun bisa dilakukan tanpa melakukan facial care. Cukup melakukan pembersihan kotoran wajah seperti rajin mencuci muka dengan facial wash, menggunakan masker alami, dan menggunakan pembersih wajah.
Facial care lebih cocok dilakukan oleh Minasan yang berusia diatas 30 tahun. Pada usia ini, proses penuaan membuat tumpukan sel kulit mati lebih tebal. Sementara itu, kerja dari hormon pertumbuhan makin menurun. Dengan melakukan facial care, pengangkatan sel kulit mati bisa dilakukan secara optimal. Supaya Minasan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan, lakukan facial dengan langkah-langkah yang tepat. Ini dia langkah-langkahnya!

1. Pembersihan Kotoran Wajah

Gunakan milk cleanser dan face tonic yang sesuai dengan jenis kulit wajah Minasan. Fungsi dari tahapan ini adalah mengangkat sisa makeup yang masih menempel di wajah Minasan. Tahapan ini adalah tahap paling dasar sebelum Minasan masuk ke tahapan deep cleansing. Face tonic berfungsi mengembalikan kelembaban kulit wajah Minasan yang sebelumnya terangkat oleh milk cleanser.

2. Scrubbing

Setelah wajah Minasan bersih dari kotoran makeup, lakukan scrubbing. Tahap ini berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Scrubbing akan membuat wajah tampak lebih cerah dan bersih. Namun, perlu diketahui bahwa scrubbing merupakan proses eksfoliasi yang tidak boleh terlalu sering dilakukan. Selain itu, pilihlah butiran scrub yang halus. Beberapa produk kecantikan menggunakan bahan dasar seperti kerang, kacang, dan biji-bijian sebagai eksfoliator. Sayangnya, masih banyak butiran-butiran itu yang terlalu kasar untuk kulit dan bahkan mempunyai sudut yang tajam. Untuk meminimalisir efek yang kurang baik, pilihlah scrub yang berukuran kecil dan berbentuk bundar. Srubbing biasanya lebih ditekankan pada zona T wajah, yaitu kening dan hidung. Hal ini karena zona T merupakan bagian yang lebih berminyak dan kusam dibandingkan bagian wajah yang lain.
source: http://www.quebellabeauty.com/wp-content/uploads/exfoliate-face-skin1.jpg

3. Penguapan

Penguapan pada wajah merupakan salah satu bagian dari deep cleansing. Penguapan dilakukan setelah wajah bersih dari sisa-sisa scrub. Penguapan akan membuat pori-pori wajah Minasan terbuka lebih lebar. Tahap ini memudahkan Minasan untuk mengangkat komedo yang terdapat di bagian hidung.

4. Masker

Proses ini merupakan proses terakhir dari tahapan facial care. Sebelum wajah ditutup dengan masker, sebaiknya dilakukan pijatan ringan pada wajah terlebih dahulu. Pijatan ini berfungsi untuk melancarkan peredaran darah. Nutrisi pun akan lebih mudah terserap. Sebaiknya gunakan masker dari bahan alami seperti masker pisang, tomat, alpukat, dan lain-lain. Bersihkan wajah secara tuntas setelah penggunaan masker agar sisa masker tidak menimbulkan kotoran baru pada wajah Minasan.
Itulah 4 langkah tepat yang dapat Minasan aplikasikan saat melakukan facial care. Jika Minasan mengikuti langkah-langkah yang sesuai, hasil yang didapatkan pun akan maksimal. Semoga berhasil, ya!