Minuman Berkarbonasi atau Bersoda

Memang bukan termasuk makanan, tetapi minuman bersoda memang memiliki pengaruh pada perut buncit. Minasan dapat mencoret minuman bersoda dari daftar menu untuk diet. Sudah banyak yang mengatakan bahwa minuman bersoda memang tidak baik untuk kesehatan, tetapi kadang sulit menghindarinya karena banyak orang yang menggemari minuman ini karena rasa dan kesegarannya. Minuman bersoda yang memiliki kandungan karbondioksida akan membuat perut terisi oleh gas. Semakin banyak gas yang masuk ke dalam tubuh akan lebih sulit pula untuk mengeluarkannya. Oleh karena itu, akan lebih banyak gas yang bertahan di dalam tubuh. Mengkonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak tentunya akan menumpuk gas tersebut. Selain itu, minuman bersoda biasanya memiliki kandungan gula yang pastinya tidak baik untuk diet. Jadi, lebih baik gantilah minuman bersoda dengan minuman lain seperti teh dalam menu untuk diet Minasan. Atau dapat pula diganti dengan air putih biasa yang diberi tambahan lemon atau jeruk nipis.
source: http://news.health.com/2013/07/04/want-a-flat-belly-fast-8-ways-to-avoid-beach-bloat/

Makanan Dengan Kadar Garam Tinggi

Berbeda dengan minuman bersoda yang menumpuk gas, makanan dengan kadar garam tinggi akan menahan air, dan keduanya tidak baik bagi Minasan. Kalau Minasan mengonsumsi makanan yang mengandung sodium, air akan menempel padanya. Dengan begitu, tubuh yang banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan sodium tinggi akan merasa kembung, karena sodium tersebut menahan air. Air yang tertahan tersebut dapat menumpuk. Biasanya orang yang mengonsumsi natrium atau sodium lebih banyak daripada seharusnya cenderung memiliki perut yang buncit. Namun, memang sulit menghindarinya karena ada di mana-mana, seperti makanan-makanan ringan. Lebih baik cek label makanan kemasan karena konsumsi sodium per hari kira-kira tidak lebih dari 1500 mg. Jadi, Minasan dapat menghapus makanan-makanan yang mengandung sodium berlebihan dari menu untuk diet. Ada hal lain untuk mencegah efek penyimpanan air ini, yaitu dengan mengonsumsi makanan dengan kalium atau potasium, seperti pepaya, mangga, dan pisang.

Permen Karet dan Permen Lainnya

Mengunyah permen karet sepertinya tidak berbahaya. Namun, ternyata mengunyah permen karet dapat menyebabkan perut membuncit. Hal ini dikarenakan dengan mengunyah permen karet, Minasan juga akan menghisap udara di sekitar. Gerakan mengunyah tersebut akan membuat Minasan mengambil banyak udara yang akan tertahan di sistem pencernaan. Selain itu, setiap kunyahan akan memicu rasa lapar. Jadi, kurangi atau hilangkan permen karet dari menu untuk diet. Begitu pula dengan permen biasa. Kandungan sorbitol yang biasa ada dalam permen membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna.
source: http://www.livestrong.com/article/201239-10-foods-to-avoid-for-a-flat-belly/

Makanan yang Mengandung Lemak Trans

Makanan yang mengandung lemak trans dikenal dengan makanan yang tidak sehat. Makanan ini biasanya tinggi kalori, tetapi tidak menyediakan gizi yang dibutuhkan tubuh. Lemak trans jika dimakan secara teratur akan mengakibatkan penumpukkan lemak, terutama di perut. Lemak trans banyak dikenal terdapat pada makanan cepat saji. Makanan cepat saji biasanya berminyak, tetapi vitamin dan seratnya sangat sedikit. Ditambah lagi dengan kandungan natrium atau sodium, seperti yang telah dikatakan pada poin sebelumnya. Jika Minasan harus makan makanan cepat saji, pilihlah yang paling sehat di antara menu yang tidak sehat itu. Memang makanan-makanan tersebut adalah makanan yang enak dan banyak penggemarnya, tetapi kurang baik bagi si perut. Apalagi bagi Minasan yang sedang menjalani program pengecilan perut. Begitu pula dengan kesehatan secara keseluruhan. Banyak akibat lain selain obesitas, yaitu menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Untuk itu, cermati juga label kemasan makanan yang mengandung lemak trans atau trans fat.