Jangan Menghindari Karbohidrat & Protein

Biasanya para wanita akan membatasi konsumsi karbohidrat dan protein demi mengembalikan bentuk tubuh pasca melahirkan dengan cepat. Karbohidrat memang menjadi momok yang dihindari oleh para pejuang diet karena hasilnya dipercaya bisa didapat dalam waktu yang singkat. Namun jika diet seperti ini dilakukan oleh wanita yang baru saja melahirkan, maka akan membahayakan bayi dan diri sendiri.
source: http://www.bodybuilding.com/fun/top-5-facts-you-should-know-about-carb-cycling-and-fat-loss.htm
Diet pasca melahirkan tetap harus memperhatikan gizi dari asupan makanan yang baik karena bayimu membutuhkan ASI yang cukup dari ibunya. Karbohidrat dan protein adalah komposisi penting pembentuk ASI. Jadi, kamu tidak boleh menghindari makanan yang mengandung 2 gizi penting ini.

Kurangi Konsumsi Makanan Berlemak

Kamu perlu tahu, musuh terbesar yang harus dihindari saat diet bukan karbohidrat, tapi lemak! Meskipun demikian, bukan berarti kamu boleh menghindari lemak sama sekali, ya. Ubah konsumsi lemak jahat menjadi lemak baik. Hindari makanan yang mengandung lemak jahat seperti junk food, lalu ubah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak baik seperti kacang-kacangan dan beberapa jenis buah seperti alpukat.
source: http://www.pomgen.gov.pg/weekly-health-advice-from-pmgh-the-difference-between-good-fats-and-bad-fats-part-2-of-3/
Konsumsi karbohidrat dan protein seperti biasanya, atau malah lebih banyak karena kamu butuh nutrisi yang cukup untuk bayimu. Sebaliknya, kurangi penggunaan minyak & kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak. Makanan kaya lemak yang sebaiknya dihindari misalnya mayones, butter (mentega), gorengan, daging & ikan bagian lemak, keju, krim, dan lain sebagainya.
source: http://www.consciousnutrition.com/mayonnaise/
Lemak tidak akan diolah menjadi ASI seperti layaknya karbohidrat dan protein. Jadi, tidak akan berpengaruh terhadap kondisi bayimu walaupun kamu mengurangi atau menghindari makanan yang mengandung lemak.
source: http://www.royco.co.id/artikel/detail/606590/membuat-santan-segar-alami
Mungkin akan ada perubahan pada tubuhmu jika konsumsi lemak dikurangi secara drastis. Namun, risiko ini bisa dibilang termasuk kecil jika dibandingkan dengan berkurangnya nutrisi yang lain. Mengonsumsi protein tentu saja beberapa di antaranya adalah jenis daging dan ikan, padahal makanan jenis ini rawan diolah dengan minyak atau santan yang mengandung lemak. Jadi, perhatikan baik-baik cara pengolahannya, ya.
source: http://latestnewslink.com/2012/02/soy-supplements-may-not-shield-against-breast-cancer/
Kamu bisa mencoba cara berikut agar kandungan lemak yang kamu konsumsi tak berlebihan:
- Pilih daging atau ikan bagian merahnya
- Hindari mengolesi rotimu dengan butter atau mentega
- Ganti minyak dengan olive oil atau coconut oil
- Perbanyak sayuran dalam menu makanmu
- Penuhi kebutuhan protein dari kacang kedelai dan olahannya
Mengubah menu makan akan lebih efektif dalam membentuk tubuh setelah melahirkan daripada kamu mengurangi konsumsi lemak secara drastis dan berlebihan.

Penuhi Zat Besi, Kalsium, Zinc, dan Asam Folat

Walaupun sedang menjalani diet pasca melahirkan, kamu tidak boleh kehilangan mineral penting ini. Zat besi, kalsium, zinc adalah jenis mineral yang mudah hilang terutama pada ibu yang baru saja melahirkan. Padahal, mineral ini sangat dibutuhkan untuk produksi ASI dan darah merah. Kamu bisa mendapatkan mineral ini dari daging merah, rumput laut, buah kesemek, kerang remis, susu, yogurt, telur, dan lain sebagainya.
source: http://lasvegasliving.com/blog/greens-and-proteins-healthy-kitchen/
Sedangkan asam folat bisa kamu dapatkan dalam edamame, bayam, hati ayam, brokoli, dan lain sebagainya. Wanita yang baru saja melahirkan akan mudah terserang anemia karena kelelahan, apalagi jika kamu memang sering mengalami anemia sebelumnya. Jadi, pastikan kamu penuhi kebutuhan mineral dengan mengonsumsi makanan di atas, ya.