Ciri Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi pada umumnya akibat adanya infeksi yang menyerang bagian sistem kekebalan tubuh. Dengan sistem kekebalan tubuh yang roboh maka penyakit akan mudah datang dan menjangkiti. Setelah menjangkiti maka berbagai penyakit lain pun bisa masuk ke dalam tubuh lalu berkembang secara baik apalagi jika tidak diberikan penanganan atau pengobatan yang tepat ketika tubuh sudah mulai bermunculan berbagai penyakit. Selain faktor infeksi, ternyata pembengkakan di bagian kelenjar getah bening bisa juga disebabkan oleh adanya penyakit kanker.
Supaya tidak salah memahami dan mengartikan pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi, apakah merupakan sebuah infeksi atau tanda adanya penyakit kanker maka perlu diketahui ciri-ciri pembengkakan yang terjadi sehingga semua tanda bisa dipahami dengan mudah dan tidak menjadikan lebih khawatir.
Ciri pembengkakan kelenjar getah bening yang diakibatkan oleh infeksi adalah adanya virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Jenis infeksi yang terjadi bisa juga karena adanya parasit. Secara umum cirinya adalah adanya penyakit seperti radang tenggorokan, penyakit campak, infeksi pada saluran telinga dan abses gigi. Penyakit-penyakit tersebut akan mengakibatkan pembengkakan pada bagian kelenjar getah bening dan akan menghilang jika penyakit tersebut sudah sembuh dan menghilang pula dari tubuh.
Selain adanya infeksi dari penyakit yang sudah disebutkan, pembengkakan kelenjar getah bening pun bisa terjadi karena adanya mononukleosis dan infeksi kulit akibat luka seperti erisipelas dan selulitis. Human Immunodeficiency virus pun bisa menjadi penyebab apalagi jika sudah divonis mengidap penyakit AIDS. Infeksi yang lainnya yang jarang terjadi yaitu adanya penyakit tuberkulosis, infeksi penyakit seksual dan toksoplasmosis atau infeksi akibat parasit yang dihasilkan dari kontak langsung dengan kotoran kucing yang terinfeksi.
Ciri pembengkakan kelenjar getah bening lainnya bisa diakibatkan oleh penyakit kanker atau pertumbuhan sel-sel yang bersifat abnormal yang akan menghilangkan sel-sel yang hidup yang bermanfaat untuk tubuh. Ketika pembengkakan disebabkan oleh kanker maka bisa jadi merupakan limfoma atau kanker yang berasal dari sistem limfatik yang ada di dalam tubuh.
Selain itu, leukemia atau kanker jaringan pembentuk sel darah tubuh memiliki kelainan maka pembengkakan kelenjar getah bening pun bisa terjadi dengan mudah tanpa harus melakukan proses tertentu. Kanker yang ada di dunia sebenarnya beraneka ragam. Yang paling mudah untuk mengurangi resiko kanker maka perlu diterapkan dengan harapan perlahan penyakit itu bisa disembuhkan.
Pembengkakan kelenjar getah bening pun memiliki potensi menjadi kanker kelenjar getah bening jika sistem kekebalan tubuh tidak lagi mampu menghalangi masuknya bakteri yang semakin banyak. Sel-sel kanker yang ada pada beberapa bagian organ sebelumnya pun menjadi lebih ganas dan berkembang lebih pesat. Sel-sel yang tumbuh secara abnormal akan memberikan efek tidak baik yaitu memakan sel-sel yang baik sehingga setiap harinya tubuh akan kehilangan sel yang menopang kesehatan lalu akhirnya akan mengalami sakit yang sulit untuk disembuhkan.

Virus Rubella dan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Virus Rubella merupakan virus yang menyebabkan penyakit campak yang ada di Jerman. Virus Rubella tersebut dapat memicu terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher, kepala, dan belakang telinga. Beberapa pembengkakan yang terjadi biasanya memicu gejala yang lain diantaranya demam yang tinggi juga beberapa bintik yang terlihat pada bagian kulit. Virus Rubella yang menyerang tubuh memberikan dampak yang tidak baik juga untuk kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh.
Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Oleh Rubella dan Penangannya
Campak Jerman atau virus Rubella merupakan virus yang menyebabkan infeksi dengan ciri adanya ruam atau bintik yang berwarna merah muda. Ruam tersebut pertama kali akan muncul di permukaan wajah lalu secara perlahan akan menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti bagian leher, lengan dan bagian kaki. Virus Rubella pun mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening yang semakin menambah rasa sakit dan infeksi.
Virus Rubella menjadi penyebab adanya pembengkakan kelenjar getah bening. Jika dalam waktu dua minggu kondisi tubuh semakin menurun maka segera hubungi dokter dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi yang ada.
Pemeriksaan pembengkakan kelenjar getah bening dilakukan dengan melihat bagaimana riwayat kesehatan, dan bagaimana tanda-tanda yang dapat dilihat dari kelenjar getah bening yang membengkak. Selain itu pemeriksaan pun bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik di dekat permukaan kulit, letak kelenjar getah bening dan tanda yang lain akan memberikan petunjuk penyebab mengapa pembengkakan bisa terjadi.
Tes darah pun bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi dari virus Rubella. Namun hal ini bisa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Tes darah dilakukan untuk menyakinkan bahwa pembengkakan memang terjadi karena adanya virus di dalam tubuh. Ada juga pemeriksaan studi pencitraan menggunakan sinar X atau computerized tomography supaya bisa melihat bagaimana posisi kelenjar dan bagaimana keadaan kelenjar getah bening tersebut. Dengan begitu dapat dilihat potensi dari sumber infeksi yang terjadi.
Pengobatan virus Rubella dan pembengkakan kelenjar getah bening bisa dengan cara mengonsumsi ibuprofen dan parasetamol. Jika terjadi pada anak-anak maka bisa diberikan nurofen lalu penyakit tersebut akan sembuh secara perlahan selama satu atau dua minggu. Setelah penyakit Rubella sembuh maka kelenjar getah bening pun akan semakin mengecil dan kembali ke ukuran yang yang semula. Bila penyakit dan pembengkakan terus terjadi maka bisa melakukan biopsi kelenjar getah bening dengan rekomendasi dari dokter supaya bisa menghilangkan sampel dari kelenjar getah bening atau di seluruh bagian kelenjar getah bening.
Adanya pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi akibat virus Rubella bisa diatasi jika virus Rubella atau campak Jerman sudah disembuhkan terlebih dahulu. Kelenjar getah bening akan semakin kembali ke bentuk semula jika tubuh sudah berada di kondisi yang normal kembali, sistem kekebalan tubuh pun akan semakin dengan mudah untuk memberikan pertahanan kembali pada tubuh untuk menghindarkan diri dari berbagai jenis penyakit. Bagi yang sudah mengalami penyakit campak Jerman maka selamanya akan terhindar dari penyakit tersebut karena di dalam tubuh sudah ada pertahanan untuk melindungi dari penyakit tersebut.