Penyakit yang Berkaitan Dengan Bau Badan

Bau badan normal dimiliki oleh setiap orang. Namun jika sudah menyengat dan kadarnya berlebihan tentu akan mengganggu kenyamanan. Baik itu untuk diri sendiri maupun orang disekitar. Banyak faktor yang jadi penyebab atau memicu seseorang memiliki bau badan tak sedap. Satu diantaranya ialah gejala penyakit akibat bau badan. Tak main-main penyakit yang mungkin terindikasi karena bau tak sedap cenderung berbahaya dan kronis, seperti 3 penyakit berikut:
1. Diabetes
Ini merupakan gejala penyakit akibat bau badan yang paling umum terjadi dan ditemukan. Kondisi tersebut akan terjadi ketika gula darah penderita diabetes kurang terkontrol dan akhirnya mengembangkan ketoasidosis.
Ketoasidosis tak hanya membuat bau badan tak sedap, tapi juga bau nafas, bau ketiak dan sebagainya. Keringat penderita diabetes juga cenderung lebih banyak dari batas normal yang membuat bau terasa menyengat.
2. Liver atau Ginjal
Gejala penyakit akibat bau badan juga bisa terindikasi liver atau ginjal. Secara umum bau mulut disertai bau badan tak sedap merupakan salah satu ciri seseorang menderita liver.
Gangguan liver sendiri merupakan jenis penyakit berbahaya dan berisiko tinggi pada kesehatan. Liver memiliki peran penting sebagai alat ekskresi yang membantu ginjal memecah senyawa racun di tubuh. Liver bertugas membantu masa proses dan pengeluaran zat racun tertentu dari dalam tubuh. Zat yang keluar bisa lewat feses atau urin.
Untuk mengetahui seseorang menderita liver harus melalui tes yang dilakukan oleh para ahli atau dokter. Misalnya dengan melakukan tes darah untuk mengukur fungsi hati dan ginjal di dalam tubuh.
3. Hipertiroidisme
Disebut juga kelenjar tiroid yang terlalu aktif yang membuat tubuh memiliki jumlah keringat berlebihan. Bahkan ketika di cuaca dingin dan sedang tak banyak beraktivitas. Penyebabnya beragam seperti pola hidup tak sehat, menopause dan sebagainya.
Gejala penyakit akibat bau badan karena hipertiroid biasanya dibarengi dengan tanda jari-jari gemetar dan tubuh tetap ramping meski makan banyak. Dalam stadium lanjut bisa menimbulkan komplikasi dan berakibat fatal. Seperti diare, dehidrasi dan lain-lain. Untuk itu harus segera mendapatkan penanganan ahli dengan menekan produksi hormon tiroid.
Tiga gejala penyakit akibat bau badan di atas perlu diwaspadai. Terutama jika bau badan sudah sangat menyengat dan produksi keringat berlebih. Segeralah periksakan atau konsultasi ke dokter bila bau badan tak juga menghilang.
Selain itu, gejala penyakit akibat bau badan umumnya dibarengi dengan sejumlah kondisi di bawah ini:
a. Tubuh mudah berkeringat di waktu malam hari
b. Sering berkeringat banyak diluar batas normal tanpa ada alasan jelas
c. Tubuh sering mengeluarkan keringat dingin
d. Keringat yang keluar dari tubuh sudah mengganggu aktivitas atau rutinitas harian
e. Aroma bau badan cenderung berbeda. Bau badan yang terindikasi penyakit tertentu biasanya baunya tak sama dan seperti pemutih.
Dalam kondisi normal, bau badan di tubuh manusia timbul karena adanya jutaan kelenjar keringat yang terbagi jadi dua bagian yakni kelenjar apokrin dan eskrin. Kelenjar apokrin adalah yang paling memicu bau badan karena keringat yang dihasilkan mengandung protein cukup tinggi.

Trimethylaminuria, Gejala Penyakit Akibat Bau Badan Karena Faktor Kelainan Genetik

Selain beberapa penyakit di atas, ada juga gejala penyakit bau badan yang tidak lazim, yaitu Trimethylaminuria (TMAU). Penderita Trimethylaminuria ini biasanya memiliki bau badan yang sangat menyengat dan berbau amis. Menurut sejumlah ahli, penderita TMAU sangat jarang dan biasanya hanya dialami 1 dari 200 ribu orang. Itulah sebabnya gejala penyakit akibat bau badan ini kurang begitu diketahui detailnya. Bahkan sebagian dokter belum mengenal jenis penyakit ini. Meski demikian berikut akan dipaparkan beberapa hal menarik tentang Trimethylaminuria (TMAU).
1. Aroma Bau Penderita Trimethylaminuria
Paling umum bau penderita Trimethylaminuria sangat amis. Namun sebagian lagi bisa berbau seperti sampah atau kotoran. Gejala penyakit akibat bau badan tersebut bukan hanya keluar dari tubuh, namun juga nafas dan urine penderita.
Sindrom ini sangat mengganggu orang di sekitar penderita karena bau yang kuat. Namun sayangnya si penderita biasanya tidak merasakan atau mencium bau badannya sendiri.
2. Penyebab Kondisi Aneh, Trimethylaminuria
Ini merupakan kondisi gangguan metabolisme yang disebabkan faktor kelainan genetika yang menyebabkan tubuh mengeluarkan senyawa kimia trimethylamine. Senyawa tersebut tidak dapat dipecah oleh tubuh dan mengeluarkan bau badan tak sedap. Trimethylaminuria sendiri merupakan sebuah unsur yang biasanya terkandung pada beberapa makanan seperti telur atau daging.
Gejala penyakit akibat bau badan ini umumnya tidak menganggu kesehatan tubuh penderitanya karena semua tampak baik dan normal. Penyakit ini juga tidak berkaitan dengan kebersihan. Penderita Trimethylaminuria lebih sering dialami wanita ketimbang pria. Gejalanya sering terlihat sejak masih batita.
Jika umumnya seseorang mengalami bau badan karena kebiasaan atau pola hidup tak sehat, sindrom TMAU terjadi justru karena kelebihan protein saat menjalani diet. Selain itu juga bisa disebabkan peningkatan bakteri yang menghasilkan TMAU di saluran pencernaan. Untuk mengetahui seseorang menderita TMAU atau tidak diperlukan tes khusus oleh dokter.
3. Dampak Sosial yang Dialami Penderita Trimethylaminuria
Penderita Trimethylaminuria umumnya mengalami dampak sosial yang cukup buruk. Tak jarang dari mereka dikucilkan, dijauhi, dicemooh dan sebagainya. Bahkan ada yang harus berhenti atau diberhentikan dari pekerjaan karena mengalami gejala penyakit akibat bau badan yang aneh.
4. Bagaimana Cara Mengatasinya?
Karena masih langka dan jarang diketahui bahkan oleh dokter sekalipun penyakit bau badan satu ini belum ada obatnya. "Belum ada obat untuk penderita sindrom Trimetylaminura. Yang ada hanya perawatan yang ditujukan untuk mengontrol kadarnya dalam tubuh," tukas seorang Konsultan kesehatan di University College Hosipital di London, Dr Robim Lachmann.
Perawatannya pun terbilang masih sangat terbatas. Namun langkah ini jauh lebih baik untuk mengatasi gejala penyakit akibat bau badan tak sedap yang cenderung amis atau busuk. Penderita TMAU sebaiknya melakukan hal-hal di bawah ini.
a. Kurangi makanan yang mengandung trimethylamine, asam amino-choline, nitrogen dan belerang. Seperti yang ada di telur, ikan, daging dan beberapa jenis kacang-kacangan. Sangat baik jika melakukan diet rendah protein.
b. Minum antibiotik dengan dosis rendah untuk mengurangi jumlah bakteri jahat di usus. Pengobatan singkatnya dengan metronidazole atau neomycin.
c. Menggunakan pembersih dengan pH sekitar 5,5 dan 6,5 atau sedikit asam.
d. Melakukan terapi gen dengan melakukan penggantian untuk FMO3.
e. Gunakan produk yang bisa menutupi bau TMAU seperti wewangian atau sabun khusus.
f. Lakukan konseling dengan psikolog untuk menanggulangi dampak psikologis seperti depresi. Khususnya bagi mereka yang tertekan secara mental karena dicemooh orang lain.
g. Konsultasikan juga denga ahli genetika atau dokter yang paham tentang TMAU untuk tindakan tepat perawatan dan mengurangi bau busuk yang keluar.