Gangguan Kardiovaskular

Salah satu kandungan yang banyak digunakan dalam obat diet adalah sibutramin. Pada tahun 2010, BPOM telah menarik peredaran 10 jenis obat diet yang mengandung sibutramin di pasaran karena dapat meningkatkan gangguan kardiovaskular pada konsumen yang memiliki riwayat penyakit jantung, lever, dan ginjal.
Sibutramin biasanya digunakan untuk mengatasi obesitas atau kegemukan akut yang ada di bawah pengawasan dokter. Senyawa ini bekerja mempengaruhi salah satu fungsi otak untuk menghilangkan nafsu makan. Sedangkan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kejang, serangan jantung, denyut jantung tidak normal, stroke, serta meningkatnya tekanan darah.

Terjadi Perubahan Mood

Perubahan mood ternyata tidak hanya disebabkan oleh faktor hormonal seperti PMS. Hilangnya nafsu makan ketika mengonsumsi obat diet membuat seseorang kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh melalui asupan makanan. Kekurangan vitamin dan mineral, seperti niasin, tiamin, dan asam folat ternyata berdampak pada keletihan secara mental atau suasana yang tidak bersemangat sehingga menyebabkan depresi. Sedangkan vitamin dan mineral di atas terdapat pada makanan dengan karbohidrat yang lengkap seperti nasi, kacang-kacangan, dan umbi-umbian.
source: https://supplementous.com/banned-dangerous-diet-pills-can-kill/
Mood ternyata diatur dalam otak kita. Pengaturan ini dilakukan oleh serotonin, suatu senyawa kimia messenger dalam otak. Supaya dapat bekerja secara maksimum, serotonin membutuhkan asam amino esensial bernama Tryptophan, yang dapat ditemui dalam bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Selain sebagai sumber energi utama bagi tubuh, karbohidrat inilah yang kemudian diubah menjadi glukosa dan berperan dalam proses moody tersebut.
source: http://lagizi.com/good-bye-moody/
Depresi yang ditimbulkan akibat perubahan mood ini tentunya bisa menimbulkan masalah yang lebih parah. Selain menimbulkan dampak psikis yang berbahaya, hal ini juga bisa berujung pada keinginan untuk bunuh diri. Bahan yang dapat menimbulkan dampak psikis berupa depresi ini adalah Rimonabant. Bahan ini sudah dilarang beredar karena menimbulkan efek depresant yang berbahaya.

Ketergantungan

Salah satu klaim yang ada pada beberapa produk obat diet adalah tidak terjadi yo-yo effect atau ketergantungan. Hal ini disebabkan karena efek hilangnya nafsu makan hanya terjadi saat mengonsumsi obat diet, sedangkan ketika berhenti meminum obat diet nafsu makan kembali tinggi. Ketakutan terhadap naiknya berat badan tanpa konsumsi obat diet dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh terutama ginjal akibat konsumsi obat yang tidak terkendali. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan perubahan berat badan terlalu banyak pada konsumsi obat diet dalam waktu singkat. Jika terjadi dorongan untuk mengonsumsi obat diet lagi, segera konsultasikan pada dokter untuk menjaga kesehatan tubuh. Untuk menghindari ketergantungan pada konsumsi obat diet, selalu cek komposisi di kemasan dan hindari bahan Penthermine yang dapat menyebabkan efek ketergantungan.
Phentermine adalah amphetamine yang berisiko menyebabkan kecanduan. Selain diperlukan resep khusus untuk mendapatkannya, bahan ini sebaiknya juga hanya dikonsumsi dalam jangka waktu pendek yaitu beberapa minggu.
source: http://www.alodokter.com/amankah-mengonsumsi-pil-pelangsing

Menopause Dini

Salah satu reaksi mengonsumsi obat diet adalah sering buang air kecil. Akibat terlalu banyak mengeluarkan air seni sirkulasi darah dalam indung telur akan terganggu hingga terjadi kerusakan yang dapat berakibat pada haid yang tidak teratur dan menopause di usia dini.
source: http://www.sicknessnhealth.com/early-menopause-causes/
"Banyak pasien saya yang mengeluhkan tidak haid gara-gara minum obat pelangsing. Ada juga yang baru 2 bulan minum. Ternyata obat pelangsing yang dia minum bikin indung telurnya rusak jadi mengakibatkan menopause dini," jelas dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis ginekologi dari RS Pusat Pertamina, dalam acara Seminar Kesehatan 100% Siap Nikah di Prodia Tower, Jakarta, Sabtu (16/10/2010)
source: http://health.detik.com/read/2010/10/16/171122/1466802/763/salah-minum-obat-pelangsing-bisa-bikin-menopause-dini
Stres berlebihan yang diakibatkan pengaruh obat diet mengakibatkan produksi hormon estrogen menjadi tidak seimbang. Kekurangan pasokan hormon estrogan menyebabkan ovarium berhenti bekerja sehingga menimbulkan gejala-gejala seperti berhentinya siklus menstruasi, organ kewanitaan mengering, penurunan libido, mood swing, dan insomnia. Terjadinya menopause dini tentu juga sangat berbahaya bagi wanita karena dapat menyebabkan kanker rahim dan usus besar, osteoporosis, penyakit gusi, katarak, serta gigi keropos.

Gangguan Pencernaan

Efek samping lain yang ditimbulkan dari obat diet adalah terjadi gangguan pencernaan. Masalah pencernaan ini bisa saja terjadi ketika obat diet yang dibeli tidak mencantumkan komposisi. Produsen yang nakal bisa saja memasukkan bahan berbahaya yang justru menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit dan diare. Meskipun telah dicantumkan bahan baku obat pelangsing pada kemasan, Minasan tetap harus berhati-hati. Penyebab diare pada obat diet bisa juga disebabkan oleh Penthermine yang menjadi penyebab kecanduan terhadap obat diet. Sedangkan penyebab diet bisa disebabkan oleh Phenytoin yang berfungsi sebagai penekan nafsu makan sekaligus pemicu tumor jika dikonsumsi dengan dosis tinggi.
Beberapa dampak negatif konsumsi obat diet di atas sudah banyak menimbulkan masalah kesehatan di masa yang akan datang. Bahan kimia sintetis berbahaya yang menumpuk di dalam tubuh akan merusak organ tubuh apabila saat mengonsumsi obat diet tidak disertai konsumsi serat dan minum banyak air putih. Pastikan bahwa obat diet yang dibeli telah terdaftar di BPOM dan selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan bahwa cara diet dengan obat ini aman untuk kesehatan di masa mendatang.