Salah satu alat yang saat ini mulai populer digunakan untuk menghilangkan bulu kaki adalah epilator. Dengan alat ini, cara menghilangkan bulu kaki menjadi lebih cepat dan mudah. Meski belum banyak tersedia di toko, alat ini sudah mudah didapatkan secara online. Mungkin Minasan khawatir bahwa terlalu sering mencabuti bulu kaki akan menyisakan bekas hitam dan pori-pori yang membesar; belum lagi rasa sakit yang ditimbulkannya. Nah, epilator bisa menjadi solusi untuk menghilangkan bulu kaki tanpa menimbulkan resiko luka atau sakit.
Kelebihan dan Kekurangan Epilator Sebagai Cara Menghilangkan Bulu Kaki
Sekilas, epilator terlihat mirip dengan razor. Hanya saja, razor bekerja dengan cara mencukur, sehingga bulu kaki akan cepat tumbuh kembali dan bahkan lebih kasar dan lebih hitam. Sementara itu, epilator bekerja dengan cara mencabut, sehingga proses tumbuhnya bulu akan lebih lambat. Alat elektrik ini mencabut bulu dengan mencengkram dan menarik bulu secara bersamaan. Cara kerjanyanya hampir sama dengan waxing, namun tidak menggunakan strip. Di dalamnya terdapat tweezer (plat penjepit) yang berfungsi mencabut bulu kaki.
Selain proses pertumbuhan bulu yang lebih lambat, ada beberapa keuntungan menggunakan epilator sebagai cara menghilangkan bulu kaki, di antaranya:
1. Proses mencabut bulu lebih mudah dan cepat. Bayangkan, Minasan hanya butuh waktu sekitar 10 atau 20 menit untuk menghilangkan bulu kaki yang mengganggu penampilan Minasan.
2. Bisa digunakan sendiri di rumah. Minasan tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk menggunakan epilator. Dengan alat ini, Minasan tidak perlu merasa risih atau malu karena harus memperlihatkan area yang berbulu kepada orang lain, seperti halnya saat berada di salon.
3. Hasil lebih optimal, karena epilator dirancang untuk mencabuti bulu yang halus sekalipun.
4. Tidak menimbulkan iritasi atau kerusakan pada permukaan kulit; sehingga alat ini cocok untuk Minasan yang memiliki kulit sensitif terhadap formula shaving cream atau shaving gel.
5. Praktis dibawa kemana saja, karena ukurannya yang kecil dan cara kerja menggunakan baterai.
Meski demikian, epilator juga memiliki sejumlah kelemahan sebagai cara menghilangkan bulu kaki. Di antaranya adalah hasilnya yang tidak permanen jika dibanding treatment dengan laser. Epilator tidak menghilangkan bulu 100% hingga ke akar-akarnya. Meski frekuensi mencabut bulu akan jauh berkurang dibanding mencukur atau menggunakan pinset, Minasan tetap harus mengulangi penggunaannya setidaknya 2 atau 3 bulan sekali.
Tips Memilih dan Menggunakan Epilator untuk Mencukur Bulu Kaki
Perawatan menggunakan epilator relatif lebih murah dibanding waxing atau laser treatment. Hanya saja, ada beberapa tips yang perlu Minasan terapkan saat membeli maupun menggunakan alat elektrik ini:
1. Meski tidak membutuhkan shaving cream, basahi permukaan kaki dengan air suam-suam kuku menggunakan handuk kecil. Gunanya adalah untuk menstimulasi peredaran darah di bawah permukaan kulit, sehingga proses pencabutan tidak menyisakan rasa sakit.
2. Gunakan epilator dengan precision head yang bisa bekerja di permukaan yang berbeda dengan kecepatan yang dapat diatur.
3. Agar lebih hemat, pilih epilator dengan baterai yang bisa diisi ulang (rechargeable).
4. Pilih epilator dari bahan stainless steel agar tidak berkarat dan cepat rusak akibat terkena air.
5. Pilih epilator yang dapat bekerja di permukaan basah maupun kering, agar Minasan bisa menggunakannya kapan saja (bahkan saat di kantor sekalipun).
Pada dasarnya, cara menghilangkan bulu kaki dengan epilator cukup praktis dan aman. Namun sekali lagi, alat ini tidak bekerja secara permanen. Minasan juga harus selektif dalam memilih epilator, karena produk ini kian marak di pasaran. Pilih produk dari brand yang sudah dikenal dan diakui kualitasnya.