Membaca Komposisi

Mengetahui berapa kadar SPF pada tabir surya memang penting, akan tetapi membaca komposisi pada kemasan produk tabir surya lebih penting lagi. Tabir surya dengan SPF 15 hanya akan melindungi wajah dari sinar UVB, padahal sinar U A juga bisa menimbulkan kanker kulit dan keriput. Pilihlah tabir surya yang bersifat road spectrum (spektrum luas), yaitu dengan perlindungan dari sinar UVA dan UVB sekaligus yang ada pada SPF 30. Ketika Minasan membaca komposisi, pastikan juga di dalam daftar komposisi tertera bahan zinc oxide dan titanium dioxide. Bahan-bahan tersebut memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Selain itu, pastikan juga bahwa komposisi tabir surya bebas pewangi, bebas PABA, dan bebas pengawet karena dapat membuat kulit menjadi lebih mudah mengalami iritasi.
source: http://www.rmsunscreen.com/paba-free-sunscreen-facts.aspx
PABA bisa membuat alergi pada kulit. PABA cenderung membuat kulit teriritasi, kemerahan, dan makin sensitif terhadap sinar surya.
source: http://kumpulan.info/cantik/tips-kecantikan/65-tips-pilih-tabir-surya-yang-tepat.html

Sesuaikan Dengan Jenis Kulit

Berbeda jenis kulit, berbeda pula jenis tabir surya yang dibutuhkan. Krim tabir surya untuk wajah berminyak dan berjerawat tidak disarankan karena akan menyumbat pori-pori dan dapat menimbulkan jerawat. Pilihlah tabir surya yang bebas minyak (oil free) atau yang memiliki formula cair akan lebih mudah diserap daripada krim. Sedangkan untuk kulit kering dan kombinasi akan lebih tepat menggunakan formula krim. Pastikan pada krim tabir surya untuk kulit kering memiliki bahan minyak dan lanolin untuk menjaga kelembaban kulit wajah. Sedangkan untuk jenis kulit kombinasi, bahan benzoyl peroxyde sangat dibutuhkan untuk mengimbangi kadar minyak di daerah T (dahi, hidung, dagu) pada wajah.

Tabir Surya Tahan Air

Tabir surya memiliki kelemahan mudah hilang ketika berkeringat atau terkena air. Namun, bukan berarti menggunakan tabir surya berlabel waterproof akan aman sepanjang hari. Minasan harus mengoleskannya kembali setiap 2 jam ketika Minasan berada di bawah terik sinar matahari. Sedangkan pada tabir surya berlabel waterproof hanya bertahan sekitar 40 hingga 80 menit lebih lama dari tabir surya alami. Setelah itu Minasan harus tetap mengoleskannya kembali. Krim tabir surya dengan waterproof sangat cocok jika Minasan ingin berenang di pantai.

Tabir Surya atau Sunblock?

Mungkin Minasan bingung untuk membedakan kedua produk pelindung kulit dari sinar matahari ini. Tabir surya atau sunscreen memang berbeda dengan sunblock. Tabir surya memiliki filter atau penyaring yang dapat menyerap beberapa sinar matahari, sehingga sunscreen dianggap masih memiliki risiko yang lebih kecil terkena kanker kulit jika dibandingkan dengan yang tidak memakai tabir surya sama sekali.
source: http://www.misstinak.com/blog/sun-protection
Pada dasarnya, sunblock dan tabir surya baik untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari dibandingkan bila tidak menggunakan lotion atau krim pelindung sama sekali. Jadi, penggunaan keduanya saat berada di luar rumah amat direkomendasikan.
source: http://www.amazine.co/39003/apa-perbedaan-sunblock-dengan-sunscreen-tabir-surya/
Sedangkan sunblock terdiri dari bahan mineral aktif yang sangat baik untuk kulit sensitif. Bahan mineral aktif ini biasanya adalah zinc oxide dan titanium dioxide yang terkadang juga terdapat pada tabir surya. Sunblock bekerja dengan membelokkan paparan sinar matahari sehingga tidak langsung mengenai kulit.

Kandungan Tabir Surya Alami Pada Tomat

Krim tabir surya untuk wajah sangat direkomendasikan bagi kita. Namun, mengaplikasikannya pada kulit kita bukan satu-satunya yang bisa kita lakukan untuk menghindari kanker kulit, lho. Tomat bisa menjadi alternatif atau nutrisi tambahan untuk merawat kulit kita dari pengaruh buruk sinar matahari. Selain mengandung vitamin A, C, dan E, tomat juga kaya akan likopen yang berfungsi sebagai tabir surya alami yang menangkal radikal bebas dari sinar matahari. Melalui penelitian baru-baru ini, kanker kulit tidak hanya disebabkan oleh sinar UVA dan UVB saja, tetapi juga melalui paparan sinar inframerah dan mampu menembus lapisan kulit lebih dalam daripada sinar UV. Kandungan likopen pada tomat inilah yang menurut study di Leibniz, Jerman, dapat mencegah pengaruh buruk radiasi inframerah pada kulit. Minasan cukup mengonsumsi buah tomat untuk mendapatkan manfaat likopen agar membantu kulit menjadi lebih sehat.4