Apa itu SHS?

SHS merupakan gangguan kelenjar minyak yang menyebabkan produksi minyak berlebih pada kulit kepala sehingga terasa gatal dan bau meski sudah rutin mencuci rambut. Bau ini akan dengan mudah tercium tanpa perlu mendekati si pemilik rambut. Ada yang mengatakan bahwa baunya menyerupai kaus kaki, susu basi, hingga menyerupai bau popok basah. Menurut Glenn Lyon, direktur dari Klinik Phillip Kingsley Trichological, hal ini disebabkan oleh produksi minyak berlebih pada kelenjar sebaceous yang melekat di setiap folikel rambut dan menghasilkan minyak. Semakin banyak minyak yang dihasilkan akan menyebabkan kotoran lebih mudah menempel dan menyerap bau lebih banyak melalui lingkungan di sekitar kita seperti polusi udara, asap rokok, asap kendaraan, serta aktivitas lain yang mengeluarkan bau tidak sedap. Selain dipengaruhi lingkungan, gangguan ini juga bisa dipicu oleh masalah hormon.
Jika Anda stres, akan mengubah kadar hormon adrenal di tubuh, hal ini memicu hormon androgen meningkat (hormon yang mengatur minyak kepala) sehingga produksi minyak berlebih yang meningkatkan potensi rambut jadi bau," tambah Lyons.
source: http://wartakesehatan.com/49902/penyebab-rambut-cepat-bau
Meski bau yang ditimbulkan menimbulkan banyak masalah, bau ini hanya muncul selama kurang lebih 12 jam seusai penderita mandi. Dampak yang menjijikkan dari gangguan ini adalah bau dapat berpindah ke bantal, handuk, serta benda yang sering menempel di kepala si penderita.

Belum Ada Obatnya

Berdasarkan yang dikutip oleh kecantikan.web.id melalui Mayo Clinic, ilmu kedokteran belum menemukan pertolongan medis yang efektif untuk mengatasi masalah SHS ini. Kebanyakan pasien tidak menemukan solusi yang tepat untuk mengobati gangguan kelenjar minyak yang sangat mengganggu rutinitas dan kehidupan sosial mereka. Akibatnya, pasien akan mengatasi sendiri masalah ini dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan perawatan sederhana seperti masker rambut dengan bahan-bahan alami. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan Sulfur/Belerang

Belerang tidak hanya digunakan untuk mengatasi masalah jerawat, tetapi juga bau badan. Kandungan dari mineral alami ini juga efektif mengatasi gatal-gatal akibat keringat berlebih sehingga membantu mengatasi kulit kepala gatal akibat gangguan kelenjar minyak. Minasan bisa memanfaatkan kandungan belerang ini melalui sabun cair yang mengandung belerang untuk membersihkan kulit kepala yang terasa gatal.

2. Kurangi Kafein, Perbanyak Air Putih

Makanan dan minuman memiliki kandungan yang dapat mempengaruhi kadar hormon. Kafein memiliki manfaat untuk mengurangi stres, tapi di sisi lain, kafein dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga membuat keringat berlebih pada kulit kepala dan menyebabkan rasa gatal. Selain kafein, alkohol, makanan pedas, dan makanan cepat saji juga membuat produksi hormon tidak stabil dan berdampak pada kulit kepala yang gatal akibat minyak berlebih. Oleh sebab itu, penting untuk mengonsumsi air putih atau air mineral sebanyak 8 gelas per harinya.
source: http://www.viunge.dk/mit-liv/facts-om-junkfood

3. Pilih Sampo yang Ringan

Sampo berbahan ringan tidak memiliki banyak kandungan bahan kimia dalam komposisinya. Salah satu bahan kimia sintetis yang harus dihindari dalam produk sampo adalah SLS (Sodium Laureth Sulfate) sebagai penghasil busa pada produk mandi rumah tangga. Beberapa penelitian telah menghasilkan kesimpulan bahwa terlalu banyak menggunakan SLS pada sampo akan menimbulkan kulit kepala kering dan iritasi sehingga menimbulkan masalah pada kulit kepala, salah satunya adalah gatal-gatal.
source: https://www.pinterest.com/pin/16607092353167460/
SLS yang terkandung dalam kebanyakan sampo dapat menyebabkan kerusakan folikel rambut dan membuat rambut rontok. SLS memiliki protein denaturasi sifat menyebabkan peradangan dan iritasi kulit dengan banyak masalah kulit kepala lainnya.
source: http://www.sehatfresh.com/bahaya-keramas-setiap-hari/

4. Hindari Stres

Masalah psikologis juga berdampak pada kesehatan kita, lho. Stres membuat kondisi emosional seseorang menjadi tidak stabil. Hal ini juga mempengaruhi produksi hormon dalam tubuh menjadi tidak stabil juga.
Saat stress, hormone androgen menyebabkan produksi minyak berlebih. Selain itu, tumor yang menyekresi androgen di kelnjar pituitari, kelenjar adrenalatau ovarium dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormon. Selain itu, rambut yang berlebihan atau jerawat juga berpotensi menyebabkan rambut bau.
source: http://www.jawaban.com/news/spiritual/detail.php?id_news=111207194248&off=6
Itulah beberapa solusi sederhana untuk menghindari masalah rambut bau akibat gangguan kelenjar minyak sehingga berpotensi menimbulkan SHS. Tetap perhatikan apa yang kita konsumsi karena pada dasarnya, hormon di dalam tubuh kita juga dipengaruhi oleh kandungan nutrisi pada makanan dan minuman.