Penyebab Kulit Terbakar Matahari

Sebelum kita mengetahui cara mengatasi kulit terbakar matahari, kita perlu tahu dulu apa yang menyebabkan kulit bisa sampai terbakar. Kulit terbakar matahari bukan karena terkena panasnya matahari, melainkan karena terlalu banyak terkena sinar ultraviolet. Kulit secara natural memproduksi melanin dengan lebih cepat saat mendeteksi sinar ultraviolet. Melanin membuat kulit menjadi lebih cokelat dan itulah yang dapat badan kita lakukan untuk melawan sinar ultraviolet. Namun, melanin yang dapat dikeluarkan setiap orang berbeda-beda. Orang yang memiliki melanin lebih sedikit akan lebih rentan mendapati kulitnya terbakar.

Pencegahan Kulit Terbakar Matahari

Kulit yang sering terbakar tentunya akan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, sebelum kulit terbakar, lebih baik melakukan pencegahan dengan baik. Senjata yang sudah banyak diketahui tentu saja dengan memakai krim tabir surya. Oleskan krim tabir surya tersebut kira-kira 30 menit sebelum pergi ke luar. Jangan lupa melakukan hal tersebut walaupun cuaca mendung karena sinar penyebab kulit terbakar masih dapat menembus mendung tersebut. Minasan dapat menggunakan lagi krim jika diperlukan, misalnya setelah berenang atau berkeringat banyak. Krim tabir surya tersebut minimal memiliki SPF 30, serta carilah yang memiliki kandungan avobenzone, titanium dioxide, atau zinc oxide agar dapat menghalangi sinar ultraviolet A dan B. Selain itu, sebisa mungkin memakai pakaian yang melindungi kulit dari matahari, seperti pakaian yang berlengan panjang. Tentunya lebih baik lagi jika Minasan dapat menghindari matahari saat sedang terik-teriknya. Selain perlindungan dari luar, perlindungan dari dalam dapat dilakukan dengan memakan makanan yang mengandung omega 3, seperti salmon.

Mendinginkan Badan Setelah Terbakar Matahari

Hal pertama yang dapat Minasan lakukan dalam mengatasi kulit yang terbakar matahari, yaitu mendinginkannya sehingga dapat terasa lebih nyaman. Cara terbaik adalah tentu saja mandi dengan air dingin. Namun, janganlah mandi dengan air yang sedingin es. Agar kulit tidak iritasi, jangan gunakan sabun yang mengandung zat-zat yang kasar, misalnya sabun anti jerawat yang biasanya mengandung benzoyl peroxide. Jika tidak bisa langsung mandi, gunakan kain untuk mengompres kulit yang terbakar dengan air dingin, secara perlahan. Dapat pula menambahkan susu dingin atau teh hijau dingin. Namun, jangan gunakan batu es karena berpotensi untuk membuat kulit iritasi.
source: http://www.womenshealthmag.com/beauty-and-style/sunburn-remedy-0

Melembabkan Kulit yang Terbakar Matahari

Penggunaan lotion pelembab akan membantu mengurangi kulit yang terasa kering. Akan lebih baik lagi jika lotion tersebut mengandung lidah buaya. Setelah mendinginkan kulit, terutama setelah mandi, letakkan sedikit air pada kulit. Kemudian, pakailah lotion pelembab kulit sehingga air dapat terperangkap dalam kulit. Namun, Minasan harus ketahui bahan-bahan apa yang ada pada lotion tersebut. Beberapa mengandung petroleum yang dapat menahan panas di kulit.

Jangan Biarkan Tubuh Dehidrasi

Jika kulit terbakar matahari, berarti tubuh pun ikut kehilangan cairan. Minumlah air putih yang banyak setelah berada di bawah matahari. Selain menghindari dehidrasi, meminum air dingin akan menurunkan suhu tubuh. Buah-buahan yang mengandung banyak air juga dapat membantu, seperti semangka.
source: http://www.cosmopolitan.com/style-beauty/beauty/advice/g2076/how-to-treat-a-sunburn/?slide=4

Jika Perlu, Minum Obat

Kalau Minasan merasa kulit terbakar parah, minumlah obat yang mengandung aspirin yang merupakan anti inflamasi. Jika kulit terlanjur sampai melepuh dan lecet, janganlah mengelupasnya karena akan membuat infeksi dan kulit pasti akan terlihat lebih parah. Gunakan salep anti bakteri pada luka tiga kali sehari.