Chef Nurman Fajri dari Almond Zuccini berbagi tips dengan Beautynesia dalam acara Cooking with Bertolli yang digelar di Jakarta. Menurut Chef Nurman memang banyak yang tidak percaya bahkan salah persepsi, jika olive oil atau minyak zaitun tidak dapat digunakan untuk memasak makanan Indonesia. Termasuk membuat gorengan yang sangat difavoritkan masyarakat Indonesia.

Dalam acara memasak bersama dengan para editor dan blogger itu,  berbagai mitos seputar olive oil berhasil dipatahkan. Mulai dari “tidak cocok dengan cita rasa Indonesia” sampai “minyak zaitun tidak dapat digunakan untuk suhu tinggi” – kita semua pernah mendengar itu. Meskipun olive oil adalah salah satu unsur makanan paling terkenal di dunia dalam generasi saat ini, namun masyarakat Indonesia masih sulit untuk mengggunakan dan menikmatinya dalam masakan Indonesia.

Memilih jenis olive oil yang benar, akan membuat berbagai sajian masakan Indonesia seperti mendoan, tumis udang, kerupuk bahkan sambal yang ditumis dengan olive oil terasa sangat lezat layaknya masakan Indonesia yang sudah akrab di lidah kita. 

baca juga

Olive oil extra virgin sangat ideal untuk saus roti, saus pasta, dan dressing salad,  serta cocok untuk sekedar penyedap makanan. Minyak zaitun paling murni dengan melalui penyulingan pertama buah zaitun. Suhu ketahanan panas hingga 180 derajat celcius. Cirinya berwarna hijau gelap.

Untuk kegiatan memasak dengan suhu panas sedang seperti menumis dan memanggang dapat dipilih Classico Olive Oil yang memiliki suhu ketahanan panas hingga 200 derajat celcius. Untuk menggoreng dengan suhu ketahanan panas hingga 220 derajat celcius, maka yang paling cocok adalah jenis Extra Light yang cocok untuk menggantikan minyak nabati. Nah, panduannya mudah bukan? Yuk kita coba dan praktikkan di akhir pekan agar terasa makin hangat dengan anggota keluarga.