Jika seseorang merasa bahwa ada banyak flek di sekitar wajah atau di daerah tubuh lainnya walaupun sudah melakukan banyak cara untuk menghilangkannya , bisa jadi penyebab flek hitam tersebut adalah adanya faktor genetika. Salah satu penyebab flek hitam yang tak kunjung hilang adalah keturunan yang diperoleh dari orangtua secara langsung di garis keturunannya, atau dari gen lain yang ada di keturunannya. Pohon keluarga mempengaruhi adanya flek hitam pada diri seseorang.
Penyebab Flek Hitam dari Faktor Genetika
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa adanya faktor genetika atau keturunan dari sebuah keluarga dapat menjadi penyebab flek hitam pada diri seseorang. Pengaruh dari faktor ini cukup banyak, mulai 20%-70%. Tingkat persentase tersebut tergantung kepada bagaimana hormon dan gen tersebut ada dan terkandung di dalam DNA dan RNA seseorang. Faktor genetika tidak bisa dirubah dan disesuaikan dengan keinginan karena semuanya sudah ada di dalam tubuh setiap orang dan sudah sejalan dengan kadar DNA atau RNA yang ada di dalamnya.
Faktor genetika yang menjadi penyebab flek hitam bisa diturunkan secara langsung dari orang tua, baik ibu atau ayah seseorang. Tetapi ada juga yang diturunkan jauh dari pohon keluarga misalnya dari kakek nenek, atau buyut. Hal tersebut dianggap biasa karena masih berada di garis keturunan yang sama dan memiliki kedekatan dalam segi genetika. Pengaruh genetika untuk flek hitam diturunkan secara tidak terprediksi, namun bisa diketahui presentasinya sejak awal.
Seseorang yang memiliki hormon penyebab flek hitam akan memiliki kesempatan menurunkan hormon tersebut atau genetika tersebut kepada keturunannya, atau bisa jadi telah mendapatkan genetika tersebut dari keturunan sebelumnya. Hormon yang ada di dalam tubuh yang mempengaruhi adanya flek adalah hormon estrogen, hormon progesteron dan MSH atau Melanin Stimulating Hormon. Ketiga hormon tersebut memiliki peran yang penting dalam pembentukan flek hitam dan membuat sebuah kontur DNA atau genetika yang bisa diturunkan kepada generasi selanjutnya.
Penyebab flek hitam yang terjadi pada diri seseorang ternyata bisa dilihat pada usia kehamilan atau ketika janin berada di dalam perut ibu hamil. Penglihatan terhadap adanya resiko atau rentan terjadinya flek hitam akibat genetika secara jelas dapat dilihat di trimester ketiga atau tiga bulan menjelang persalinan. Adanya flek tidak akan menjadikan janin ada dalam bahaya tetapi akan memiliki gen yang cukup baik dan signifikan menurunkan flek hitam kepada keturunan selanjutnya.
Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghindari penyebab flek hitam yang disebabkan oleh faktor genetika. Tetapi jika ingin benar benar menghilangkan gen tersebut kini bisa dilakukan rekayasa genetika untuk menjadikan keturunkan tanpa flek hitam. Tentunya, hal ini membutuhkan biaya yang tidak murah.
Meskipun terjadinya penyebab flek hitam akibat faktor genetika masih sangat sedikit, tetapi banyak yang sudah bisa memperlihatkan adanya keterkaitan antara faktor keturunan baik dari segi hormon dan struktur DNA. Hal ini bisa membuat seseorang terkena atau memiliki flek hitam meskipun tidak menerima paparan sinar ultraviolet maupun polusi secara langsung.