Tidak dipungkiri lagi bahwa semakin bertambahnya umur maka kulit wajah akan mengalami perubahan yang cukup banyak. Terutama pada wanita yang sudah melahirkan, ada banyak sekali perubahan yang dapat dirasakan dan terjadi dari hari ke hari. Salah satunya adalah flek hitam yang kerap menjadi masalah utama. Banyak yang mengira sinar matahari yang menyebabkan itu semua, padahal penyebab flek hitam bagi wanita terutama mereka yang sudah melahirkan adalah penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung berbagai bahan dan obat obatan.
Alat Kontrasepsi, Penyebab Flek Hitam Pada Wanita
Mengapa alat kontrasepsi menjadi penyebab flek hitam? Hal tersebut dikarenakan alat kontrasepsi mengandung berbagai bahan kimia dan obat obatan seperti mesantoin, klorpromazine, sitostatik, difenilhidantoin dan minosiklin yang akan memicu dan menstimulus terjadinya pigmentasi atau pembentukan flek-flek yang berwarna hitam pada wajah. Flek tersebut lama kelamaan akan menjadi flek yang mengganggu dan menjadi ciri aging atau penuaan pada wanita yang sering kali ditakutkan oleh semua wanita yang ada, terutama yang sudah memasuki usia 25 tahun.
Pigmentasi di dalam kulit bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang. Pil KB yang merupakan salah satu alat kontrasepsi yang sering digunakan sehingga memungkinkan penggunanya untuk memiliki flek hitam pada kulit bukan hanya pada wajah. Jika pil KB dikonsumsi maka hormon yang diproduksi oleh wanita hamil akan dipersiapkan oleh tubuh dan dihasilkan hingga melahirkan. Ketika hormon tersebut tidak digunakan maka akan menimbulkan flek atau terjadinya pigmentasi yang tidak diinginkan pada kulit. Pigmentasi tersebut ditandai dengan adanya bercak-bercak hitam pada beberapa bagian kulit yang tidak diinginkan.
Tak ada wanita yang menginginkan flek pada bagian wajah mereka. Minasan bisa menyesuaikan penggunaan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tidak menyebabkan flek hitam pada wajah.
Namun penyebab flek hitam karena alat kontrasepsi bukan hanya karena menggunakan pil KB saja, tetapi juga berlaku untuk semua produk kontrasepsi seperti suntik, susuk, dan lain lain. Setiap alat kontrasepsi memiliki kuantitas dan persentase melakukan pigmentasi yang berbeda beda. Faktor lainnya yang mempengaruhi seberapa kuat proses pigmentasi dilakukan adalah adanya kondisi tubuh dan tingkat toleransi tubuh yang berbeda beda setiap orang, ada yang cepat dan ada juga yang lambat.
Ada baiknya memilih alat kontrasepsi yang sesuai sehingga penyebab flek hitam pada wajah bisa dikurangi. Adanya hormon yang dikendalikan oleh alat kotrasepsi menjadikan seseorang mampu menghasilkan flek meskipun pada awalnya tidak memiliki garis keturunan untuk mendapatkan flek hitam pada wajah.
Pigmentasi atau adanya flek hitam menjadikan banyak wanita tidak mau memasang alat kontrasepsi karena menjadi penyebab flek hitam. Tetapi kemudian jika tidak menggunakan alat kontrasepsi akan menjadikan seseorang mudah mendapatkan keturunan dan tidak bisa mengontrol kehamilan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Diskusikan terlebih dulu dengan dokter saat memilih alat kontrasepsi yang hendak digunakan. Jika flek hitam pada wajah masih tak bisa dihindari, pilihlah alat kontrasepsi yang paling kecil prosentasenya menghasilkan flek hitam pada wajah.