Pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang paling berbahaya dan harus diwaspadai yaitu kanker kulit. Adapun sinar UV merupakan salah satu contoh radiasi alam. Jenis radiasi ini merupakan energi panas yang menyebabkan perubahan temperatur, kelembaban udara, dan tekanan di bumi. Dalam batasan tertentu paparan sinar UV tidak memberikan pengaruh yang berbahaya, bahkan cukup dibutuhkan dalam kehidupan. Misalnya berperan pada proses pigmentasi kulit atau memberi warna kulit secara alami.
Akan tetapi, terkena paparan sinar UV secara berlebihan nyatanya memberikan pengaruh yang merugikan, khususnya bagi kesehatan manusia. Terlalu sering terkena paparan sinar UV dapat menyebabkan kulit kering kering dan timbulnya noda kecokelatan pada kulit. Lebih parahnya sinar UV dapat merusak sel manusia dan menyebabkan adanya sel abnormal. Sinar UV dapat pula merusak struktur DNA dengan cara memutuskan ikatan gen yang terkena paparan radiasi kemudian mengaktifkan bahan kimia yang terdapat di dalam tubuh dan memiliki sifat memicu kanker.
Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang sangat mudah untuk dikenali. Tetapi terkadang gejala awal timbulnya penyakit tidak begitu terlihat, sehingga si penderita seringkali terlambat menyadarinya. Adapun beberapa tahun belakangan ini jumlah penderita kanker kulit dikatakan meningkat. Terutama di kawasan Inggris, Amerika, dan Australia. Tidak berbeda dengan jenis kanker yang lain, kanker kulit juga tidak bisa dianggap remeh. Kanker kulit dapat menyebabkan kecacatan pada penderitanya dan bila sampai memasuki stadium lanjut akan berakibat fatal pada kematian. Kanker kulit sebagai pengaruh sinar ultraviolet pada kulit selanjutnya dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Nonmelanoma Maligna (NM)
Kanker kulit jenis ini dikategorikan lagi menjadi 2, yakni Karsinoma Sel Basal dan Karsinoma Sel Squamosa.
a. Karsinoma Sel Basal
Karsinoma Sel Basal biasanya berkembang lalu merusak jaringan kulit sekitar. Kanker jenis ini diyakini disebabkan karena warna kulit terang terlalu sering terkena sinar matahari. Beberapa gejala yang menyertai di antaranya muncul benjolan agak mengkilat dengan warna kemerahan, sementara di bagian pinggir lebih tinggi dengan warna kehitaman. Cukup mirip dengan kelainan pada jaringan parut atau luka lecet yang tidak kunjung sembuh. Biasanya menyerang area kulit kepala, wajah, dan leher.
b. Karsinoma Sel Squamosa
Pengaruh sinar ultraviolet pada kulit berupa Karsinoma Sel Squamosa lebih sering diderita kaum pria usia lanjut. Jenis kanker kulit ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain, jadi tidak hanya menyerang jaringan kulit sekitar saja. Penyebabnya diyakini karena paparan sinar matahari dominan. Gejala yang menyertai biasanya berupa luka atau benjolan yang tidak segera sembuh dan kulit terlihat bersisik.
2. Melanoma Maligna
Melanoma Maligna adalah jenis kanker kulit akibat pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang paling ganas dengan risiko kematian. Di negara Amerika, 6 dari 7 penderita jenis kanker ini didapati meninggal dunia. Melanoma Maligna berkaitan dengan pemaparan intermiten kuat. Kanker kulit ganas ini dapat berkembang dari tahi lalat yang telah ada sejak awal ataupun baru muncul. Sel kanker bertumbuh dari melanosit yang mana merupakan sel kulit yang memiliki fungsi menghasilkan zat warna melanin. Ada beberapa gejala yang waspadai sebagai gejala Melanoma Maligna, di antaranya:
a. Terjadi perubahan pada tahi lalat, baik perubahan warna, ukuran, atau bentuk.
b. Perubahan warna pada tahi lalat sebagai gejala kanker cukup bervariasi dari area yang satu ke area yang lain. Tahi lalat bisa berwarna cokelat hingga hitam. Pada beberapa kasus juga ditemukan tahi lalat warna merah, putih, atau biru.
c. Perubahan ukuran tahi lalat biasanya terlihat dengan ukuran yang semakin besar.
d. Perubahan bentuk menyebabkan tahi lalat terlihat tidak beraturan dan tidak merata bagian pinggirnya.
e. Terasa gatal pada tahi lalat dan apabila digaruk biasanya berdarah.
Kanker kulit sebagai pengaruh sinar ultraviolet pada kulit memang amat berbahaya. Diharapkan dengan mengetahui beberapa gejalanya dapat membantu untuk cepat tanggap sehingga bisa dilakukan pemeriksaan dan pengobatan dini.