Bulu hidung yang tumbuh terlalu panjang tentu dapat mengganggu penampilan seseorang. Tetapi bulu hidung sebenarnya memiliki fungsi yang cukup penting bagi sistem kekebalan tubuh. Bulu pada hidung merupakan filter yang akan menyaring kotoran dan debu yang terhirup bersama dengan oksigen, yang biasanya disertai dengan sumber-sumber penyakit agar tidak masuk ke dalam sistem pernapasan lebih dalam. Bulu hidung juga merupakan sensor bagi benda asing yang masuk ke dalam tubuh kemudian tubuh akan mengeluarkannya dengan cara bersin. Cara menghilangkan bulu hidung yang sebaiknya dilakukan adalah dengan memotongnya saja agar tidak tampak keluar hidung, dan bukannya dicabut. Berikut adalah bahaya yang bisa terjadi apabila Minasan sering mencabut bulu hidung.
1. Mudah Terserang Penyakit
Cara menghilangkan bulu hidung dengan dicabut bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit yang tidak diinginkan. Seperti telah disebutkan bahwa fungsi dari bulu hidung adalah sebagai filter bagi sumber penyakit yang terdapat di udara bebas yang kita hirup sehari-hari. Jika daya tahan tubuh Minasan sedang menurun, maka sumber penyakit ini akan dengan mudah menyerang tubuh dan membuat Minasan menjadi jatuh sakit. Ditambah dengan polusi udara yang semakin buruk apalagi di kota besar, apabila bulu hidung dicabut maka tidak akan ada yang menyaring udara kotor dan saluran pernapasan dipenuhi dengan gas-gas yang beracun.
2. Terjadi Infeksi
Mencabut bulu hidung berarti melukai lapisan dinding dalam hidung dan meninggalkan lubang. Luka tersebut dapat dengan mudah menjadi jalan masuk bagi bakteri maupun virus sehingga rongga hidung mengalami infeksi. Infeksi karena luka yang terbuka ini bisa menimbulkan rasa perih di hidung dan mengganggu sistem pernapasan hingga menyebabkan sakit kepala bahkan bisul. Oleh karena itu, cara menghilangkan bulu hidung yang tepat adalah dengan memotong bagian ujungnya saja agar tidak menimbulkan infeksi.
3. Radang Otak
Cara menghilangkan bulu hidung dengan dicabut juga bisa menyebabkan resiko terjadinya radang otak. Bakteri dan virus yang masuk melalui infeksi luka pada bekas cabutan bulu hidung bisa menyebar ke area sekitarnya melalu pembuluh darah termasuk ke area bibir. Pada area di atas bibir, ada pembuluh darah yang langsung terhubung ke otak sehingga infeksi juga bisa terjadi pada otak dan menyebabkan radang otak. Otak yang mengalami peradangan tentu akan mempegaruhi sistem saraf seluruh tubuh karena otak merupakan pusat dari sistem saraf manusia.
4. Pembengkakan
Cara menghilangkan bulu hidung dengan dicabut juga bisa menimbulkan bengkak. Seperti halnya bulu badan yang dicabut, bulu hidung yang dicabut juga akan tumbuh kembali dan digantikan dengan bulu-bulu yang baru. Namun pertumbuhan ini memiliki resiko bulu tumbuh ke dalam kulit yang disebut dengan ingrown nasal hair atau extrafollicular penetration. Tumbuhnya bulu rambut ke dalam permukaan kulit akan menyebabkan radang dan terjadi pembengkakan pada bagian hidung yang mirip dengan jerawat. Selain membengkak, gejala bulu hidung yang timbuh ke dalam adalah rasa perih di sekitar tumbuhnya bulu hidung.
Peradangan ini juga kadang disertai dengan masuknya bakteri ke dalam pembuluh darah yang dapat menyebar ke bagian tubuh lain dengan cara sirkulasi darah. Bulu hidung yang tumbuh ke dalam akan teratasi dengan sendirinya yaitu dengan mencari jalan keluar untuk keluar dari permukaan. Tetapi hal ini bisa memakan waktu yang lama dan menyakitkan terutama bila hidung dipencet. Bila Minasan mengalaminya, percepat proses keluarnya bulu hidung dengan rajin mengompres hidung dengan air hangat agar aliran darah lancar dan pori-pori terbuka.