Semua wanita tentu ingin tampil cantik setiap saat, bahkan di saat sedang mengandung sekalipun. Orang zaman dulu pun menganggap jika seorang ibu hamil terlihat rajin merawat diri dan makin cantik saat sedang mengandung, itu berarti bayinya berjenis kelamin perempuan. Terlepas dari semua hal tersebut, saat tengah mengandung sangat penting bagi Minasan untuk lebih selektif lagi memilih produk kecantikan yang dipakai termasuk krim pemutih wajah yang aman karena dampaknya dapat mengenai calon buah hati. Bagi ibu hamil disarankan untuk menggunakan kosmetik alami dengan rekomendasi dari dokter Minasan.
Jangan begitu saja percaya dengan iklan yang Minasan baca di internet atau penjual kosmetik yang mengklaim bahwa produk mereka merupakan krim pemutih wajah yang aman dan dapat memutihkan wajah dalam hitungan hari atau minggu saja. Krim yang dapat memutihkan kulit wajah secara instan seringkali mempunyai kandungan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan atau bahkan bahan yang tak selayaknya digunakan dalam industri kosmetik. Apalagi dalam kondisi tengah mengandung, Minasan sangat disarankan untuk super hati-hati dalam memilih kosmetik dengan kesehatan dan keselamatan calon bayi Minasan.
Bahan-Bahan Kimia Dalam Krim Pemutih yang Berbahaya untuk Ibu Hamil
Secara umum suatu krim pemutih wajah memang aman bagi sebagian besar wanita, tetapi bisa saja terkandung beberapa bahan yang dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Dengan demikian Minasan harus mempelajari terlebih dahulu komposisi bahan kimia pada suatu produk kecantikan yang hendak Minasan gunakan. Berikut ini adalah kandungan bahan yang berbahaya bagi ibu hamil dalam krim pemutih yang biasa dipakai.
1. Retinoid
Bahan kimia ini sering kita temukan pada krim kosmetik yang diaplikasikan pada wajah. Penggunaan bahan yang dilakukan secara terus-menerus pada wanita hamil dapat berdampak pada janinnya dengan memperbesar potensi kelainan dan juga cacat bawaan.
2. Merkuri
Bahan kimia kedua ini sudah jelas merupakan bahan ilegal untuk digunakan pada industri kosmetik. Sayangnya masih banyak orang yang kurang memahami bahaya dari merkuri bagi kesehatan, yaitu dapat menurunkan fungsi hati, ginjal, dan organ vital lainnya bila terakumulasi dalam waktu lama pada tubuh. Dampak negatif bahan kimia ini akan lebih besar pada ibu hamil yaitu merusak sel-sel syaraf pada janin dan dapat memperbesar peluang bayi lahir dengan kelainan. Bahan kimia merkuri diketahui dapat membuat kulit cerah dalam waktu singkat. Tetapi bila Minasan menemukan kandungan bahan pada komposisi suatu kosmetik sudah jelas bukan dikategorikan krim pemutih wajah yang aman.
3. Hydroquinon
Hydroquinon adalah bahan kimia yang sering ditemukan pada kosmetik krim pemutih, bahkan krim pemutih wajah yang aman dan terdaftar pada BPOM sekalipun. Dampak negatif penggunaan krim ini dalam jangka panjang juga dapat merugikan kesehatan kita dan terlebih lagi pada ibu hamil berpotensi untuk membahayakan bayinya. Alergi yang dapat dipicu oleh penggunaan krim ini adalah bercak merah dan kehitaman pada orang yang kulitnya sensitif.
Pada kondisi hamil sebaiknya Minasan menghentikan penggunaan seluruh krim pemutih, sekalipun produk yang diklaim sebagai krim pemutih wajah yang aman. Sebagai gantinya Minasan dapat merawat wajah dengan cara alami, misalnya dengan rutin menggunakan masker buatan sendiri dari bahan alami seperti madu, susu, yoghurt, tomat, atau pepaya. Hindari paparan sinar matahari agar tak memicu timbulnya flek hitam dengan menggunakan payung atau topi saat beraktifitas di luar ruangan di siang hari.