Pengaruh sinar ultraviolet pada kulit apakah sepenuhnya negatif? Sinar UV berasal dari sinar matahari alami yang nyatanya juga dapat dipancarkan oleh lampu jenis khusus seperti lampu hitam dan lampu merkuri. Sinar UV memang tidak tampak terlihat, tetapi memiliki banyak pengaruh pada kesehatan kulit manusia. Paparan radian sinar UV tidak hanya berpengaruh pada permukaan kulit saja, namun bisa juga menembus sampai ke dalam. Hal inilah yang disinyalir menjadi sebab kerusakan paling besar molekul pada sistem biologi. Sat hal yang perlu diketahui bahwa ada pengaruh negatif dan pengaruh positif sinar UV pada kulit. Jadi, sinar ultraviolet tidak sepenuhnya memberi pengaruh negatif saja. Lalu apa saja pengaruh negatif dan positif sinar ultraviolet? Berikut diantaranya:
Pengaruh Negatif Sinar UV
1. Sinar UV Menyebabkan Kulit Terbakar
Salah satu pengaruh negatif sinar UV pada kulit yaitu menyebabkan kulit menjadi terbakar. Kulit terbakar sering ditunjukkan dengan gejala kulit yang memerah dan terasa panas. Bila telah dingin biasanya kulit malah akan menggelap sebagai akibat dari pembakaran yang terjadi. Bila Minasan tidak ingin kulit menjadi gosong, hindari paparan sinar matahari langsung, terlebih pada pukul 10.00 sampai 15.00. Hal ini dikarenakan pada waktu itu matahari tengah berada pada titik kulminasinya. Bila harus beraktivitas di luar ruangan ingat untuk mengaplikasikan sunblok atau tabir surya dengan SPF minial 15.
2. Sinar UV Menyebabkan Photoaging
Photoaging merupakan pengaruh negatif lain dari sinar UV. Kondisi tersebut ditandai dengan kulit yang nampak keriput, lebih kusam, muncul flek hitam, dan kulit menjadi tidak kencang. Lebih parahnya jaringan kolagen dan kelenjar minyak mengalami penurunan kemampuan untuk melembabkan kulit dan melangsungkan proses regenerasi. Intinya ada risiko penuaan dini. Jadi bila sebelumnya Minasan hobi berjemur di bawah terik matahari mulailah untuk berhati-hati bila tidak ingin berisiko salah satu pengaruh sinar ultraviolet pada kulit ini.
3. Sinar UV Photokeratitisor
Photokeratitisor atau yang juga sering disebut dengan kebutaan salju merupakan kondisi yang terjadi akibat mata terpapar radiasi sinar UV. Kondisi tersebut dapat terjadi karena sinar matahari dapat dipantulkan oleh pasir atau lainnya. Jadi meski tidak melihat ke arah matahai secara langsung masih ada sejumlah sinar UV yang dapat masuk dan mengenai mata Minasan. Kondisi bisa lebih parah bila Minasan tidak memakai kacamata pelindung yang berwarna, seperti kacamata hitam, karena refleksi yang Minasan terima bisa jauh lebih besar.
4. Sinar UV Menyebabkan Kanker Kulit
Pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang cenderung negatif lainnya dan wajib diwaspadai yaitu dapat menyebabkan kanker kulit. Parahnya tidak hanya kulit saja yang bisa diserang, tetapi ada pula kemungkinan melanoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel basal.
Pengaruh Positif Sinar UV
1. Sinar UV Mengaktifkan Pro-Vitamin D
Sinar UV yang bermanfaat khususnya sinar UV di pagi hari. Pasalnya sinar UV di waktu pagi mampu mengaktifkan pro-vitamin D menjadi vitamin D. Vitamin D sendiri diperlukan tubuh untuk memperkuat susunan tulang dengan cara mengoptimalkan penyerapan kalsium. Asupan vitamin D yang terpenuhi bermanfaat pula menurunkan risiko dari beragam jenis penyakit seperti kaki bengkok, rakhitis dan kanker usus besar.
2. Sinar UV Membantu Pengobatan Psoriasis
Sejumlah penelitian juga mendapati bahwa sinar UV bermanfaat membantu pengobatan psoriasis. Psoriasis merupakan sejenis penyakit regenerasi kulit yang berlangsung terlalu cepat sehingga kulit akan lebih cepat mengelupas dan kulit yang dihasilkan pun cenderung lebih kering, bersisik, belang, dan gatal. Adapun pengaruh sinar ultraviolet pada kulit dapat menghambat gejala-gejala psoriasis.
Bagaimana Minasan, pengaruh sinar ultraviolet pada kulit tidak semuanya negatif, bukan? Meskipun demikian, perlu diingat bahwa sinar UV yang bermanfaat hanya di waktu pagi.