Sinar ultraviolet merupakan radiasi elektromagnetis dari spektrum sinar matahari. Pengaruh radiasi sinar ultraviolet yang menuju ke bumi memberikan pengaruh nyata. Seperti terjadinya perubahan kelembaban udara, perubahan tekanan, serta perubahan suhu yang semakin meningkat. Sebagai sinar yang tidak tampak, pengaruh sinar ultraviolet pada kulit dapat memberikan dampak positif maupun negatif.
Salah satu pengaruh positif dari sinar ultraviolet adalah memberikan sumber vitamin D. Namun sumber vitamin D dari sinar ultraviolet hanya akan diperoleh pada pagi hari. Sehingga dianjurkan untuk berada di luar ruangan, seperti d halaman, selama kurang lebih lima sampai sepuluh menit guna memperoleh vitamin D dari sinar ultraviolet. Sedangkan pengaruh negatif dari sinar ultraviolet dapat dikatakan lebih banyak dibanding pengaruh positif. Salah satu pengaruh negatif yang sering dikhawatirkan ketika seseorang terpapar oleh sinar ultraviolet adalah bahaya pada kulit. Pengaruh negatif pada kulit tentunya dibedakan secara khusus. Berdasarkan panjang gelombang, pengaruh sinar ultraviolet pada kulit dibedakan menjadi tiga macam seperti berikut:
1. Pengaruh Radiasi Sinar Ultraviolet A Pada Kulit
Radiasi yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet A pada kulit dikategorikan paling tinggi. Panjang gelombang yang dimiliki oleh sinar ultraviolet A sebesar 100-290 nm. Jika kulit terpapar secara berlebih, maka pengaruhnya menjadi negatif. Pengaruh negatif yang dapat dirasakan langsung adalah perubahan pada pigmentasi kulit. Kulit yang semula memiliki pigmen yang cerah, maka secara berangsur-angsur menjadi gelap. Kemudian diikuti dengan pengaruh negatif lainnya seperti kulit yang mengkerut. Semakin sering kulit terpapar oleh radiasi dari sinar ultraviolet A dapat memicu timbulnya kanker melanoma. Pengaruh sinar ultraviolet pada kulit berupa kanker melanoma dipicu karena adanya tanda pada bagain kulit atau tahi lalat yang sering terpapar sinar ultraviolet A sehingga tumbuh menjadi sel kanker.
2. Pengaruh Radiasi Sinar Ultraviolet B Pada Kulit
Radiasi yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet B pada kulit dikategorikan paling tinggi saat pukul sepuluh hingga dua siang. Panjang gelombang yang dipancarkan saat itu adalah 290-320 nm. Meskipun secara ilmiah sinar ultraviolet B dihalangi oleh lapisan ozon atmosfer, tetap saja memberikan pengaruh sinar ultraviolet pada kulit ketika terpapar secara berlebihan. Warna kulit menjadi kemerah-merahan dan terkadang memiliki rasa seperti kulit yang terbakar. Jika sudah sampai pada tingkat yang berlebih, maka akan berkembang menjadi kanker kulit. Kanker kulit yang berkembang memiliki jenis yang sama seperti kanker akibat radiasi sinar ultraviolet A yaitu, melanoma. Tahapan pertumbuhan sel kanker dapat cepat menyebar ketika seseorang sudah sering terpapar radiasi sinar ultraviolet B sejak dini.
3. Pengaruh Radiasi Sinar Ultraviolet C Pada Kulit
Radiasi yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet C pada kulit dikategorikan paling berbahaya dibanding sinar ultraviolet A dan B. Panjang gelombang sinar ultraviolet C sebesar 320-4 nm. Pengaruh dari radiasi tersebut dapat diserap oleh lapisan ozon. Namun ketika penggunaan bahan-bahan yang dapat memicu pengaruh radiasi sinar ultraviolet C di bumi semakin besar, maka dapat menyebabkan lapisan ozon semakin lama semakin menipis. Penggunaan CFC yang ada pada pabrik-pabrik tertentu memberikan kemudahan sinar ultraviolet C untuk dapat menembus hingga ke bumi. Sekalinya seseorang terpapar oleh radiasi sinar ultraviolet C pada kulit, maka dapat berkembang menjadi kanker kulit yang ganas.
Itulah pengaruh sinar ultraviolet pada kulit berdasarkan radiasi panjang gelombang yang dipaparkan. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat!