Kulit yang keriput dan terbentuk garis-garis halus pada leher, smile line, atau dahi adalah mimpi buruk bagi hampir sebagian besar wanita. Oleh karena itu, sejak ribuan tahun yang lalu wanita selalu mencari cara untuk tetap terlihat awet muda dari usianya. Krim-krim anti-aging mungkin dapat menjadi jawaban sementara tetapi perawatan dari luar ini tak akan banyak membantu bila Minasan tak melakukan perawatan kecantikan dari dalam. Caranya adalah dengan mulai menghindari rokok dan alkohol kemudian menerapkan pola makan sehat dan seimbang seperti misalnya diet mediteranian.
Jenis diet ini semakin naik daun di tanah air karena selain efektif untuk menurunkan berat badan diet mediteranian diketahui juga dapat menyehatkan tubuh, mempertahankan jantung tetap sehat, sekaligus membuat awet muda. Pola makan ini sebenarnya meniru kebiasaan tradisional penduduk negara sekitar laut Mediterania seperti Spanyol, Yunani, dan Perancis Selatan yang banyak mengonsumsi buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, daging putih, dan minyak zaitun berkualitas. Pernyataan bahwa pola makan Mediteranian ini membuat awet muda telah didukung oleh penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan dari universitas Harvard.
Cegah Penyakit dan Penuaan Dengan Diet Mediteranian
Hasil penelitian dari Universitas ternama tersebut mengatakan bahwa makanan khas keseharian para wanita yang menerapkan pola diet mediteranian berpengaruh pada DNA mereka yang terus mengalami perbaikan sehingga terhindar dari penyakit dan tetap awet muda. Telomer atau bagiian ujung kromosom yang melindungi DNA wanita-wanita ini lebih panjang dibandingkan wanita yang tak menerapkan pola makan serupa. Telomer manusia secara alami akan semakin pendek seiring bertambahnya umur dan lambat laun akan membuat DNA menjadi rusak sehingga potensi penyakit akibat penuaan akan semakin meningkat seperti kepikunan akibat alzheimer atau demensia, penyakit jantung, dan diabetes.
Buah dan sayuran segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian akan mencegah hal itu dengan memperpanjang usia DNA Minasan. Selain itu, dengan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan, selain dapat mencegah penyakit dan memperlambat penuaan juga dapat membuat kulit kita menjadi lebih sehat, halus, dan kenyal lebih lama. Jadi bila ingin panjang umur dan tetap cantik, mulailah menerapkan diet mediteranian ini sebagai gaya hidup baru Minasan.
Untuk mengetahui jenis makanan yang dianjurkan, makanan yang sebaiknya jarang dikonsumsi, atau makanan yang sebaiknya dihindari, Minasan dapat menggunakan panduan yang disebut piramida diet mediteranian. Pada bidang yang terluas atau pada tingkat terbawah, artinya jenis makanan yang wajib dikonsumsi setiap hari, meliputi karbohidrat utuh dari beras merah atau coklat, gandum utuh, atau beras putih organik, kacang-kacangan, biji-bijian, sayur dan buah segar, dan minyak zaitun dengan dosis harian sekitar 3 atau 4 sendok makan. Bila belum biasa mengonsumsinya secara langsung, Minasan dapat menggunakan minyak zaitun sebagai dressing pada salad.
Pada tingkat berikutnya, menunjukkan makanan yang sebaiknya dikonsumsi seminggu sekali saja, seperti misalnya seafood, daging unggas, dan telurnya. Untuk jenis ikan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah jenis ikan yang mengandung Omega 3 seperti sarden, salmon, atau tuna. Sementara bagi penggemar daging unggas, pilihlah daging unggas tak berlemak seperti daging kalkun. Dan terakhir adalah makanan yang sebaiknya dihindari yang berada di puncak piramida adalah daging merah, makanan olahan, atau fastfood. Meskipun demikian, Minasan tetap boleh menikmatinya maksimal satu bulan satu kali dalam konteks rekreasi.
Banyak sekali manfaat yang kita peroleh dengan menerapkan diet mediteranian ini dalam keseharian kita. Selamat mencoba!