Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat yang tinggal di negara-negara sekitar laut Mediterania seperti Yunani, Perancis, dan Spanyol diketahui mempunyai kualitas hidup yang lebih tinggi, lebih sehat, memiliki angka kematian yang rendah, dan memiliki angka mengidap penyakit degeneratif yang lebih rendah. Hal ini rupanya berhubungan dengan pola makan tradisional penduduk di negara-negara tersebut yang sering kita dengar dengan sebutan diet mediteranian. Walaupun tak terlalu populer seperti jenis-jenis diet penurunan berat badan yang sempat menjadi trend di tanah air, tetapi pola makan Mediterania ini memberikan dampak yang sangat positif tak hanya secara fisik tetapi juga psikis.
Secara umum dapat dijelaskan bahwa pada diet mediteranian melibatkan lebih banyak porsi konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sesekali konsumsi protein hewani dari makanan laut atau daging unggas. Minyak zaitun juga merupakan unsur penting pada pola makan ini, baik dikonsumsi secara langsung, sebagai tambahan pada olahan makanan, atau sebagai salah satu komponen dalam pengolahan makanan. Berdasarkan berbagai riset ilmiah yang telah dilakukan, pola makan sehat dan seimbang ini membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh sekaligus psikis pelaku diet ini.
Manfaat Diet Mediteranian Bagi Fisik dan Psikis
Para pelaku pola makan atau diet mediteranian diketahui memiliki peluang yang lebih kecil untuk terserang penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah. Hal ini dikarenakan sumber makanan yang banyak mengandung lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Pola makan ini juga cukup efektif untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah seperti stroke yang sering mengakibatkan kematian mendadak. Selain itu, konsumsi minyak zaitun sebanyak 4 atau 5 sendok setiap hari juga berguna untuk mengurangi risiko penyakit diabetes.
Manfaat lain dari diet mediteranian bagi fisik kita adalah dapat merawat kecantikan dan kehalusan kulit dari dalam karena konsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah besar yang mengandung antioksidan, beragam vitamin, dan polifenol. Berbagai zat tersebut diketahui mampu menangkal efek buruk radikal bebas yang salah satu akibatnya adalah penuaan dini dan terganggunya kesehatan kita. Selain itu, konsumsi sayuran dan buah segar juga mampu membuat kita terlihat awet muda dengan menjaga elastisitas kulit dan kehalusannya.
Dengan menerapkan diet mediteranian yang rendah kalori, akan lebih mudah untuk mendapatkan berat badan badan ideal sehingga penampilan kita akan terlihat lebih sempurna dengan bentuk badan proporsional. Tentu saja dengan penampilan yang prima selain menjadi lebih bugar dan berenergi kita juga akan lebih sukses dalam hubungan sosial. Sebuah penelitian ilmiah mengatakan bahwa orang dengan berat badan ideal berpeluang lebih kecil untuk mengalami depresi daripada orang dengan kelebihan berat badan. Mereka juga akan lebih santai dan dapat berpikir lebih jernih saat menghadapi permasalahan. Inilah sebabnya pola makan sehat ala Mediterania ini juga memberi kontribusi bagi kesehatan psikis.
Yang terakhir, diet Mediteranian juga dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mempertahankan ingatan pada lansia. Dengan menjalankan pola makan ini secara konsisten, kemampuan kognitif seseorang secara signifikan akan mengalami peningkatan. Melihat berbagai manfaatnya tersebut, mengapa tak segera mencoba pola makan Mediterania ini pada pola makan sehari-hari Minasan?
Yang terpenting dalam menjalankan program diet, termasuk diet mediteranian, bukanlah demi memperoleh bentuk tubuh indah melainkan demi kesehatan kita secara keseluruhan. Bentuk badan proporsional adalah bonus dari penerapan pola makan yang sehat ini. Semoga bermanfaat!