Banyak orang yang mengira bahwa ketidakmampuan otak untuk mengingat bahkan hal-hal yang sederhana adalah sesuatu yang wajar pada lansia. Sesungguhnya teori tersebut tak sepenuhnya benar karena kepikunan dapat terjadi karena dampak pola makan yang kurang seimbang selama bertahun-tahun. Hal ini sebenarnya dapat diantisipasi dengan membiasakan menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat sejak dini. Jadi, jika Minasan ingin memiliki memori yang kuat dan otak yang sehat, diet mediteranian dapat menjadi pilihan pola makan harian.
Pola makan yang meniru gaya hidup tradisional masyarakat Yunani, Perancis Selatan, dan Spanyol ini memasukkan banyak kacang-kacangan dan ekstra virgin olive oil pada menu makan harian. Berdasarkan riset ilmiah yang telah dilakukan kedua jenis sumber makanan tersebut ternyata berdampak sangat positif dalam meningkatkan potensi ingatan bagi orang dewasa dan lansia.
Selain kacang-kacangan dan minyak zaitun, diet mediteranian berprinsip dalam satu porsi makanan harus tersedia sereal (karbohidrat kompleks), serta buah dan sayuran segar lebih banyak. Sebagai sumber protein hewani, Minasan diperbolehkan mengonsumsi ikan, daging unggas, atau susu maksimal 1 kali seminggu. Jenis makanan yang sebaiknya dihindari adalah daging merah dan segala jenis olahan daging. Jika ingin mengonsumsinya, Minasan diperbolehkan menyantapnya maksimal satu bulan sekali.
Manfaat Diet Mediteranian Bagi Kesehatan Otak
Dalam penelitian pada sebuah rumah sakit di Barcelona, dilibatkan 447 partisipan yang terdiri dari orang dewasa berusia 67 tahun yang memiliki kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi, dan beresiko terserang penyakit kardiovaskular. Para ilmuwan meminta partisipan untuk melakukan diet mediteranian dengan mengonsumsi 5 sendok minyak zaitun murni setiap hari, diet dengan mengonsumsi 30 gram kacang setiap hari, dan diet rendah lemak. Pola makan tersebut harus dilakukan dalam jangka waktu 4 tahun setelah sebelumnya partisipan diminta untuk menyelesaikan tes kognitif.
Setelah 4 tahun, tes yang sama kembali dilakukan, dan partisipan yang menjalankan pola makan diet rendah lemak sebagian besar mengalami penurunan dalam kemampuan menyimpan kenangan juga penurunan dalam fungsi kognitif mereka. Sementara partisipan yang menjalani diet dengan konsumsi kacang terbukti mengalami peningkatan yang drastis pada memori mereka, dan yang menjalankan diet mediteranian dengan konsumsi minyak zaitun diketahui mempunyai fungsi kognitif yang lebih baik.
Dari hasil riset tersebut, tentu dapat disimpulkan bahwa konsumsi lebih banyak sayur, buah, kacang-kacangan, dan minyak zaitun berkualitas adalah investasi jangka panjang yang sangat baik bagi kesehatan otak Minasan termasuk meningkatkan fungsi kognitif. Minasan dapat memulai dari makan siang. Jadi bila ingin memiliki ingatan yang lebih kuat dan otak yang lebih sehat, segera mulai terapkan diet Mediteranian pada pola makan harian Minasan.
Selain memelihara fungsi kognitif dan kesehatan otak, diet mediteranian juga berperan penting untuk memperpanjang harapan hidup dengan mempertahankan keremajaan DNA manusia. Pada orang-orang yang menjalankan pola makan sehat ini, diketahui bahwa bagian telomere atau bagian paling ujung dari DNA manusia terus mengalami perbaikan walaupun yang bersangkutan telah lanjut usia. Bagian tersebut juga ternyata lebih panjang pada orang yang terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan seimbang daripada orang yang tak memperhatikan pola makannya.
Memiliki usia panjang memang merupakan impian sebagian besar orang di seluruh dunia, tetapi apa artinya bila Minasan harus melewati usia tua dalam kondisi fisik yang lemah atau ingatan yang memudar. Jadi bila Minasan ingin membuat otak tetap sehat sehingga kenangan indah bersama orang-orang tercinta tetap bertahan hingga hari tua, mulailah sejak dini pola makan sehat dengan diet mediteranian.