Bila mendengar kata diet yang sering terlintas pada pikiran orang tentu adalah usaha mengurangi konsumsi makanan sehari-hari agar berat badan menjadi ideal sehingga bentuk badan menjadi lebih proporsional. Padahal yang paling utama dari diet seharusnya bertujuan demi kesehatan, tubuh yang menjadi indah tentu merupakan bonus bila program diet dilakukan secara konsisten. Salah satu jenis diet yang saat ini tengah banyak diminati adalah diet mediteranian.
Bagi Minasan yang belum memperoleh gambaran sama sekali tentang jenis diet mediteranian, sesungguhnya ini adalah gaya hidup atau pola makan yang mengadaptasi kebiasaan tradisional masyarakat di sekitar laut Mediterania seperti Yunani, Spanyol, dan Italia Selatan. Bagi mereka tentu pola makan ini diterapkan sebagai kebiasaan dan bukan karena sengaja ingin menurunkan berat badan. Pada prinsipnya jenis makanan yang banyak dikonsumsi pada pola makan ini adalah sayur dan buah segar, kacang-kacangan dan biji-bijian, daging putih dan unggas, dan konsumsi minyak zaitun secara rutin.
Manfaat diet mediteranian bagi tubuh selain dapat menjaga berat badan ideal karena kebanyakan hidangan yang dikonsumsi rendah kalori, juga dapat meminimalkan risiko terserang penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes tipe 2, menekan perkembangan sel abnormal pemicu kanker, demensia, Alzheimer, dan masih banyak lagi. Aturan pola makan ini akan memandu kita untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan sehat.
Piramida Diet Mediteranian
Untuk memudahkan praktek Diet Mediteranian dalam menu harian kita, menu makanan pola diet ini terbagi menjadi bentuk piramida. Berikut ini adalah aturannya:
Lapisan Ketiga
Pada lapisan ketiga piramida adalah menu makanan yang wajib diasup setiap hari seperti buah-buahan segar, karbohidrat kompleks (beras merah, gandum utuh, beras coklat), sayur-sayuran utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, dan minyak zaitun.
Lapisan Kedua
Seperti yang kita ketahui semakin ke atas bidang piramida semakin sempit dan runcing, maka pada lapisan kedua berisi jenis makanan yang boleh dikonsumsi hanya seminggu sekali. Makanan-makanan tersebut adalah, makanan laut, daging unggas, telur, susu dan produk olahannya seperti mentega dan yoghurt.
Lapisan Pertama
Pada puncak piramida Diet Mediteranian berisi makanan yang sebaiknya dihindari atau dikonsumsi sebulan sekali saja seperti daging merah, makanan manis, snack yang gurih, dan jenis makanan yang berpengawet. Jenis makanan tersebut sebaiknya dikonsumsi dalam konteks rekreasional saja.
Manfaat Makanan Pada Piramida Ketiga Diet Mediteranian
Minyak Zaitun
Minyak zaitun merupakan bahan alami wajib konsumsi pada menu Diet Mediteranian. Dosis minum minyak zaitun beraneka khasiat ini adalah 4 sendok makan setiap harinya. Minyak zaitun akan memberi kontribusi besar pada kesehatan jantung dan meminimalkan risiko terserang penyakit degeneratif lainnya.
Kacang-kacangan
Menyantap berbagai jenis kacang-kacangan seperti almond, hazelnut, dan walnut akan membantu menjaga berat badan ideal kita karena membuat kita merasa kenyang lebih lama. Jenis makanan ini juga mengandung banyak nutrisi untuk memenuhi gizi tubuh.
Buah Segar
Konsumsi buah segar yang ideal pada diet mediteranian adalah 3 porsi atau lebih setiap harinya atau maksimal 355 ml jika dijadikan jus.
Sayuran
Setiap harinya sebaiknya Minasan mengonsumsi dua porsi sayuran atau lebih atau paling sedikit satu porsi. Minasan dapat mengolahnya menjadi salad kemudian menambahkan minyak zaitun sebagai dressing.
Daging Putih
Konsumsi ikan seperti tuna, salmon, atau sarden yang kaya omega 3 sebanyak 3 porsi dianjurkan dilakukan seminggu sekali saja. Sebagai alternatifnya Minasan juga boleh mengonsumsi daging unggas.
Tak sulit bukan menerapkan menu makanan diet mediteranian dalam keseharian Minasan?