Walaupun tak sepopuler jenis-jenis diet lainnya yang sempat menjadi trend seperti diet karbo atau diet mayo, diet mediteranian telah terbukti tak hanya efektif untuk mendapatkan berat badan ideal tetapi juga baik bagi kesehatan. Diet yang mengadopsi pola makan masyarakat di sekitar laut Mediterania ini dapat memperkecil peluang terjadinya serangan jantung dan stroke. Berdasarkan riset ilmiah, diet sehat dan seimbang ini juga sangat sesuai bagi penderita diabetes atau diabetes tipe 2 karena tak menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah.
Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada usia dewasa, yaitu ketika terjadi gangguan pada pankreas yang menyebabkan tubuh tak cukup memproduksi hormon insulin atau saat sel-sel tubuh tak mampu menghasilkan hormon tersebut. Akibatnya metabolisme tubuh akan terganggu karena glukosa akan tetap bertahan dalam pembuluh darah dan meningkat pada level yang berbahaya karena tak dapat diuraikan. Manfaat insulin adalah menguraikan gula darah dan menyalurkannya pada sel-sel tubuh untuk dijadikan bahan bakar.
Manfaat Diet Mediteranian Bagi Penderita Diabetes
Diet mediteranian memasukkan banyak sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian kaya serat, minyak zaitun, dan ikan sebagai sumber protein dan menghindari susu full cream termasuk produk susu dan daging merah. Dari berbagai sumber makanan yang kaya lemak tak jenuh tersebut, diet ini juga bermanfaat untuk memperkecil risiko diabetes dan memelihara agar jantung tetap sehat karena beberapa nutrisi yang terkandung mampu mengurangi peradangan pada seluruh tubuh. Untuk mendapatkan data lengkap tentang manfaat pola makan Mediterania pada pasien diabetes tipe 2, para peneliti telah melakukan riset yang melibatkan 21 partisipan dan pemberian 3 jenis diet, yaitu diet rendah lemak, diet rendah karbohidrat, dan diet mediteranian.
Para pasien diabetes hanya mengonsumsi secangkir kopi pada saat sarapan, kemudian makan siang dalam porsi besar sesuai pola makan Mediterania, yaitu campuran menu rendah karbohidrat dan rendah lemak. Minyak zaitun dan ikan adalah sumber makanan rendah lemak yang dapat memenuhi kebutuhan protein bagi tubuh. Selain itu, partisipan juga diberikan 150 ml hingga 200 ml wine pada saat makan siang. Setelah beberapa saat, hasil pemeriksaan kesehatan para pasien diabetes yang menjadi partisipan pelaku diet mediteranian menunjukkan hasil yang lebih baik. Walaupun dikonsumsi dalam jumlah besar, ternyata menu makanan Mediterania tak meningkatkan kadar glukosa darah.
Kesimpulan lain yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, pasien diabetes lebih baik mengonsumsi satu porsi makanan dalam jumlah besar, dibandingkan makan lebih sering walaupun dalam porsi yang lebih kecil. Tetapi Minasan tak perlu khawatir akan merasa lapar, karena sumber makanan pada diet Mediteranian seperti karbohidrat kompleks, sayuran dan buah kaya serat, juga kacang-kacangan akan menjaga Minasan merasa kenyang lebih lama. Jadi bagi Minasan yang cenderung mengalami kenaikan kadar gula pada darah, mulai saat ini perhatikan konsumsi menu makanan Minasan, apakah sudah cukup keseimbangan gizinya atau belum.
Lakukan pula aktifitas fisik untuk memelihara kesehatan dan membuat Minasan semakin bugar dan bertenaga dalam melakukan aktifitas harian. Baik yang masih berusia muda atau lanjut, tak pernah ada kata terlambat untuk mengubah kebiasaan makan Minasan menjadi lebih sehat seperti misalnya dengan diet Mediteranian. Minasan dapat menggunakan panduan diet yang disebut piramida pola makan Mediterania untuk mendapatkan rekomendasi jenis makanan yang dianjurkan, boleh dikonsumsi sesekali, atau sebaiknya dihindari. Semoga bermanfaat!