Metode penghilangan bulu yang tak diinginkan pada tubuh secara konvensional seperti pencukuran secara manual atau penggunaan lilin yang akrab disebut waxing mungkin sudah tak asing lagi bagi Minasan. Risiko yang mungkin terjadi dari metode tersebut adalah kulit tergores pisau cukur, kulit teriritasi, tak semua bulu dapat dihilangkan terutama yang tumbuh ke dalam, dan sebagainya. Bila sudah lelah dengan semua masalah itu, mungkin Minasan dapat mencoba teknologi terbaru bedah kosmetik laser hair removal yang dapat menghilangkan bulu-bulu yang mengganggu pada seluruh area kulit Minasan. Metode ini semakin banyak diminati terutama oleh mereka yang berprofesi sebagai model atau entertainment karena tak perlu repot lagi melakukan perawatan waxing di sela-sela jadwal padat mereka.
Bagi Minasan yang belum akrab dengan istilah laser hair removal mungkin akan penasaran atau justru khawatir saat mendengar ada istilah laser pada treatment tersebut. Tetapi tak perlu risau karena laser yang digunakan pada prosedur ini dijamin bersahabat bagi kulit. Pada umumnya gambaran perawatan yang dilakukan adalah, area kulit yang hendak dihilangkan bulunya (bawah lengan, kaki, punggung, dan sebagainya) akan diolesi gel anestesi, setelah itu bagian tersebut akan disinari dengan laser selama beberapa saat. Sinar akan berubah menjadi panas dan ditujukan untuk membakar folikel rambut tetapi tanpa merusak jaringan kulit pada area tersebut. Dengan demikian bulu diharapkan akan rontok dengan sendirinya dan kulit Minasan akan menjadi mulus.
Perbedaan Perawatan Waxing dan Laser Hair Removal
Proses waxing untuk menghilangkan bulu-bulu yang mengganggu dapat dilakukan sendiri di rumah atau di salon kecantikan demi kepraktisan karena Minasan mungkin akan merasa kesulitan menjangkau bagian-bagian tertentu saat harus melumurkan lilin cair ini. Prinsip prosedur ini adalah menarik folikel rambut yang tertanam pada bagian dalam kulit sehingga rambut berikut akarnya akan tercabut. Tujuannya tentu mencegah bulu tumbuh kembali. Prinsip ini sesungguhnya sama dengan perawatan laser hair removal. Tetapi kenyataannya, tak semudah itu karena tak semua akar rambut dapat dicabut sehingga setelah beberapa minggu bulu-bulu tersebut bisa tumbuh kembali dan Minasan harus mengulangi lagi perawatan ini.
Kelemahan dari metode ini adalah bagi sebagian wanita mungkin terasa sangat menyakitkan. Pada pemilik kulit sensitif, perawatan ini akan mengakibatkan kulit teriritasi dan berwarna kemerahan bahkan hingga sensasi terbakar pada kulit saat akar rambut dicabut. Dibutuhkan waktu yang agak lama hingga kondisi kulit kembali pada warna semula. Belum lagi bila dalam beberapa minggu bulu-bulu nakal ini sudah kembali tumbuh dan Minasan harus membuat janji di salon kecantikan langganan untuk mengulangi prosedur waxing ini kembali. Tentu saja harus disiapkan dana khusus untuk membuat tubuh Minasan tetap halus dan mulus bebas bulu. Inilah sebabnya banyak wanita yang lebih suka mencukur secara manual atau mempertimbangkan treatment laser hair removal.
Sebelum memulai sesi perawatan, biasanya pasien akan mengawalinya dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau therapist kulit yang profesional. Selanjutnya Minasan akan mendapatkan saran-saran perawatan pra treatment laser hair removal dan pasca dilakukannya sesi perawatan. Proses penyinaran tak dapat dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap, karena harus dilakukan pembagian segmentasi tubuh. Biasanya jumlah sesi perawatan yang disarankan tergantung dari luas area kulit yang hendak dibersihkan dari bulu. Prosedur ini memang menyita waktu dan membutuhkan dana tak sedikit, tetapi jauh lebih efektif dibandingkan proses waxing yang konvensional.
Nah, siap mencoba perawatan laser hair removal?