Toner wajah untuk kulit berjerawat sangat penting dan dibutuhkan keberadaannya. Dalam dunia kencantikan, toner merupkan salah satu dari 3 jenis produk perawatan kulit (cleanser, toner, dan moisturizer). Namun sekarang pemakaiannya kerap dikesampingkan dan terlewat begitu saja. Ha ini karena sebagian besar masyarakat hanya mengetahui fungsi toner sebagai penutup pori-pori setelah dibersihkan.
Padahal jika ditelisik lebih jauh, toner juga memiliki fungsi lain. Terlebih pada Minasan yang cenderung memiliki kulit wajah berminyak dan berjerawat. Berikut sejumlah khasiat toner yang terlupakan.
1. Menjaga pH kulit agar tetap seimbang
Secara alami, kulit bersifat asam dengan keseimbangan pH sekitar 5 sampai 6. Ketika dibersihkan dengan cleanser, umumnya akan mengganggu keseimbangan pH karena sabun bersifat alkali. Tugas toner ialah mengembalikan pH normal dengan cepat. Jika tidak, akan menyebabkan kulit banyak memproduksi minyak dan memicu tumbuhnya jerawat. Inilah mengapa toner wajah untuk kulit berjerawat sangat penting diterapkan secara rutin usai dibersihkan.
2. Lapisan pelindung kulit
Selain menutup dan mengecilkan pori-pori, toner juga berfungsi mengencangkan sel kulit yang terbelah usai dibersihkan. Penerapannya dapat mengurangi kontaminasi dan penetrasi kotoran dari lingkungan ke kulit wajah. Toner juga dapat menjadi penyegar menggantikan cleanser karena bisa mengangkat minyak dan kotoran.
Astringent, toner khusus kulit berjerawat
Dipasaran, produk toner umumnya bisa dipilih sesuai dengan jenis kulit seperti astringent, face tonik, dan penyegar. Astringent merupakan toner wajah untuk kulit berjerawat dan berminyak. Kandungan astringent biasanya terdiri dari campuran air, alkohol, dan tambahan bahan khusus penghilang jerawat. Semua bahan dalam toner astringent berfungsi mengurangi minyak berlebih dan mengeringkan jerawat wajah.
Saat dioleskan ke wajah, terkadang astringent memiliki efek perih atau panas di kulit wajah. Mereka yang berkulit kering disarankan tidak menggunakan jenis toner astringent. Sementara untuk kulit sensitif sebaiknya menghindari toner astringent yang mengandung alkohol.
Minasan yang memiliki kulit wajah berjerawat dan sensitif dapat menggunakan toner astringent alami yang terbuat dari buah dan tanaman. Toner bisa dibuat sendiri dengan mudah di rumah, seperti:
1. Toner lemon
Buah bervitamin C ini sudah umum diketahui sangat baik untuk wajah berminyak dan berjerawat. Penerapannya membantu menghilangkan flek, mencerahkan, serta mengangkat sel kulit mati. Caranya cukup mencapurkan beberapa perasan lemon dengan air secukupnya dan masukkan dalam botol bersih. Pemakaiannya sama seperti toner wajah untuk kulit berjerawat pada umumnya.
2. Toner mentimun
Mentimun dapat memberikan efek segar, menenangkan, memberbaiki sel, dan mengencangkan kulit wajah. Seringnya digunakan sebagai masker, namun mentimun juga dapat dijadikan toner astringent. Caranya, kupas kulit dua mentimun besar lalu haluskan. Lalu saring dan gunakan airnya sebagai toner wajah. Hasil maksimal bisa didapat jika dicampur dengan satu sendok jus lemon.
3. Toner peppermint tea
Kandungan mentol merupakan pendingin alami yang memberikan efek rileks ke kulit wajah. Peppermint tea merupakan toner wajah untuk kulit berjerawat yang sangat baik karena dapat mengatasi iritasi dan menghambat peradangan jerawat. Sebuah studi telah membuktikan bahwa teh mengandung zat antibakteri yang dapat meredakan jerawat wajah.
Cara membuatnya, rebus secangkir teh dan peppermint hingga masak lalu diamkan hingga dingin. Tambahkan perasan 1 buah lemon dan masukkan dalam botol bersih. Oleskan layaknya toner wajah secara rutin tiap selesai memakai cleanser.
Demikianlah toner wajah untuk kulit berjerawat yang terbuat dari bahan alami. Selain itu, juga bisa menggunakan teh hijau. Satu hal penting ialah gunakan toner secara rutin agar mendapatkan hasil maksimal.