Kulit terbakar akibat sinar matahari tentu akan sangat mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Bahkan bisa menimbulkan masalah kesehatan serius seperti penuaan dini hingga kanker kulit.
Nah, agar kulit tubuh dan wajahmu selalu terlindungi ada dua cara yang bisa diterapkan.
1. Memakai Sunblock
Pengaruh sinar UV pada kulit dapat diatasi dengan penggunaan sunblock ketika hendak keluar di siang yang terik. Sudah banyak merek sunblock di pasaran yang dapat dipilih sesuai tingkatan proteksinya. Sangat disarankan untuk memakai sunblock dengan SPF sesuai kebutuhan dan aktivitas Minasan.
SPF menunjukkan berapa lama kulit dapat terlindungi dari paparan sinar UV. Sunblock SPF 30 berarti kulit akan terlindungi sekitar 300 menit lamanya. Jika SPF 10 maka kulit akan aman selama 100 menit pemakaian.
2. Scrub dan Masker
Mengatasi pengaruh sinar UV pada kulit juga bisa dilakukan dengan pemakaian masker dan scrub untuk wajah. Scrub memudahkan kulit membentuk sel baru dan mengganti sel kulit yang rusak karena sinar UV. Sementara masker berfungsi mengembalikan warna kulit cerah dan tidak belang-belang.
Bagi Minasan yang sering beraktivitas di luar ruangan dan ditimpa sinar matahari sangat dianjurkan melakukan perawatan kulit. Khususnya scrub dan masker yang dilakukan secara rutin, agar kulit tetap cerah dan sehat.
Lalu bagaimana jika kulit terlanjur terbakar dan menjadi gelap karena dampak buruk dari sinar UV? Pada dasarnya ada tingkatan pada kulit yang terbakar. Di tingkatan awal sinar UV mempengaruhi lapisan epidermis. Tingkatan selanjutnya proses pembakaran bisa berlangsung lebih lama. Hasil yang paling buruk adalah proses yang terus berlanjut karena paparan sinar matahari akan mempengaruhi lapisan kulit terdalam. Kulit pun seolah menipis dan mudah melepuh.
Tapi jangan khawatir. Kulit terbakar yang Minasan alami dapat diatasi dengan beberapa cara di bawah ini. Selain itu, ada pula beberapa bahan-bahan yang mudah dijumpai dan ternyata ampuh mengobati kulit terbakar akibat sinar UV. Simak uraiannya berikut ini:
a. Aloe Vera (Lidah Buaya)
Tumbuhan satu ini tentu mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan sudah cukup terkenal berkhasiat untuk perawatan rambut. Di sisi lain, aloe vera juga manjur mengatasi pengaruh sinar ultraviolet pada kulit. Pemakaian alove vera memberikan efek dingin dan menenangkan.
Caranya ambil getah atau gel aloe vera dan oleskan pada kulit yang terbakar. Diamkan hingga menyerap kurang lebih 15 menit lalu bilas dengan air bersih. Akan lebih baik jika Minasan menggunakan lidah buaya segar dan bukan olahan produk. Ini untuk menghindari resiko alergi dan efek samping lain dari produk tersebut pada kulit terbakar.
b. Mentimun
Sayuran yang memiliki efek dingin ketika digunakan untuk perawatan wajah ini bisa membantu mengatasi pengaruh buruk sinar UV. Kandungan air yang tinggi membuat kulit kembali lembab. Ketika irisannya ditempelkan ke kulit yang terbakar, kulit akan lebih relaks dan kembali ke kondisi normalnya.
Selain diiris tipis, mentimun juga bisa dihaluskan dengan diblender dan dipakai layaknya masker pada kulit yang menggelap. Jika dilakukan rutin juga dapat membuat kulit tampak sehat dan cerah.
c. Kentang
Kentang mentah dapat mengurangi efek hitam pada kulit dan merupakan bahan bleaching alami. Caranya cukup haluskan kentang hingga menjadi seperti pasta. Kemudian oleskan pada kulit terbakar dan diamkan hingga kering sekitar 30 menit sebelum dibilas air bersih.
Selain cara di atas mengatasi pengaruh sinar ultraviolet pada kulit juga harus diimbangi dengan pola makan sehat yang kaya nutrisi. Khususnya makanan dengan kandungan antioksidan tinggi. Jangan lupa melindungi kulit terlebih dahulu sebelum berhadapan dengan sinar UV.