Pengaruh sinar ultraviolet pada kulit atau sering juga disebut sinar UV sebenarnya tidak berbahaya dalam batas tertentu. Sinar UV justru sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh manusia, termasuk kulit. Alasannya, Sinar UV merupakan sumber vitamin D, mengobati sejumlah penyakit kulit seperti psoriasis, membunuh bakteri hingga mencegah kanker.
Namun, jika paparannya berlebihan justru menjadi sumber penyakit. Sinar UV akan membawa dampak buruk dan merusak kulit manusia. Untuk lebih bijak menyikapinya berikut penjabaran detail pengaruh sinar ultraviolet pada kulit.
1. Membakar Kulit
Ini merupakan pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang paling mudah terlihat dan terjadi. Ketika diterpa sinar matahari kulit akan terasa panas lalu memerah. Saat dingin kulit menjadi gelap akibat terbakar oleh sinar tersebut.
Penyebabnya ialah sinar UV-B yang membuat sel kekebalan tubuh melepas histamin terlalu besar. Inilah yang membuat peradangan akut karena histamin itu membesarkan pembuluh darah, mematikan sel kulit dan paling buruk terjadi pengelupasan kulit.
2. Memicu Kanker Kulit
Timbulnya kanker merupakan pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang paling berbahaya. Sinar UV mengandung zat pemicu kanker, karsinogen. Dalam beberapa studi ilmiah, pengaruh sinar ultraviolet pada kulit disebut sebagai faktor utama manusia mengidap kanker kulit. Diantaranya seperti karsinoma sel skuamosa, melanoma dan karsinoma sel basal.
Tanda-tanda awal yang paling umum ialah munculnya bintik cokelat di kulit yang disebabkan sinar UV A dan UV B. Bentuknya mirip serpih sehingga susah dibedakan dengan bintik cokelat biasa. Jenis kanker kulit yang paling ganas ialah melanoma karena cepat berkembang dan menyebar. Mereka yang terlalu sering diterpa terik matahari dan pernah mengalami kulit terbakar saat usia dini berisiko besar mengidap kanker kulit ini.
3. Penuaan Dini
Sinar UV berlebih juga dapat menghancurkan kolagen serta jaringan ikat di bawah lapisan teratas kulit. Kejadian ini membuat kulit jadi keriput, kering, berbintik, berwarna kecokelatan dan tidak elastis lagi seperti orang di usia senja. Penuaan dini pada kulit terjadi karena terlalu seringnya diterpa sinar matahari tanpa pelindung seperti sunblock.
Perubahan tersebut terjadi secara permanen seperti kulit melebar dan permukaan kulit tak rata. Ada beberapa bagian yang tebal dan di bagian lain kulit menipis. Selain itu juga membuat kulit memerah permanen karena pembuluh darah ikut melebar. Penuaan dini merupakan pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang cukup tinggi dan paling sering terjadi, khususnya di area kulit wajah.
4. Menumbuhkan Bulu Halus
Sebuah studi yang pernah dilakukan di Australia menunjukkan bahwa sinar UV dapat membuat tumbuhnya bulu-bulu halus pada tubuh. Hal ini terjadi karena peningkatan produksi hormon laki-laki pada tubuh. Sinar UV yang masuk ke kulit akan bertemu enzim yang ada di akar bulu dan menstimulasi sel induk menumbuhkan bulu. Namun yang terjadi justru bulu susah tumbuh dan memicu timbulnya bulu halus.
Pada intinya, yang perlu dilakukan ialah merawat kulit dan menghindari sinar UV terlalu besar. Minasan tak perlu terlalu takut karena saat ini sudah banyak tips dan produk khusus untuk menangani masalah pengaruh sinar ultraviolet pada kulit. Seperti saran penggunaan payung, topi atau pakaian tertutup ketika siang hari yang panas agar tak bersinggungan langsung dengan matahari dan pemakaian krim tabir surya atau sunblock. Untuk produk sublock sebaiknya disesuikan dengan jenis kulit agar tak menimbulkan masalah baru pada kesehatan tubuh.