Kulit yang berminyak memiliki risiko yang lebih besar untuk berjerawat karena kotoran dan debu yang menempel di kulit bisa menyebabkan kulit mengalami peradangan dan akhirnya menjadi jerawat. Jenis kulit yang berminyak sebenarnya lebih memiliki ketahanan menghadapi serangan sinar matahari ketimbang kulit yang kering. Lapisan minyak akan menjadi lapisan tambahan bagi kulit wajah untuk mengurangi efek buruk dari sinar UV. Selain itu kulit kering juga lebih sensitif sehingga lebih mudah mengalami iritasi dan pengelupasan. Namun jika sudah menjadi jerawat tentu sangat mengganggu bagi penampilan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membersihkan wajah menggunakan susu pembersih dan toner wajah.
Toner merupakan langkah akhir untuk membersihkan wajah baik pada malam hari atau sebelum menggunakan pelembab untuk makeup di siang hari. Toner digunakan setelah membersihkan wajah dengan susu pembersih dengan cara dituangkan secukupnya pada kapas bersih, lalu ditepuk-tepuk pada wajah dengan lembut. Beberapa manfaat toner adalah untuk membersihkan sisa kotoran di wajah, menjaga pH kulit wajah agar tetap seimbang, dan melembabkan kulit wajah sehingga makeup bisa menyerap lebih baik dan tahan lama. Di bawah ini akan dibahas mengenai cara memilih toner wajah untuk kulit berjerawat, agar jerawat bisa hilang dan sulit kembali.
1. Mengandung asam salisilat
Toner wajah untuk kulit berjerawat sebaiknya adalah toner yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat berfungsi untuk mempercepat pengelupasan kulit bagian terluar sehingga folikel yag tersumbat akibat kotoran dan sisa makeup bisa terbuka kembali. Folikel-folikel yang tersumbat inilah yang menyebabkan terkumpulnya sebum sehingga memicu timbulnya jerawat pada wajah.
2. Berbahan dasar air
Sebagian besar toner yang beredar di toko kosmetik memang mengandung alkohol, padahal alkohol bisa menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan mudah iritasi. Saat memilih toner wajah untuk kulit berjerawat, sebaiknya pilihlah yang berbahan dasar air dan mengandung alkohol paling sedikit. Hal ini dikarenakan toner dengan bahan dasar air lebih aman untuk kulit berjerawat yang sensitif. Toner dengan bahan dasar air juga akan tetap menjaga kelembaban pada kulit wajah dan menjaganya tetap segar.
3. Astringent
Astringent merupakan salah jenis toner wajah untuk kulit berjerawat. Toner ini dapat mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah dan umumnya mengandung glycolic acid yang berfungsi untuk mengecilkan pori-pori dan mengencangkan kulit. Toner jenis astringent juga sangat baik untuk mengurangi kilap pada wajah karena produksi minyak yang berlebih bahkan ketika sudah memakai makeup.
4. Non-comedogenic
Komedo merupakan masalah kulit wajah lain yang sama mengganggunya dengan jerawat karena membuat daerah sekitar hidung dan pipi terlihat kasar dan tidak mulus. Komedo membuat hidung Minasan terlihat seperti berbintik-bintik yang timbul dan disebabkan juga karena pori-pori yang tersumbat kotoran, debu, dan sisa makeup. Agar produk wajah yang Minasan gunakan tidak menutupi pori-pori, gunakan toner yang diberi label non-comedogenic karena label ini menunjukkan bahwa toner tersebut tidak akan menutupi pori-pori dan mencegah timbulnya komedo. Jenis ini bisa menjadi toner wajah untuk kulit berjerawat yang paling tepat untuk Minasan pilih.