Mendengar kata sinar ultraviolet yang muncul pertama kali di pikiran Minasan mungkin adalah efek buruknya untuk kulit yang bisa menyebabkan penuaan dini bahkan kanker kulit. Sinar ultraviolet adalah gelombang pendek yang berasal dari matahari dan sinarnya tidak bisa dilihat dengan mata manusia. Selain memiliki efek buruk untuk kulit, sinar ultraviolet ternyata juga memiliki beberapa manfaat. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi bayi di bawah satu tahun dan para lansia untuk berjemur di bawah matahari pada pagi hari sebelum pukul 9 pagi. Dampak buruk dari pengaruh sinar ultraviolet pada kulit juga bisa dicegah dengan memberikan proteksi pada kulit baik dengan sunblock atau pakaian yang bisa memantulkan sinar matahari.
Mengetahui beberapa pengaruh sinar ultraviolet pada kulit bukan berarti Minasan harus takut pada matahari karena sinar matahari merupakan sumber kehidupan. Beberapa manfaat sinar ultraviolet untuk tubuh kita adalah:
1. Membantu pembentukan vitamin D di dalam tubuh yang berguna untuk menguatkan tulang dan gigi, serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap beberapa penyakit seperti kanker usus besar dan rakhitis.
2. Mengurangi kadar kolesterol dalam darah karena sinar ultraviolet mengubah kolesterol menjadi vitamin D.
3. Sinar ultraviolet mampu bekerja sebagai penangkis infeksi bakteri dan virus, di antaranya untuk menangkal penyakit TBC, pneumonia, dan penyakit saluran pernapasan lainnya.
4. Membantu penyerapan glukosa lebih baik yang akan langsung diubah menjadi glikogen sehingga kadar gula darah tetap normal.
5. Meningkatkan kekebalan tubuh dengan membentuk sel darah putih yang bekerja melawan infeksi zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
Dengan berjemur di bawah sinar matahari selama minimal 5 menit di pagi hari sudah bisa mendapatkan manfaat baik dari sinar ultraviolet. Namun apabila terlalu lama terpapar sinar UV, maka pengaruh sinar ultraviolet pada kulit adalah sebagai berikut.
1. Kulit Terbakar Hingga Melepuh
Pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang pertama adalah menjadikan kulit terbakar. Tanda pertama kulit mulai terbakar adalah perubahan warna kulit menjadi kemerahan, hal ini disebabkan karena mekanisme dalam tubuh yang mengalirkan darah lebih banyak untuk memberikan bantuan pada sel-sel kulit yang mulai rusak karena terkena sinar UV terlalu lama. Terlalu lama berada di bawah sinar matahari bisa menyebabkan kulit menjadi terasa perih dan melepuh.
2. Kulit Menjadi Gelap
Inilah yang membuat banyak orang Barat berlomba untuk mendapatkan warna kulit yang lebih gelap dengan banyak berjemur di bawah sinar matahari pada musim panas karena bagi mereka warna kulit yang gelap adalah eksotis. Sinar matahari membuat sel-sel kulit menjadi rusak dan memicu proses pigmentasi yang menghasilkan melanin dan membuat warna kulit menjadi lebih gelap. Dalam hal ini orang dengan warna kulit yang lebih gelap cenderung lebih tahan terhadap dampak buruk sinar matahari ketimbang dengan orang kulit putih.
3. Menimbulkan Tanda Penuaan Dini
Penuaan dini merupakan salah satu pengaruh sinar ultraviolet pada kulit yang paling banyak diantisipasi terutama bagi kaum wanita. Gelombang sinar UV yang bisa menembus hingga ke lapisan dalam kulit menyebabkan kolagen menjadi rusak. Padahal kolagen adalah senyawa protein yang bertugas untuk membuat kulit tetap kenyal dan mulus. Dengan kolagen yang rusak kulit akan mengendur, berkeriput, dan menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam di kulit. Kulit juga akan menjadi tidak halus lagi dan kering.