Berat badan ideal seseorang bisa berbeda-beda. Hal ini bergantung pada metode penghitungan yang dipilih. Berikut ini adalah beberapa metode yang paling banyak dilakukan:

Rumus Body Mass Index

Body mass index atau yang biasa dikenal dengan BMI ini sudah cukup lama digunakan. Penghitungan BMI pertama kali dilakukan pada abad ke-18 dan digunakan pada perusahaan asuransi untuk mengevaluasi risiko kardiovaskular. World Trade Organization juga menggunakan indeks ini sebagai faktor risiko yang terkait dengan obsesitas, karena adanya hubungan antara BMI dengan kematian. Penghitungan BMI hanya menggunakan berat dan tinggi badan. Berikut cara menghitungnya:
IMC = berat / (tinggi x tinggi)
Sebagai contohnya adalah jika seseorang memiliki berat badan 70 kilogram dan tinggi 160 cm, maka penghitungannya adalah 70 / (1,6 x 1,6) = 27,3. Berikut ini adalah cara untuk membaca hasilnya:
source: http://www.medicalnewstoday.com/info/obesity/what-is-bmi.php
Sehingga jika melihat contoh kasus di atas, seseorang tersebut mengalami overweight atau berat badan berlebih. Batasan yang dianggap ideal oleh BMI berkisar pada angka 18,5 hingga 24,99.

Rumus Monnerot-Dumaine

Rumus Monnerot-Dumaine ini tidak sekedar mengukurnya melalui tinggi badan, melainkan menggunakan lingkar pergelangan tangan (CW). Berikut cara menghitungnya:
Berat ideal = (tinggi badan - 100 + (4 x CW)) / 2
Sebagai contohnya, jika masih menggunakan ukuran berat badan 70 kilogram, tinggi 160 sentimeter, dan lingkar pergelangan tangan 17 sentimeter, maka penghitungannya adalah (160 - 100 + (4 x 17)) / 2, maka berat idealnya yaitu 64 kilogram.

Rumus Broca

Rumus Broca adalah salah satu metode yang paling mudah dilakukan karena hanya mengurangi tinggi badan dengan angka 100. Berikut cara menghitungnya:
Berat badan ideal = tinggi badan - 100
Jika menggunakan ukuran berat badan 70 kilogram dan tinggi 160 sentimeter, berarti penghitungannya adalah 160 - 100, maka berat idealnya yaitu 60 kilogram.
source: http://blog.vitacost.com/exercise/body-measurements-what-you-need-to-know.html

Rumus Creff

Rumus yang satu ini adalah pengembangan dari rumus Broca. Pada rumus Creff, usia dan tinggi badan diperhitungkan dalam menentukan berat badan ideal. Rumus Creff bahkan memasukkan unsur poin dalam kelangsingan. Tubuh yang cenderung kurus dihitung dengan poin 0,9, normal 1, dan tubuh yang cenderung gemuk dengan poin 1,1. Berikut cara menghitungnya:
Berat ideal = (tinggi badan - 100 + (usia/10)) x 0,9 x poin.
Sebagai contohnya, jika menggunakan ukuran berat badan 70 kilogram, tinggi 160 sentimeter, berusia 25 tahun, dan cendrung gemuk, penghitungannya adalah (160 - 100 + (25/10)) x 0,9 x 1,1 maka berat idealnya yaitu 61,8 kilogram.

Rumus Lorentz

Untuk rumus Lorentz, dibedakan antara pria dan wanita dalam perhitunganya. Rumus ini juga mencoba untuk menyempurnakan rumus Broca. Berikut cara menghitungnya:
Berat badan ideal pria = (tinggi badan - 100 - ((tinggi badan - 150) / 4)
Berat badan ideal wanita = (tinggi badan - 100 - ((tinggi badan - 150) / 2)
Perlu diingat bahwa beberapa perhitungan di atas adalah sebatas perkiraan ya, karena beberapa faktor seperti kepadatan otot tubuh tidak diperhitungkan dalam metode di atas. Faktanya, kepadatan otot juga ikut berpengaruh pada ukuran berat badan. Setiap penghitungannya memiliki hasil yang bervariasi, bahkan mungkin berbeda hingga 10 kilogram. Berat badan ideal adalah saat di mana kamu merasa sehat dan nyaman beraktivitas tanpa gangguan dengan tubuh kamu. Hubungi dokter gizi untuk menemukan jawaban dan penanganan terbaik.