Perawatan Dermaroller saat ini sedang banyak digandrungi karena dapat mengatasi berbagai permasalahan kulit, terutama menghilangkan bekas jerawat dan noda hitam di wajah. Dermaroller dilakukan dengan cara melukai kulit menggunakan roller dari jarum-jarum kecil untuk memicu kulit agar memproduksi kolagen dan mempercepat proses regenerasi sel kulit.

Meskipun diklaim sebagai perawatan kecantikan yang tidak memberikan efek samping, tetapi kamu tetap harus berhati-hati dalam menggunakannya ya. Biasanya setelah melakukan perawatan Dermaroller, kulit wajahmu akan terasa sedikit perih dan juga menjadi merah karena luka yang ditimbulkan oleh jarum. Karena itu, kamu perlu memerhatikan beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan sebelum melakukan perawatan Dermaroller untuk mengatasi efek samping tersebut.
 
source: http://www.mugenn.com/
Aplikasikan Krim Anestesi dengan Tebal Agar Terhindar dari Rasa Sakit

Hal paling penting yang perlu lakukan sebelum menggunakan Dermaroller adalah mengoleskan anestesi dengan tebal dan secara merata. Pengolesan krim anestesi yang tebal ini akan membuat kulitmu menjadi lebih kebas dan meminimalisir rasa sakit saat melakukan treatment. Langkah ini harus kamu lakukan secara hati-hati dan benar agar kamu nyaman dalam menjalani treatment. Maka dari itu, sangat penting bagi kamu untuk memastikan bahwa kamu sudah menggunakan krim anestesi sudah benar dan tepat.
 
<baca juga>
Pastikan Kulit Wajah dan Alat yang Kamu Gunakan Steril Agar Terhindar dari Jerawat
Terkadang ada yang mengatakan bahwa penggunaan alat Dermaroller justru akan menimbulkan efek samping berupa jerawat. Padahal, salah satu manfaat dari treatment Dermaroller adalah untuk menghilangkan jerawat beserta bekasnya pada kulit wajah, ladies. Tetapi, jerawat tersebut bisa saja muncul jika kamu tidak menjaga kebersihan kulit sebelum melakukan treatment. Dengan kondisi kulit yang kotor, bakteri atau kuman justru akan masuk dalam pori-pori kulit ketika jarum dari alat Dermaroller melukai kulitmu.

Begitu juga yang terjadi saat jarum yang digunakan tidak steril atau telah digunakan oleh orang lain. Tentu risikonya akan lebih besar jika kamu tidak memerhatikan tingkat sterilitas dari peralatannya. Adanya ketidakcermatan itu akan membuatmu lebih sulit untuk mendapatkan hasil maksimal. Selain itu, hal tersebut juga dapat mendatangkan masalah baru bagi kulit. Bahkan, jerawat maupun flek hitam mungkin akan menjadi semakin banyak karena proses dan penggunaan alat yang tidak steril.
 
Perhatikan Kondisimu Sebelum Melakukan Tindakan Dermaroller

Untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal, kamu bisa melakukan pengulangan dari penggunaan alat tersebut selama dua sampai empat minggu setelahnya. Namun, hal tersebut bergantung pada kondisi kulit masing-masing orang ya. Sehingga, tidak ada aturan pakem untuk menggunakan alat tersebut dalam aturan yang ditentukan. Lalu, tidak ada aturan khusus tentang jenis kulit yang boleh melakukan Dermaroller.  Tapi, ada beberapa orang yang memang dianjurkan untuk tidak melakukan Dermaroller, yaitu para penderita penyakit kronis, diabetes, hipertensi dan adanya gangguan dalam pembekuan darah.

Oleh karena itu, memahami dengan baik kondisi tubuh dan kulit dengan baik akan lebih memudahkanmu untuk mengetahui apakah aman menggunakan alat tersebut. Nah, tapi kamu tidak perlu bingung karena saat ini banyak klinik kecantikan yang membuka praktik konsultasi Dermaroller kok. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan informasi penting yang baik untuk diketahui. So, mind this before you take the action.