Mungkin tidak banyak orang yang memahami dengan baik mengenai penggunaan dermaroller untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Masalah kecantikan memang bisa diatasi dengan baik menggunakan alat tersebut. Namun tentunya Minasan harus memperhatikan bagaimana sistem kerja serta efek samping yang mungkin dapat terjadi karena penggunaannya.
Meskipun diklaim sebagai alat kecantikan yang tidak memberikan efek samping tetapi Minasan tetap harus berhati-hati dalam menggunakannya. Termasuk untuk memperhatikan beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan setelah melakukan treatment menggunakan dermaroller. Dengan melakukan hal tersebut dengan baik maka akan memberikan keuntungan bagi diri sendiri.
Aplikasi Dermaroller Dengan Tepat
Hal yang paling penting Minasan lakukan sebelum menggunakan dermaroller adalah mengoleskan anestesi dengan tebal dan secara merata. Hal tersebut akan membuat kulit Minasan menjadi lebih kebal dan meminimalkan rasa sakit saat dilakukan treatment. Langkah ini harus dilakukan secara hati-hati agar Minasan nyaman dalam menjalani treatment. Sehingga sangat penting bagi Minasan untuk memastikan bahwa penggunaan anestesi sudah benar dan tepat.
Pada dasarnya tidak ada efek samping yang terlalu berarti dalam mengaplikasikan dermaroller untuk kulit. Tetapi biasanya terdapat kondisi kulit yang menjadi kemerahan, tarasa lebih hangat dan sensitif terhadap sinar matahari. Namun kondisi tersebut akan hilang setelah beberapa hari tergantung pada kondisi kulit masing-masing.
Terkadang ada yang mengatakan bahwa penggunaan alat dermaroller akan menimbulkan efek samping berupa jerawat. Padahal salah satu manfaatnya adalah untuk menghilangkan jerawat beserta bekasnya pada kulit wajah. Tetapi hal tersebut bisa saja terjadi jika Minasan tidak menjaga kebersihan kulit sebelum melakukan treatment. Dengan kondisi kulit yang kotor, bakteri atau kuman justru akan masuk dalam pori-pori kulit karena pengaplikasian alat tersebut.
Begitu juga yang terjadi saat jarum yang digunakan tidak steril atau digunakan orang lain. Tentu risikonya akan lebih besar jika Minasan tidak memperhatikan tingkat sterilitas dari peralatannya. Adanya ketidakcermatan tersebut akan membuat Minasan lebih sulit untuk mendapatkan hasil maksimal. Selain itu juga memberikan masalah lebih bagi kulit. Bahkan jerawat maupun flek hitam Minasan mungkin akan menjadi semakin banyak karena penggunaan alat yang salah.
Untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal Minasan bisa melakukan pengulangan dari penggunaan alat tersebut selama dua sampai empat minggu. Namun hal tersebut bergantung pada kondisi kulit masing-masing orang. Sehingga tidak ada aturan pakem untuk menggunakan alat tersebut dalam aturan yang ditentukan. Mengenai jenis kulit yang sesuai unuk alat dermaroller ini tidak terkhusus pada salah satu jenis, tetapi semua bisa menggunakannya.
Di samping itu, Minasan juga harus memperhatikan mengenai beberapa orang yang sebaiknya tidak menggunakan alat kecantikan tersebut. Misalnya saja untuk penderita penyakit kronis, diabetes, hipertensi dan adanya gangguan dalam pembekuan darah. Beberapa orang tersebut tentu akan mengalami risiko dan kendala besar jika tetap memaksakan untuk menggunakan alat tersebut untuk mengatasi masalah kecantikan.
Oleh karena itu, memahami dengan baik kondisi tubuh dan kulit dengan baik akan lebih memudahkan Minasan untuk mengetahui apakah aman menggunakan alat tersebut untuk mengatasi masalah kecantikan atau tidak. Minasan tidak perlu bingung karena saat ini banyak tempat yang bisa menjadi tempat konsultasi. Dengan begitu Minasan akan mendapatkan informasi penting yang baik untuk diketahui. Maka pengaplikasian dermaroller untuk mengatasi masalah kulit Minasan akan menjadi lebih maksimal dan tidak akan menimbulkan efek samping lainnya.